Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Umat Islam Sepakati 8 Agustus 1360 Masuknya Islam di Tanah Papua

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Januari 2025 13:01 1:01 pm
Ahmad
Dipublikasikan 13 Januari 2025 13:10
Bagikan
Penandatanganan Prasasti Penetapan Sejarah Masuknya Agama Islam di Tanah Papua oleh Penjabat Gubernur Papua Barat, Drs H. Ali Baham Temongmere., M.Tp. (Foto: Sumber RRI/NicoAfloubun)
Bagikan

Hidayatullah.com—Umat Islam akhirnya menetapkan bahwa Islam pertama kali hadir di Tanah Papua pada Selasa, 8 Agustus 1360 Masehi, atau bertepatan 24 Ramadhan 761 Hijriyah.

Momen bersejarah tercatat dalam seminar nasional mengenai masuknya Islam di Tanah Papua. “Islam telah terinternalisasi dalam sistem kerajaan di Fakfak seperti Kerajaan Fatagar, Rumbati, dan Atiati, serta kerajaan lainnya di Papua Barat dan Raja Ampat,” jelas KH. Fadlan.

Tokoh pembawa agama Islam adalah Abdul Ghaffar, seorang mubaligh dari Aceh, yang tiba di Kampung Gar atau Furuwagi, Kabupaten Fakfak.

Keputusan ini diumumkan pada Sabtu malam, 11 Januari 2025, melalui berita acara nomor C005/DP-P.XXXIII/1/2025, yang ditandatangani oleh tokoh-tokoh Papua dan para raja.

Sekretaris Tim Perumus, KH. Fadlan Garamatan, mengungkapkan bahwa Islam telah menyebar lebih awal di Papua dibanding bangsa kolonial seperti Spanyol, Portugis, dan Belanda, melalui jalur perdagangan dan dakwah.

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berbagai penelitian menguatkan keberadaan Islam sejak abad ke-14 di Papua melalui bukti artefak, masjid tua, kitab Al-Qur’an, dan tradisi masyarakat.

Fakta ini juga menegaskan bahwa Islam menjadi bagian penting dalam sistem sosial masyarakat Papua, selaras dengan konsep “Satu Tungku Tiga Batu”, yang merangkul harmoni antara Islam, Kristen, dan Katolik.

Ketua Umum MUI Papua Barat KH. Ahmad Nausrau, Spd.I.,MM menjelaskan, seminar nasional yang digelar ini merupakan tahapan akhir dari kajian ilmiah perjalanan sejarah masuknya agama Islam di tanah Papua.

“Kita telah melakukan seminar ke seminar dari tahun 2006, 2008 MTQ Ke 2 Irian Jaya Barat, dan sudah menerbitkan buku hasil dari penelitian dan kajian ilmiah,” ungkap Nausrau dalam sambutannya.

Dalam seminar yang juga dihadiri Raja Fhatagar, Raja Rumbati, Raja Sekar Pikpik, Raja Wertuar, Raja Komisi, dan Raja Namatota tersebut, Diungkapkan, saat itu pemerintah Kabupaten Kaimana tahun 2009-2010 menghadirkan peneliti, namun belum sampai pada sebuah kesimpulan dan penetapan.

Kemudian, kata Nausrau, MUI Papua Barat pada tahun 2018, melaksanakan penelitian sejarah masuknya agama islam di tanah papua dan dibicarakan dalam Rakernas MUI Pusat di Raja Ampat hingga mengeluarkan buku yang berjudul moderasi beragama.

“Dari tahun 2006 ke 2024 sudah 18 tahun, belum ada kesepakatan bersama sebagai dasar menentukan tanggal masuknya agama Islam di tanah papua.

Dengan bukti-bukti ilmiah yang telah dihasikkan itu, sudah saatnya penetapan waktu dan tempat yang menandai syiar agama islam ini memiliki nilai spiritual bagi ummat islam khususnya di tanah papua,” ucapnya.

Berita acara ini ditandatangani oleh sejumlah tokoh, antara lain: Abdullah Manaray, ST (DPD RI), H. Saleh Siknun, SE (DPR Papua Barat), Abdul Gani Ishak Bauw (Raja Rumbati), Arif H. Rumagasen, S.Sos., MAP (Raja Sekar), Randi Asnawir Ombaier, S.Sos (Raja Namatota), H. Syaiful Islam Al Payage (MUI Papua).

Seminar ini dirumuskan oleh tim yang dipimpin oleh Dr. Ir. Mulyadi Djaya, M.Si dan melibatkan akademisi serta tokoh agama seperti Prof. Yon Machmudi, Ph.D, dan KH. Fadlan Garamatan.

Acara yang berlangsung di Gedung Wintder Tuare, Fakfak, dibuka secara resmi oleh Penjabat Gubernur Papua Barat, Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.Tp, dan Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Dr. Drs. Muhammad Musaad, M.Si.

Penetapan 8 Agustus 1360 sebagai awal masuknya Islam di Papua diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sejarah Islam di tanah ini, sekaligus menjadi momentum untuk menjaga harmoni antarumat beragama di Papua.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:24 Ramadhan 761 H8 Agustus 1360 MHeadlineIrian JayaIslam di PapuaIslam masuk papuaMuslim Papuatanah Papua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Viral Khabib Nurmagomedov Diusir dari Kursi Pesawat Frontier Airlines
Tulisan selanjutnya Membangun Pribadi Muslim melalui Tazkiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?