Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kesaksian Relawan AS di Gaza: Sniper ‘Israel’ Sengaja Tembak Anak-Anak

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 24 Juli 2024 17:13 5:13 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 24 Juli 2024 18:00
Bagikan
Dokter AS yang jadi relawan di Gaza
Bagikan

Hidayatullah.com – Seorang dokter asal North Carolina, Amerika Serikat mengisahkan pengalamannya merawat anak-anak Palestina yang “terbakar” dan “dicabik-cabik” oleh serangan tentara ‘Israel’.

Mark Perlmutter, yang baru saja kembali usai menjadi relawan di Gaza, menceritakan pengalamannya kepada CBS News.

“Semua bencana yang pernah saya lihat digabungkan, 40 perjalanan misi, 30 tahun, peristiwa 9/11, gempa bumi, semua itu tidak ada yang menyamai tingkat pembantaian yang saya saksikan terhadap warga sipil hanya dalam satu minggu pertama saya di Gaza,” ujar Mark.

Ketika ditanya apakah korbannya sebagian besar adalah anak-anak, ia menjawab, “Hampir seluruhnya adalah anak-anak. Saya belum pernah melihat hal itu sebelumnya. Saya telah melihat lebih banyak anak-anak yang dibakar daripada yang pernah saya lihat sepanjang hidup saya. Saya telah melihat lebih banyak anak-anak yang dicabik-cabik hanya dalam minggu pertama.”

Ketika ditanya apa yang dia maksud dengan anak-anak yang “dicabik-cabik”, dia berkata, “Bagian tubuh yang hilang, tertimpa bangunan, itu yang paling banyak. Atau ledakan bom, mayoritas terbesar berikutnya. Kami telah mengambil pecahan peluru sebesar ibu jari saya dari anakberusia 8 tahun.”

Baca Juga

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Perlmutter yang merupakan ahli bedah ortopedi kemudian menjelaskan bahwa banyak dari anak-anak itu terbunuh oleh tembakan akurat dan disengaja para penembak jitu atau sniper ‘Israel’.

“Dan kemudian ada peluru penembak jitu. Saya pernah menemukan anak yang ditembak dua kali,” katanya.

Wartawan CBS yang mewawancarainya terkejut dengan pernyataannya dan bertanya, “Tunggu, Anda mengatakan bahwa anak-anak di Gaza ditembak oleh penembak jitu?”

Sang dokter menjawab, “Benar sekali. Saya memiliki dua anak yang saya foto yang ditembak dengan sangat sempurna di bagian dada sehingga saya tidak bisa meletakkan stetoskop saya di atas jantung mereka dengan lebih akurat dan langsung di sisi kepala pada anak yang sama. Tidak ada balita yang tertembak dua kali secara tidak sengaja oleh penembak jitu terbaik di dunia. Itu adalah tembakan akurat untuk membunuh.”

CBS News melaporkan bahwa lebih dari 20 dokter baru-baru ini di Gaza juga melaporkan telah menyaksikan luka tembak pada anak-anak. Seorang dokter AS mengatakan kepada CBS bahwa ia bahkan memeriksa CT scan untuk mengkonfirmasi apa yang ia lihat karena ia “tidak percaya bahwa anak-anak sebanyak ini bisa dirawat di satu rumah sakit dengan luka tembak di kepala.”

CBS menambahkan bahwa pada dasarnya, “beberapa penembakan telah terekam dalam video” dan menunjukkan rekaman seorang anak yang terbunuh oleh penembak jitu Israel.

Seorang dokter AS lainnya yang menjadi relawan di Gaza, Adam Hamawy, menyatakan bahwa pihak berwenang Israel mengklaim kepada mereka bahwa “bantuan sudah masuk, kami merawat warga sipil, mereka tidak menjadi sasaran. Namun, kami menyaksikan cerita yang sama sekali berbeda.”

Dokter Perlmutter, yang secara sukarela bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Asosiasi Medis Amerika Palestina, menjelaskan bahwa ia mengoperasi seorang gadis kecil bernama Juri, yang terluka akibat bom Israel.

Dia mengatakan kepada Politico dalam sebuah wawancara terpisah, “Gadis kecil yang cantik dan lemah lembut ini kehilangan dua inci tulang paha kirinya beserta sebagian besar otot dan kulit di bagian belakang pahanya. Kedua pantatnya terkelupas, memotong daging begitu dalam sehingga tulang terendah di panggulnya terlihat. Saat kami menyapu tangan kami melalui topografi yang kejam ini, belatung jatuh bergerombol di atas meja ruang operasi.”

Namun yang paling mengejutkan bagi Dr Perlmutter adalah jumlah anak-anak yang mengalami luka tembak di kepala yang dilakukan oleh penembak jitu Israel.

“Kami mulai melihat sejumlah anak, kebanyakan praremaja, yang tertembak di kepala. Mereka kemudian perlahan-lahan mati, hanya untuk digantikan oleh korban-korban baru yang juga ditembak di kepala, dan yang juga akan mati secara perlahan-lahan.”

Perlmutter menjelaskan bahwa situasi di Gaza begitu mengerikan sehingga tidak ada yang bisa mempersiapkannya untuk apa yang dilihatnya.

“Pengemis yang terus menerus meminta-minta, penduduk yang kekurangan gizi, saluran pembuangan yang terbuka – semua itu sudah tidak asing lagi bagi kami sebagai dokter veteran di zona perang. Namun, ditambah dengan kepadatan penduduk yang luar biasa, banyaknya anak-anak yang cacat parah dan diamputasi, dengungan drone yang terus menerus, bau bahan peledak dan mesiu – belum lagi ledakan yang terus menerus mengguncang bumi – maka tak heran jika UNICEF menyatakan bahwa Jalur Gaza adalah “tempat yang paling berbahaya di dunia untuk menjadi seorang anak.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doktergenosida GazaHeadlineisraelJalur Gazapalestinarelawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jalan Kaki 10.000 Langkah Per Hari Turunkan Risiko Kematian di Usia Dini
Tulisan selanjutnya Angka Perundungan Siber pada Anak-anak Terus Naik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

13 Oktober 2026 16:03
Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

13 Oktober 2026 05:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?