Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Terlalu Uzur Bekas Kardinal Amerika Ini Batal Jadi Terdakwa Pedofilia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2023 08:43 8:43 am
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Agustus 2023 08:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Hakim di pengadilan kota Boston, hari Rabu (30/8/2023), memutuskan bahwa bekas kardinal Amerika Serikat Theodore McCarrick secara kognitif tidak layak didudukkan sebagai terdakwa kasus pedofilia yang terjadi lima puluh tahun silam.

Berdasarkan kesaksian seorang psikolog forensik bahwa pria berusia 93 tahun ini menderita demensia, McCarrick tidak “kompeten untuk diadili,” kata hakim negara bagian Massachusetts, Paul McCallum.

Dengan adanya keputusan tersebut, pihak kejaksaan negara bagian menarik berkas dakwaan bekas kardinal itu, rohaniwan Katolik AS dengan jabatan tertinggi yang pernah diajukan ke pengadilan dalam kasus pencabulan anak di bawah umur di lingkungan gereja.

McCarrick, yang duduk terdiam saat mengikuti sidang melalui konferensi video, didakwa pada tahun 2021 dengan tiga tuduhan penyerangan tidak senonoh dan penyerangan fisik terhadap seorang anak laki-laki berusia 16 tahun.

Korban tidak disebutkan namanya di dalam dakwaan, tetapi sejumlah kabar menyebutkan dia adalah seorang pria bernam James Grein yang kini berusia 64 tahun.

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Pencabulan terjadi pada tahun 1974 di kampus Wellesley College di Massachusetts saat berlangsung pesta pernikahan saudara lelaki during Grein.

Korban mengatakan McCarrick menggiringnya ke sebuah ruangan dan meraba-raba alat kelaminnya sambil”meraaplkan doa-doa”, menurut berkas dakwaan.

Grein, yang sekarang berani tampil ke publik untuk menceritakan kasusnya, mengatakan McCarrick, yang menyebut dirinya sebagai “Uncle Teddy,” terus mencabulinya selama beberapa tahun, lapor AFP.

Dakwaan diajukan dua tahun setelah McCarrick dikeluarkan dari Gereja Katolik, menjadikannya sosok pemuka Katolik dengan jabatan tertinggi pertama yang pernah dipecat di era modern.

McCarrick selama bertahun-tahun menduduki jabatan tertinggi di Gereja Katolik di Amerika Serikat, dan sepanjang itu pul di balik pintu dia kerap bahkan rutin melakukan kontak seksual dengan anggota seminari dewasa maupun anak-anak, menurut hasil penyelidikan Vatikan.

Perilaku seksual bejat itu dilakukan McCarrick selama puluhan tahun. Vatikan terkena tuduhan membiarkan perilaku iblisnya itu karena tidak menanggapi pengaduan-pengaduan yang masuk dan justru memberikan promosi kepada rohaniwan itu ke jabatan yang lebih tinggi.

Kebejatan McCarrick baru mencuat ke publik pada 2018, dua belas tahun setelah dia pensiun, ketika dia dicopot gelar kardinalnya.

Setahun kemudian dia didepak dari Gereja Katolik dan kehilangan statusnya sebagai pendeta.

Dalam laporan resmi tahun 2020, Vatikan mengakui bahwa McCarrick memperoleh promosi jabatan meskipun banyak pengaduan yang masuk perihal pencabulan yang dilakukannya.

Laporan yang disusun berdasarkan hasil wawancara dengan para korban itu memaparkan perihal pelanggaran seksual, serangan seksual, aktivitas seksual yang tidak diinginkan, kontak fisik di bagian organ intim yang dilakukan oleh McCarrick , termasuk bagaimana dia mendekati para korban saat sesi pengakuan dosa.

Laporan Vatikan itu menyebutkan bahwa sebanyak 17 orang memaparkan pencabulan yang dilakukan oleh McCarrick saat mereka masih anak-anak. Pencabulan terhadap mereka tidak hanya terjadi satu kali dan usia mereka paling muda kala itu 12 tahun. Ketika melakukan aksinya McCarrick tidak sungkan-sungkan membuat korban tidak berdaya dengan bantuan minuman beralkohol.

“Sejumlah individu melaporkan merasa tidak berdaya untuk menyatakan keberatan atau menolak rayuan fisik atau seksual mengingat posisi otoritas McCarrick,” kata laporan itu.

Vatikan dalam laporannya juga mengatakan bahwa persahabatan McCarrick dengan mendiang Paus Yohanes Paulus II “tampaknya mempengaruhi pembuatan keputusan” oleh pemimpin Katolik itu dengan mengabaikan pengaduan yang masuk sehingga rohaniwan asal Amerika itu diangkat menjadi kardinal.

McCarrick masih harus menghadapi gugatan kriminal terpisah yang diajukan pada bulan April di Wisconsin oleh Grein terkait pencabulan yang terjadi di negara bagian itu pada 1977.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatgerejaHeadlineKardinalkatolikMcCarrickpedofiliapencabulanvatikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Atlet Angkat Berat Iran Jabat Tangan Olahragawan Israel, Atlet Angkat Besi Iran Dilarang Bertanding Seumur Hidup
Tulisan selanjutnya 193 Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Tampil di MTQM Tingkat Universitas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?