Hidayatullah.com– Qatar berjanji akan membantu pemulihan sektor energi Libanon yang sedang sekarat dan akan memecahkan masalah kronisnya dalam pengadaan listrik, kata perdana menteri kedua negara itu hari Jumat (16/10/2026).
“Kami sudah sepakat untuk membuat kerangka kerja komprehensif untuk kerja sama di sektor energi dan penyelesaian masalah-masalahnya,” kata Abdulrahman Al Thani, perdana menteri Qatar negara kecil yang kaya gas dalam kunjungannya ke Libanon seperti dilansir AFP.
“Ini merupakah proyek yang sudah lama didiskusikan Qatar bersama Libanon… Bertahun-tahun,” kata Al Thani, seraya menambahkan bahwa sekarang sudah waktunya untuk mewujudkan proyek tersebut.
Perdana Menteri Libanon Nawaf Salam mengatakan proyek itu akan digarap dan didanai oleh Qatar.
“Kami sedang menuju sebuah proyek… yang bertujuan untuk merehabilitasi, membangun, dan memodernisasi infrastruktur produksi listrik … dengan biaya lebih rendah,” kata Salam.
Sektor energi membuat Libanon merugi lebih dari $40 miliar sejak akhir perang sipil 1975-1990, dan pergantian-pergantian pemerintahan yang hanya seumur jagung tidak pernah sanggup meredam kerugian itu atau meremajakan infrastruktur kelistrikan yang usang.*




