Hidayatullah.com - Situs Islam Pembela Umat

Bookmark and Share

Sariti Disiksa Majikan, Konsulat Indonesia Cuek

E-mail Print PDF
Sangat menyedihkan, pihak Arab Saudi lebih peduli pada nasib TKW yang disiksa daripada pihak pemerintah Indonesia

Hidayatullah.com--Rumah Sakit Erfan dan Bagedo di Jedah menolak permintaan Kepolisian Safa untuk menyerahkan seorang pembantu asal Indonesia yang sedang dirawat kepada majikannya.

Pembantu wanita itu dirawat di rumah sakit sejak 20 Desember 2009, setetah ia jatuh dari lantai tiga gedung apartemen tempat tinggal majikannya.

Sariti Haiti, nama TKW itu, menurut keterangan pihak rumah sakit disiksa oleh najikannya. Ia dilarikan ke sana oleh petugas Bulan Sabit Merah dengan luka dan memar di sekujur tubuh. Laporan awal menyebutkan bahwa tulang belakang dan lehernya patah karena terjatuh dari gedung.

Berdasarkan pemeriksaan dokter, Sariti sering dipukuli dan disiksa. Mereka menemukan bekas tanda-tanda penyiksaan di punggungnya, berupa luka bakar dan cambukan. Dokter juga mendeteksi adanya pendarahan dalam dan luka di bagian kepala. Biaya pengobatan mencapai 120.000 riyal.

Dr. Ahmed Erfan mengatakan bahwa pembantu itu bekerja untuk seorang wanita Saudi. "Kami menghubungi majikannya untuk membayar tagihan. Seorang pria menyahut dari sisi lain dan membenarkan pembantu itu bekerja untuk mereka, tapi menolak untuk membayar tagihannya."

Sebagaimana laporan Arab News (27/2), pihak rumah sakit kemudian menghubungi Konsulat Indonesia, yang menolak menerima surat dari pihak rumah sakit secara langsung. Surat itu harus dikirim melalui pos dan kemudian difax. Satu pekan kemudian seorang wakil dari konsulat datang untuk memeriksa kondisi pembantu itu, tapi ia tidak pernah datang kembali lagi.

"Dua bulan kemudian kami menulis surat kepada Gubernur Jeddah Pangeran Mishaal bin Majeed, yang berjanji akan menindaklanjuti masalah ini," kata Erfan.

Pekan lalu rumah sakit menerima surat dari kepala Kepolisian Safa yang meminta mereka untuk menyerahkan si pembantu kepada majikannya. "Khawatir dengan nyawanya, kami menempatkan dia di bagian psikiatri, yang dijaga terus menerus. Kami juga memberitahukan National Society for Human Rights yang meminta kami agar tidak menyerahkan wanita itu," katanya.

Dr. Erfan sangat terkejut karena Konsulat Indonesia tidak bekerja sama dengan pihak rumah sakit. Ia mengatakan bahwa rumah sakit akan mengkuti instruksi dari gubernur. "Kami tidak mempermasalahkan tagihannya, tapi kami sangat peduli dengan kondisi kesehatan pembantu itu," tambahnya.

Komisi HAM menyatakan akan mendiskusikan masalah tersebut dengan pihak-pihak berwenang.

Sariti tiba di Arab Saudi pada bulan Agustus 2009. Namun sayang nasibnya kurang beruntung. Baru satu bulan ia bekerja, majikannya sering berbuat kasar. Menurut keterangan Sariti, majikannya sering membuang makanannya ke tempat sampah jika ia lambat menyelesaikan pekerjaan. Majikannya juga sengaja memotong rambut bagian depannya agar ia tidak pergi keluar, dan mengancam akanĀ  memangkas seluruh rambutnya.

SaritiĀ  mengatakan bahwa majikan menuduh dirinya telah mencuri perhiasan emas. "Ia membawa saya ke depan putra-putranya dan melepas semua pakaian saya untuk memeriksa tubuh saya, apakah saya menyembunyikan perhiasan emas itu dibalik baju," katanya.

Sariti menambahkan, majikannya juga pernah menyuruh pergi setelah memberikan paspor miliknya. Tapi ia tidak mau pergi, karena takut majikannya akan melapor polisi dan mengatakan bahwa ia kabur dari rumah.

"Beberapa waktu kemudian, majikan bilang rasa teh yang saya sajikan berubah, ia menuduh saya memasukkan air kencing ke dalam teh itu. Saya bilang padanya bahwa perbuatan itu haram dan saya tidak akan pernah melakukannya. Ia juga memaksa saya untuk meminum air kencing anak-anaknya di depan mereka," katanya.

Sariti menceritakan bahwa majikannya pernah memukul dia dengan sebuah wajan pada 19 Desember 2009, sehingga ia terluka parah di kepala. "Majikan saya menyuruh agar menutupi kepala saya dan membersihkan darah yang ada di lantai. Ia mengancam akan memotong-motong tubuh saya jika tidak mengikuti perintahnya."

"Saya takut ia akan akan membunuh saya satu hari nanti," kata Sariti, seraya menambahkan bahwa ia melompat dari apartemen untuk menyelamatkan diri dari majikannya.Sariti tidak ingat apapun selain bahwa penjaga memintanya agar tidak lompat dari gedung tersebut. [di/an/www.hidayatullah.com]
 
Kamis, 02 September 2010
Banner
Banner
Banner
Banner

Iklan Baris

tokoherbalonline.com
Sedia Jus Noni Javanony cocok untuk
hipertensi, kolesterol, diabetes dll.
www.metromediaenterprise.com/
Pertama di Indonesia!
Metode Belajar Haji & Umrah Spektakuler Plus 14 VCD Belajar Manasik Terbaru
www.serbaadamuslim.com
GROSIR KAOS KAKI, tersedia aneka warna, dibutuhkan reseller seluruh Indonesia. Hub. Rina 08155100517
www.busanabajumuslim.com
Busana Muslim Istimewa.
Istimewa kualitasnya.
Istimewa Murahnya.
Istimewa Hadiahnya

© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved