Home Feature

 
Share |
Jadi Ketum MUI Karena Panggilan Nurani


 
 

Kamis, 21 April 2011

Hidayatullah.com--Lelaki itu tampak serius membaca buku. Judulnya “101 Masalah Hukum Islam”. Ketika hidayatullah.com menemuinya di ruang kerjanya di Jl. Dharmahusada Selatan No. 5 siang Kamis lalu, lelaki yang tak pernah lepas memakai songkok hitam dan kaca mata itu langsung meletakkan bukunya dan mempersilakan penulis duduk.

“Ada yang bisa dibantu?” kata lelaki kelahiran Mojokerto 1943 itu ramah.

Ia tidak lain orang nomor satu di jajaran kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim. Nama lengkapnya KH. Abdussomad Bukhori. Tapi, oleh pengurus MUI, lelaki murah senyum ini lebih akrab disapa kiai Somad. MUI sendiri tempat berkumpulnya seluruh ormas Islam di Jatim. Ada NU, Muhammadiyah, Al Irsyad, Persis, FPI, Hidayatullah, HTI, dan lainnya.

Ruangan kiai Somad sangat sederhana. Luasnya kira-kira 4 x 4 m persegi. Tak ada perabotan berharga ataupun makanan. Hanya ada dua meja dan beberapa unit lemari. Satu meja miliknya yang dilapisi kaca hitam. Sedangkan lemarinya berisi buku-buku dan berkas-berkas penting. Ruangan itu juga dilengkapi alat pendingin (AC) yang terlihat kusam, tapi cukup membuat dingin suhu.

“Saya sudah 25 tahun lebih aktif di MUI Jatim,” papar ayah empat anak ini. Aktifnya kiai Somad sejak awal berdirinya MUI Jatim, yakni sekitar tahun 1975. Tugasnya berawal sebagai  Sekretaris MUI. “Menjabat sebagai sekretaris MUI saja sudah 20 tahun lebih,” paparnya.

Di sekretaris ia sudah bergonta-ganti bidang. Bermula dari sekretaris bidang fatwa MUI, sekretaris bidang pendidikan, sekretaris bidang hubungan dengan pemerintah, dan sekretaris bidang kemasyarakatan.

Kiai Somad termasuk tokoh yang dekat dengan pemerintah. Sebab, saat itu ia juga menjabat Kepala Sub Bidang Keagamaan di Provinsi Jawa Timur. Bahkan, alumni Pesantren Darul Ulum Jombang ini sudah 15 tahun bertugas membina kerohanian di provinsi yang kini dipimpin Gubernur Soekarwo ini.

Usai pensiun, kiai Somad lalu total mengabdi di MUI Jatim. Selain mengisi masa tuanya, ia juga ingin mengabdikan dirinya untuk umat dan Islam. “Saya bertugas di MUI Jatim ini karena panggilan hati. Saya ingin mengabdi kepada Islam lewat lembaga ini,” jelasnya.

Tahun 2005, kiai Somad lalu terpilih sebagai Ketua Umum MUI Jatim. Kepemimpinanya dianggap cukup berhasil. Sosoknya yang egaliter, ramah, dan akomodatif, dapat diterima berbagai ormas Islam. Karena itu, tahun 2010, pada Muktamar MUI Jatim di Islamic Center Jatim, ia dipilih kembali sebagai Ketum periode 2010-2015.

“Iya, itu kan permintaan teman-teman. Sebenarnya saya sudah tua dan masih banyak yang lain yang muda dan lebih bagus dari saya,” ujarnya merendah.

Menjadi pengurus MUI, kata kiai Somad jangan berharap honor.  Pasalnya, lembaganya itu bukan perusahaan dan para pengurusnya tidak mendapat gaji tetap. “Kita memang dapat dana dari provinsi. Tapi ya cuma sedikit, hanya untuk administrasi dan operasional lainnya,” paparnya.

Ia sendiri selama ini hanya dapat uang transport sehari-hari. Atau paling tidak, ia dapat tambahan rezeki jika dapat undangan rapat atau mengisi seminar. “Kalau honor tetap pastinya nggak ada,” jelasnya.

Harus Arif

Menjadi ketua MUI dalam kurun  waktu lama membuat kiai Somad matang asam garam problem umat Islam. Sebab, ia harus mengatur dan mengkoordinasi berbagai organisasi Islam dengan berbagai corak dan karakter.

