Hidayatullah.com– Serangan drone oleh kelompok paramiliter yang memberontak di Sudan menewaskan sedikitnya 41 orang di daerah Nil Biru yang berbatasan dengan Ethiopia.
Serangan oleh Rapid Support Forces (RSF) itu menarget sebuah kamp pengungsian di daerah Abu Shandi pada hari Jumat (10/10/2026), kata organisasi non-pemerintah peduli hak asasi manusia Emergency Lawyers seperti dilansir BBC.
Tentara pemerintah Sudan menguasai sebagian besar wilayah di bagian tengah dan timur, sementara RSF yang bermarkas di Darfur di bagian timur juga mengontrol wilayah Sudan di bagian selatan.
Baik pihak RSF maupun tentara pemerintah keduanya dituding menggunakan drone sebagai senjata perang.
UN Office for the Co-ordination of Humanitarian Affairs (Ocha) mengatakan pihaknya “sangat terkejut oleh laporan-laporan mengerikan” yang terjadi di sana. Ocha mengatakan hasil laporan awal menunjukkan kebanyakan korban merupakan wanita dan anak-anak.
Ocha mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa daerah yang dikabarkan mengalami serangan pada hari Jumat sudah menjadi target kurun beberapa pekan terakhir, mengakibatkan ribuan warga sipil dan membahayakan nyawa banyak orang lainnya.
Tentara pemerintah Sudan dan pasukan-pasukan paramiliter termasuk RSF terlibat dalam perebutan kekuasaan sejak 2013, konflik yang telah merenggut nyawa ratusan ribu orang dan membuat lebih dari 14 juta orang mengungsi.
Konflik bersenjata itu juga menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan jutaan orang membutuhkan bantuan medis.*




