Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI Ajak Penulis Dunia Ikut ISSA-Palestine 2026, Jadikan Sastra sebagai Suara Kemanusiaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2026 12:36 12:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Agustus 2026 12:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) mengajak penulis, sastrawan, akademisi, dan komunitas literasi dari berbagai negara untuk berpartisipasi dalam gerakan kebudayaan International Short Story Award on Palestine (ISSA-Palestine) 2026.

Ajakan tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Seni Budaya, Buya Pasni Rusli, dalam Workshop Menulis Cerpen Palestina yang digelar secara hibrida di Aula Buya Hamka, Gedung MUI Pusat, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Workshop tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian sayembara cerpen tingkat internasional yang terbuka bagi peserta dari berbagai negara dan diselenggarakan tanpa biaya pendaftaran.

Buya Pasni mengatakan ISSA-Palestine 2026 tidak semata-mata dimaksudkan sebagai kompetisi untuk memperebutkan penghargaan. Lebih dari itu, ajang tersebut merupakan panggilan kemanusiaan kepada para penulis untuk menjadikan karya sastra sebagai bagian dari perjuangan menyuarakan keadilan bagi Palestina.

“Inilah saatnya kita menjadikan karya tulis sebagai bagian dari ikhtiar kebudayaan untuk menyuarakan keadilan bagi saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Buya Pasni Rusli.

Baca Juga

Arab Saudi: Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Bandara Internasional Riyadh
Bantah Pakai RS untuk Aktivitas Militer, Hamas: Tuduhan Palsu ‘Israel’
Demonstran Pendukung Palestina Duduki Stasiun di Sejumlah Kota Belanda
Sekitar 2.200 Kerabat Terduga Petempur ISIS Masih Ditahan Pasukan Kurdi Suriah
Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual

Menurutnya, isu Palestina selama ini kerap disampaikan melalui narasi geopolitik yang kaku dan reduktif. Akibatnya, penderitaan manusia tidak jarang hanya tampil dalam bentuk angka statistik dan laporan pemberitaan.

Dalam konteks tersebut, sastra, khususnya cerita pendek, dinilai memiliki kemampuan untuk menghadirkan sisi kemanusiaan secara lebih utuh. Cerita dapat merekam pengalaman, kehilangan, harapan, keluarga, keteguhan iman, hingga cita-cita kemerdekaan secara jujur, mendalam, dan menyentuh emosi pembaca.

Buya Pasni menjelaskan, ISSA-Palestine 2026 memiliki tiga orientasi utama. Pertama, membangun narasi alternatif yang kuat untuk melawan berbagai bentuk stigmatisasi dalam pemberitaan media arus utama.

Kedua, mengedukasi generasi muda melalui dokumentasi kreatif mengenai Palestina yang dapat membekas dalam ingatan kolektif. Ketiga, mengembangkan diplomasi budaya sebagai sarana untuk mengetuk nurani masyarakat internasional.

Ia menilai karya sastra memiliki kekuatan untuk menembus batas-batas diplomasi politik formal. Ketika sebuah cerita ditulis dengan hati tentang kehidupan manusia di Palestina, mulai dari keluarga, kehilangan, keteguhan iman hingga cita-cita kemerdekaan, pesan tersebut dapat menjangkau pembaca tanpa dibatasi sekat geografis maupun politik. “Di situlah empati global akan tumbuh,” kata Buya Pasni.

Untuk memperluas jangkauan gerakan kebudayaan tersebut, LSBPI-MUI juga membangun kerja sama dengan berbagai lembaga di tingkat nasional maupun internasional.

Sejumlah mitra yang mendukung ISSA-Palestine 2026 antara lain Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Forum Lingkar Pena (FLP), Himpunan Seni dan Budaya Islam (HSBI), Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Indonesia (OIAAI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Friend of Palestine (FoP), serta mitra internasional seperti Australian National Imams Council (ANIC), Penulis Budiman Malaysia, dan Sanubari (Islamic Artists Union).

Buya Pasni menegaskan, keterlibatan penulis dari berbagai belahan dunia dalam ISSA-Palestine 2026 akan menjadi kontribusi penting dalam mencatat kondisi kemanusiaan di Palestina melalui perspektif kebudayaan.

Menurutnya, pena para penulis dapat menjadi kekuatan kebudayaan yang mampu menghadirkan kesaksian dan pesan kemanusiaan kepada dunia.

Ia berharap ISSA-Palestine 2026 tidak berhenti sebagai sebuah sayembara menulis, tetapi berkembang menjadi gerakan kebudayaan internasional yang memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineLembaga Seni Budaya dan Peradaban IslamliterasiMajelis Ulama IndonesiaMUIworkshop
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina
Tulisan selanjutnya Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

“Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim

Berita
3 Oktober 2026 15:37
Arab Saudi: Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Bandara Internasional Riyadh
Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB

Terbaru

  • Arab Saudi: Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Bandara Internasional Riyadh
  • Bantah Pakai RS untuk Aktivitas Militer, Hamas: Tuduhan Palsu ‘Israel’
  • Demonstran Pendukung Palestina Duduki Stasiun di Sejumlah Kota Belanda
  • Sekitar 2.200 Kerabat Terduga Petempur ISIS Masih Ditahan Pasukan Kurdi Suriah
  • KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri Pertahanan AS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Menteri Pertahanan AS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”

4 Oktober 2026 21:08
Berita

Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan

4 Oktober 2026 17:42
Berita

Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM

4 Oktober 2026 17:00
Berita

Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas

4 Oktober 2026 14:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?