Hidayatullah.com – Jumlah orang ‘Israel’ yang menghindari wajib militer dilaporkan meningkat tajam pada tahun 2026 ini. Melansir lembaga penyiaran publik ‘Israel’, Kan, jumlah tersebut naik dari 75.000 menjadi 110.000.
Pada Ahad (18/10/2026), Kan melaporkan bahwa peningkatan tersebut terjadi menyusul terbitnya puluhan ribu surat panggilan wajib militer. Surat tersebut, imbuh Kan, diperkirakan akan terus bertambah.
Menurut data Kan, kelompok Yahudi ultra-Ortodoks atau yang dikenal sebagai Yahudi Haredi menjadi pihak terbanyak yang menghindari wajib militer. Tercatat jumlahnya mencapai 80 persen dari mereka yang menghindari wajib militer.
Di wilayah penjajahan ‘Israel’, hukuman bagi penghindar wajib militer umumnya berupa hukuman penjara. Selain kurungan, mereka yang menolak seringkali dikucilkan dan dicap sebagai pengkhianat.
Sebuah operasi penegakan hukum berskala besar sempat direncanakan untuk bulan ini, namun dibatalkan menyusul perselisihan antara pihak kepolisian dan militer mengenai pembagian tanggung jawab.
Pihak kepolisian meminta bantuan 300 tentara untuk mendukung proses penangkapan tersebut, tetapi pihak militer menolak permintaan itu dengan alasan bahwa tugas tersebut tidak termasuk dalam lingkup wewenang mereka.*




