Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pekerja China Mencuri Teknologi Chip SK hynix untuk Diberikan ke Huawei

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Mei 2024 20:51 8:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Mei 2024 20:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang warga negara China yang bekerja untuk SK hynix didudukkan di kursi terdakwa dengan tuduhan mencuri teknologi semikonduktor penting dari perusahaan Korea Selatan itu untuk kepentingan perusahaan teknologi informasi asal China Huawei.

Hari Selasa (28/5/2024) Kepolisian Provinsi Gyeonggi Nambu mengatakan seorang wanita berusia 30-an tahun, warga negara China, bulan lalu dibawa ke kejaksaan dengan sangkaan melanggar Act on Prevention of Divulgence and Protection of Industrial Technology, undang-undang yang melindungi industri teknologi tinggi Korsel.

Wanita tersebut mulai bekerja di SK hynix pada 2014 di departemen yang bertanggung jawab untuk menganalisis cacat dalam desain produk semikonduktor. Dari 2020 sampai 2022, dia terlibat dalam konsultasi dengan klien korporat di China, menurut pihak kepolisian seperti dilansir Korea Times.

Wanita China itu kembali ke Korea pada 2022, dan pindah ke perusahaan China Huawei pada bulan yang sama. Tidak lama sebelum meninggalkan perusahaan Korea itu, dia diduga mencetak lebih dri 3.000 lembar dokumen yang berkaitan dengan teknologi manufaktur semikonduktor terdepan.

Polisi menyelidiki kasus itu setelah mendapatkan laporan dari SK hynix dan menangkap wanita tersebut di bandara ketika dia memasuki Korea bulan lalu.

Baca Juga

Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB

Samsung Electronics, SK hynix dan perusahaan chip Korea lain kerap mengalami kebocoran teknologi ke China, yang dapat menimbulkan kerugian triliunan won, meskipun  peningkatan keamanan sudah diupayakan.

Pada bulan April, Samsung juga mengalami masalah serupa ketika seorang bekas kepala departemen dituduh mencuri teknologi chipnya, mendirikan perusahaan lokal di China dan memindahkan para chip equipment engineers ke perusahaannya sendiri.

Informasi yang dibocorkan oleh kepala departemen itu berkaitan dengan atomic layer deposition (ALD) equipment yang dipergunakan dalam proses manufaktur DRAM. ALD equipment sangat esensial dalam pembuatan chip mutakhir dan canggih karena memungkinkan hasil produk yang presisi dan seragam. China belum mampu mengembangkan perlengkapan pembuatan chip semacam itu.

Menurut Kepolisian Nasional Korea Selatan, jumlah kasus pencurian teknologi oleh pihak asing atau dibawa ke luar negeri terus meningkat. Jumlah kasus masuk ke pengadilan mulai Februari sampai Oktober tahun lalu mencapai 21 atau naik 75 persen dari tahun sebelumnya. Angka itu merupakan yang tertinggi sejak 2013.

Dilihat dari jenis teknologi yang dicuri, kasus terbanyak berkaitan dengan industri display (layar) yang mencapai 8 kasus, diikuti kemudian kasus berkaitan dengan industri chip yang berjumlah 3 kasus.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinahuaweisemikonduktorSK hynix
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Meta Loloskan Iklan Politik anti-Muslim yang Menghasut Kekerasan di India
Tulisan selanjutnya Bashar Assad Temui Ayatollah Ali Khamenei di Teheran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat

Berita
1 Oktober 2026 16:02
Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf
Bulldozer, Masjid, dan Bayang-Bayang Israel di India
Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Terbaru

  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas

4 Oktober 2026 14:46
Berita

Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal

4 Oktober 2026 14:22
Yahudi Inggris
Berita

Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester

4 Oktober 2026 13:54
Berita

Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis

3 Oktober 2026 20:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?