Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Adzan Tetap Berkumandang di Manokwari

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Manokwari di waktu sore hari itu tampak cerah (31/10). Matahari sebentar lagi pun akan tenggelam. Tak lama adzan sholat Maghrib berkumandang saling sahut-sahutan. Salah satunya adzan yang berkumandang dari Masjid An-Nuue yang beralamat di Jalan Pertanian Kosi Dalam, Manowari. Beberapa pria dewasa mengenakan sarung dan kopiah berjalan menuju masjid beratap biru itu.
Jamaah sholat Maghrib tak seberapa banyak, kurang lebih 20 orang. Selain pria dewasa, ada juga anak dan kaum wanita yang ikut dalam berjamaah. Lihat dari wajah mereka, nampaknya mereka para pendatang dari luar Papua.
Usai sholat, hidayatullah.com sempat berbincang-bincang dengan Ustadz Priyo, imam masjid tersebut. Terutama berkaitan dengan pesan singkat (SMS) melalui telepon genggam yang beredar di beberapa daerah, terutama Jakarta tentang adanya pelarangan mengumandangkan adzan dan berjilbab di ibu kota Papua Barat itu.
“Pelarangan mengumandangkan adzan dan berjilbab itu tidak benar,” kata pria kelahiran Jawa Tengah yang sejak kecil bermukim di Manokwari. Memang dulu, terang Priyo, sempat beredar rancangan peraturan daerah (Perda) Kota Injil yang dibuat oleh sekelompok non Muslim.
Dalam rancangan Perda tersebut tertulis adanya dua poin larangan itu. Tapi sekarang rancangan itu sudah tidak ada lagi. Pasalnya, saat rancangan itu heboh di tengah masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat dari kalangan Muslim dan Kristiani langsung menghadap Bupari Manokwari, Dominggus Mandacan untuk menyelesaikan masalah ini.
Meski demikian, Priyo mengaku, kamu Muslim was-was baca foto copi-an rancangan tersebut.
“Tidak cuma saya, pengurus dan jamaah di sini juga merasa cemas. Makanya waktu itu sempat ragu apakah adzan dikumandangkan menggunakan speaker atau tidak,” ujar Priyo.
Namun ia akhirnya bersyukur Perda itu kini sudah tidak lagi terdengar. Walaupun bukan jaminan usulan serupa tidak akan muncul kembali. Pasalnya, komposisi penduduk beragama Islam terhitung minoritas.
Di sisi lain, Ustadz Fadzlan Garamatan, dai berdarah Irian ini menilai soal SMS yang beredar itu ada pihak yang mencari keuntungan, baik ekonomi maupun politis.
“Tapi kami ambil positifnya saja, barangkali SMS itu bermakna agar umat Islam ada yang di wilayah barat Indonesia agar peduli terhadap saudaranya umat Islam yhang ada di wilayah Indonesia timur.” kata pria yang juga ketua umum AL-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), sebuah lembaga dakwah yang fokus berdakwah di bumi Cenderawasih.
Masyarakat, harap Fadzlan, tidak terpancing untuk bersikap anarkis saat mendapatkan SMS tersebut.
“Justru harus menganggap inilah saatnya dakwah dikobarkan di bumi Nuu Waar,” ujar ustadz yang biasa menyebut Papua dengan istilah Nuu Waar. [Ahmad/hidayatullah.com]  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslimold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hidayatullah Lantik Pengurus Daerah Papua
Tulisan selanjutnya Menjadi Muslim di Kansas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Berita
19 Oktober 2026 12:57
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?