“Umat Islam ini banyak jenisnya. Ada yang sangat lunak, lunak, keras, dan sangat keras,” ujarnya. Karena itu, menghadapinya perlu kearifan dan keluasan wawasan.

Tak jarang, katanya, jika dalam rapat ataupun seminar, ada saja kelompok yang keras sehingga memerlukan kesabaran. Kendati beragam, namun katanya, itu memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan demikian, bisa saling mengisi.

“Kadang-kadang, kita juga butuh kelompok yang tegas dan berani. Tergantung topik dan konteksnya,” jelasnya. Meski berbagai corak, tapi selalu meminta umat Islam agar tidak saling menyalahkan. Tinggal diberikan job yang sesuai dengan karakteristiknya.

Tapi, suatu saat, kiai Somad juga pernah direpotkan seseorang yang terlalu lunak dan terkesan asal-asalan. Orang tersebut cukup berpengaruh dan memiliki pemahaman agama yang kuat. Ketika itu, MUI sedang gencar-gencarnya sosialisasi penutupan prostitusi di Jatim. Bukannya mendukung, orang tersebut justru menggembosi.

“Dia bilang, urusan prostitusi enggak perlu diurusi. Pertanggungjawabannya mereka sendiri di akhirat,” katanya kiai Somad menirukan. Orang seperti itu yang menurutnya harus dibina MUI.    

Meski jadi Ketum MUI Jatim, bukan berarti selalu disanjung dan dapat karangan bunga. Kiai Somad bahkan kerap kali dapat dapat pesan pendek (SMS) tidak mengenakkan.

“Sampeyan itu ngapain aja di MUI,” katanya seolah merendahkan. Bahkan imbuhnya lagi, tak jarang telepon masuk ke kantor dan marah-marah.  Katanya, MUI kerjanya hanya menyesat-nyesatkan saja dan perkataan kotor lainnya.

Meski cobaan  terus datang, tapi kiai Somad tetap sabar menakhodai MUI Jatim.* 

Rep: Syaiful Anshor
Red: Syaiful Irwan

Share |
 
KOMENTAR
   
  Muslim , Jum'at, 22 April 2011
Salut buat Kiai Somad. Semoga sehat dan lancar selalu tugasnya. Jangan lelah menebar benih kebajikan kiai.
  
   
  Salut , Jum'at, 22 April 2011
MUI Jatim hemat saya luar biasa jika dibanding yang lainnya. Cepat dan tepat dalam merespon problem keumatan. Seperti kasus Ahmadiayah. Keluarga Larangan Ahmadiyah oleh Pak Karwon juga tidak lain permintaan MUI Jatim.
  
   
  Mustofa , Kamis, 24 Mei 2012
Teruskan perjuangan Kiai Somad.
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

 
Info Anda
 
Busana Muslimah Syar'i

Pusat belanja online busana syar'i. Murah,berkualitas dan terpercaya.

http://www.deblishop.com/

https://www.facebook.com/DebliShop

 
Grosir Kaos Kaki

Kaos Kaki Muslimah, Kaos Kaki Wudhu dan banyak pilihan kaos kaki dengan HARGA GROSIR. Menerima pesanan Kaos Kaki Logo Sekolah.
http://grosirkaoskakionline.com, http://kaoskakisekolah.com

 
Mushaf Pena : Harga Obral

Al-Quran Elektronik, teknologi terbaru membantu Anda belajar membaca dan tadarus Al-Quran. Diskon Besar!

www.mushafpena.com

 
 
   Berita Feature Lainnya
  Cerita Lain Tentang TKW di Saudi
  Humor Tanpa Babi Vs Islamofobia
  Otong, Ayah Para Gepeng Kramat Jati
  Tak Semua Wanita Saudi Mau Setir Mobil S...
  Perjuangan Hidup Korban Erupsi Merapi
  Cara Warga Jepang Atasi Kesulitan Bencan...
  Dicari, Dai-dai untuk Para Napi!
  “Kalau Bukan karena Allah, Saya Sudah Gi...
  “Masjid Beijing“, Lambang Penyatu Umat d...
  Menyaksikan Detik-Detik Tumbangnya "Sang...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved