Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Partai Ummat Desak Negara Segera Lindungi Ulama

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 2 Mei 2023 22:17 10:17 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 2 Mei 2023 22:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Peristiwa penyerangan terhadap kantor MUI (Majelis Ulama Indonesia) di Jalan Proklamasi Jakarta, Selasa (02/05/2023) siang, harus menjadi pelajaran berharga bagi Parlemen dan Pemerintah.

Tidak perlu lagi berdebat perlu tidaknya Ulama dlindungi, karena faktanya peristiwa penyerangan terhadap Ulama sudah berulang terjadi dan kini tidak lagi dilakukan secara fisik terhadap tubuh para Ulama, namun kali ini sudah menyasar ke kantor para Ulama di kantor MUI Pusat, Jakarta.

Jika ini tidak disikapi serius, maka kejadian serupa akan terus berulang. Artinya, negara harus serius melakukan perlindungan kepada para Ulama.

“Saya rasa RUU Perlindungan Ulama yang saat ini mandeg, segera saja dibahas dan dimasukkan ke dalam pembahasan prioritas DPR RI. Kejadian kriminal di Kantor MUI Pusat, telah menjawab semua keraguan yang pernah diungkapkan sebagian kecil pengamat, yang tampaknya, propaganda pengamat itu berpengaruh sehingga menyebabkan pembahasan RUU ini terkatung-katung dan mandeg tak berjalan,” ungkap Mustofa Nahrawardaya, Ketua DPP Partai Ummat kepada hidayatullah.com.

Ditambahkan, kejadian penyerangan bersenjata di kantor MUI Pusat, benar-benar sangat mengerikan. Bahkan, dari kejadian itu mengindikasikan adanya peningkatan eskalasi penyerangan dibanding peristiwa serupa sebelum-sebelumnya, dimana pelaku biasanya menyasar lokasi aktifitas personal Ulama misalnya ketika Ulama ceramah di Pengajian, atau Ulama sedang memimpin shalat.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Namun, tambahnya, kini pelaku sudah berani mendatangi pusat atau markasnya para Ulama dari berbagai Ormas Islam Indonesia. Artinya, pelaku sudah nekat mendekati epicentrum atau tempat dimana para Ulama berkantor.

Mustofa menilai hal itu sudah tak bisa ditolerir. Partai Ummat merasa prihatin dan perlu langkah serius seluruh elemen bangsa. Apapun motifnya, kejadian seperti ini harus dihentikan dengan cara apapun.

“Kita masih ingat Ketika ada Ulama ditusuk saat mengisi pengajian. Ada imam dianiaya saat memimpin shalat, ada Imam dibacok saat berada di ruang imam. Ada Ulama digeruduk saat mau mengisi pengajian. Ada Ulama dipersekusi menjelang ceramah. Bahkan, ada masjid yang dilumuri kotoran hewan. Lalu ada anjing yang dibawa masuk ke area suci Masjid. Ini sudah sangat keterlaluan. Dimana para anggota DPR yang dulu akan membuat UU Perlindungan Ulama?” tanya Mustofa.

Ditegaskan, RUU Perlindungan Ulama yang pernah dibahas sebelum pandemi Covid-19, kini tidak bisa lagi ditunda-tunda. Mayoritas penduduk Indonesia yang faktanya Muslim seharusnya memberikan rasa aman kepada para Ulama.

“Kami malu, hidup di tengah mayoritas beragama Islam, malah sering terjadi penyerangan terhadap Ulamanya. Ini pasti ada yang salah. Aparat perlu pijakan hukum yang spesifik agar negara secara tegas dan terukur dapat memberikan perlindungan maksimal kepada Ulama,” imbuhnya.

Menurutnya, perkembangan politik yang keras kapan-pun, tidak boleh kemudian kita membiarkan para Ulama hidup dalam situasi terancam. Justeru seharusnya, untuk meraih keberkahan politik nasional, negara wajib menjunjung tinggi para Ulama dalam hal keilmuan dan ketenangan hidup mereka agar anak cucu kita di Indonesia mendapatkan limpahan keberkahan tersebut.

Percepatan pembahasan RUU Perlindungan Ulama, sangat darurat dilakukan, kata dia, bukan karena ingin melindungi secara eksklusif terhadap golongan Ulama, namun karena memang para Ulama adalah salah satu elemen sangat penting dan sangat dibutuhkan di dalam negeri. Ulama harus dijaga dan dilindungi, bahkan harusnya sejak zaman kemerdekaan.

“Tidak ada istilah eksklusif. Ulama tidak punya penghasilan seperti pejabat. Pejabat bisa menyewa pengawal 24 jam. Anggota DPR bisa punya tim pengamanan pribadi selama bertugas. Sedangkan Ulama, bisa apa untuk melindungi keselamatannya. Maka, menurut saya, RUU itu sangat penting dan bagi yang keberatan terhadap pembahasan RUU tersebut, bisa diajak dialog. Rasa-rasanya, hanya kelompok Islamopobia saja yang keberatan terhadap RUU tersebut. Maka dari itu, apabila Allah memberikan kesempatan Partai Ummat ke Parlemen pada pemilu 2024 nanti, insya Allah perlindungan terhadap Ulama, akan menjadi prioritas kami,” tutupnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kantor MUI DitembakMUIMustofa NahrawardayaPartai UmmatulamaUU Perlindungan Ulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tahanan Palestina yang Mogok Makan Khader Adnan Meninggal Dunia di Penjara Israel
Tulisan selanjutnya Menag Kecam Penembakan di Kantor MUI dan Minta Polri Identifikasi Pelaku

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Berita
13 Oktober 2026 16:03
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?