Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bertemu ECOWAS Pemimpin Kudeta Niger Janji Serahkan Kekuasaan Dalam Waktu 3 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2023 16:33 4:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Agustus 2023 16:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemimpin kudeta militer Niger Jenderal Abdourahamane Tchiani berjanji akan mengembalikan kekuasaan ke tangan sipil dalam waktu 3 tahun.

Jenderal Tchiani membuat pengumuman tersebut usai bertemu dengan para mediator dari organisasi kerja sama regional Afrika Barat ECOWAS di ibukota, Niamey.

ECOWAS sebelumnya mengancam akan mengambil tindakan militer untuk memulihkan kekuasaan Presiden Mohamed Bazoum yang dikudeta bulan lalu apabila pembicaraan tersebut gagal.

Pimpinan junta mengatakan bahwa Niger tidak menginginkan perang, tetapi akan mempertahankan dirinya melawan intervensi asing.

“Apabila serangan dilakukan terhadap kami, itu tidak akan ditanggapi santai seperti yang dipikirkan sebagian pihak,” kata Jenderal Tchiani memperingatkan dalam pidatonya yang disiarkan di televisi pada Sabtu malam.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Tchiani juga menegaskan kembali kritik terhadap apa yang disebutnya sebagai sanksi “ilegal dan tidak manusiawi” yang dijatuhkan oleh ECOWAS terhadap negara yang terkurung daratan dan tidak memiliki garis pantai itu.

Tindakan ilegal dan tidak manusiawi itu antara lain pemutusan arus listrik, sehingga Niamey dan kota-kota besar lain di Niger menjadi gelap gulita, serta pemblokiran impor sejumlah bahan pokok.

Truk-truk pembawa barang terjebak selama berpekan-pekan menunggu izin untuk membawa pasokan barang ke Niger, sehingga mendorong harga-harga bahan pangan meroket.

“Sanksi tidak dibuat dengan tujuan mencari solusi tetapi untuk membuat kami bertekuk lutut dan mempermalukan bangsa kami,” kata Jenderal Tchiani.

Hari Sabtu kemarin, ribuan orang datang ke stadion di Niamey untuk mendaftar diri secara sukarela guna mempertahankan Niger apabila terjadi invasi. Kerumunan ribuan orang yang membanjiri stadion membuat pendaftaran tidak berjalan lancar, lapor Reuters.

ECOWAS menolak kerangka waktu tiga tahun yang disodorkan junta Niger usai perundingan hari Ahad (20/8/2023), lansir BBC.

“ECOWAS tidak lagi menerima transisi yang berkepanjangan di wilayah tersebut. Mereka harus bersiap untuk menyerahkan [kekuasaan] dalam waktu sesingkat mungkin,” kata Abdel-Fatau Musah, komisioner urusan politik, perdamaian dan keamanan di blok kerja sama itu, kepada BBC.

“Semakin awal mereka mengembalikan kekuasaan kepada sipil dan berkonsentrasi pada tanggung jawab utama mereka yaitu mempertahankan integritas teritorial Niger, semakin baik bagi mereka,” imbuhnya.

Upaya-upaya regional untuk memulihkan pemerintah Niger didukung oleh Amerika Serikat dan Prancis, yang keduanya memiliki pangkalan militer di Niger. Keberadaan pangkalan AS dan Prancis itu merupakan bagian dari usaha pemberantasan kelompok bersenjata Muslim di kawasan Sahel.

Jenderal Tchiani, yang memimpin pasukan pengawal presiden sebelum kudeta 26 Juli, mengatakan bahwa intervensi pasukan asing di kawasan itu justru akan memperparah aksi pemberontakan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda dan ISIS.

“Mereka tampaknya tidak paham dengan fakta bahwa sebagian besar adalah berkat profesionalisme dan keberanian pasukan pertahanan dan keamanan Niger bahwa Niger tetap menjadi penghalang yang mencegah gerombolan teroris itu mengacaukan seluruh kawasan ini,” kata Jenderal Tchiani.

Kudeta serupa dengan alasan serupa sebelumnya sudah lebih dulu terjadi di Burkina Faso dan Mali, di mana masyarakat kedua negara itu juga menilai bahwa kehadiran pasukan asing (Barat) justru tidak sanggup mengatasi kelompok-kelompok pemberontak dan kelompok bersenjata afiliasi Al-Qaeda dan ISIS. Burkina Faso bahkan terang-terangan meminta pasukan Prancis ditarik dari wilayahnya.

Jenderal Tchiani tidak memberikan perincian tentang pengalihan kekuasaan ke sipil, tetapi mengatakan prinsip-prinsip transisi akan diputuskan dalam 30 hari dalam “dialog” yang diselenggarakan oleh para pemimpin kudeta.

Delegasi ECOWAS dipimpin oleh bekas pemimpin militer Nigeria Jenderal Abdulsalami Abubakar dan di dalam delegasi itu ada tokoh Muslim Nigeria paling senior, Muhammadu Sa’adu Abubakar III yang dikenal sebagai Sultan Sokoto atau pemimpinnya warga Muslim Nigeria. Wilayah Kekhalifahan Sokoto di masa lampau mencakup wilayah Niger saat ini. Kekhalifahan Sokoto merupakan sebuah kerajaan Islam yang kuat sebelum para penjajah dari Eropa menduduki Afrika.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ECOWASkudetaNiger
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Pesan Ketua Yayasan di Pembukaan Pembekalan Kader Dai STAIL
Tulisan selanjutnya Wajibkan Verifikasi Identitas, Twitter X Bekerja Sama dengan Perusahaan Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?