Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Banyak Warga Yahudi ‘Kena Mental’, Ratusan Psikiater Israel Malah Ingin Buka Praktek di Inggris

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 3 Januari 2024 05:37 5:37 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 2 Januari 2024 19:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Puluhan psikiater yang bekerja di bawah sistem kesehatan mental pemerintah “Israel” belakangan ini berpindah ke Inggris, menurut sejumlah sumber di sektor tersebut kepada media.

Daftar isi
  • Semakin Parah
  • Darurat
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Setelah Operasi Taufan Al-Aqsha (Badai Al-Aqsa), ERAN yang merupakan Layanan Pertolongan Pertama Kesehatan Mental “Israel” melaporkan lonjakan permintaan perawatan psikologis dan PTSD di kalangan warga dan pemukim Zionis Yahudi mencapai 100.000 permintaan.

Media “Israel” melaporkan lonjakan gangguan kesehatan mental dan psikologis di kalangan pemukim Israel, dan jumlah tersebut terus meningkat.

Pada tanggal 23 Desember, sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Gallup menunjukkan bahwa “kesehatan mental warga Israel lebih buruk dari sebelumnya” setelah perlawanan para pejuang Palestina lewat Operasi Taufan Al-Aqsha.

Baca juga: 2.800 Tentara ‘Israel’ Direhabilitasi, Dua Pertiga Pasangannya Depresi

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Minggu lalu, para kepala klinik kesehatan mental menulis surat kepada Pengawas Keuangan Negara, Matanyahu Englman, yang mengatakan, “sistem kesehatan mental Israel hampir runtuh.”

Menurut sumber-sumber dalam sistem perawatan kesehatan jiwa, banyak dokter yang pergi berpikir untuk melakukannya sebelum peningkatan beban kerja yang terjadi setelah 7 Oktober, di tengah kegagalan reformasi peradilan Netanyahu.

Ratusan psikiater telah mengikuti ujian lisensi untuk membuka praktik medis di Inggris dalam beberapa bulan terakhir. Dua belas di antaranya telah menyatakan niat mereka untuk pergi.

Namun, seorang administrator senior dalam sistem kesehatan mental di “Israel” menyatakan bahwa niat mereka bukan karena gaji yang lebih baik, melainkan karena “frustrasi atas beban kerja yang berat” dan situasi yang semakin memburuk sejak perang di Gaza dimulai.

Baca juga: Konsumsi Obat Psikotropika di Kalangan Warga ‘Israel’ Naik Akibat Perang

Semakin Parah

Pada tanggal 23 Desember, sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Gallup menunjukkan bahwa “kesehatan mental warga Israel lebih parah dari sebelumnya” setelah peristiwa Taufan Al-Aqsha.

Menurut Gallup, setelah operasi 7 Oktober, kesehatan emosional warga Israel lebih buruk dari sebelumnya, dengan menyatakan bahwa “mayoritas warga Israel sekarang mengatakan bahwa mereka mengalami kekhawatiran (67%), stres (62%), dan kesedihan (51%) pada sebagian besar hari sebelumnya. Lebih dari sepertiga (36%) juga melaporkan mengalami banyak kemarahan.”

“Israel” saat ini memegang rekor angka 47 dalam indeks Gallup untuk pengalaman negatif. Sejak dimulainya jajak pendapat global pada tahun 2006, tidak ada “negara” lain yang mengalami peningkatan pengalaman negatif yang begitu besar setiap tahunnya.

Darurat

Prof Eva Gilboa-Schechtman, profesor psikologi dan kepala Laboratorium Pemrosesan Emosional di Pusat Penelitian Otak Multidisiplin Universitas Bar-Ilan mengatakan kepada CNN bahwa penelitian terbaru menunjukkan proporsi orang yang mengalami kesulitan kesehatan mental meningkat hampir dua kali lipat sejak serangan Hamas.

“Peristiwa 7 Oktober terjadi pada saat masyarakat ‘‘Israel’’ berada dalam kekacauan, sehingga keadaan menjadi cukup sulit dalam hal kohesi sosial dan suasana hati negara secara umum,” katanya dalam sebuah wawancara telepon, mengacu pada bulan-bulan demonsrasi anti-’Israel’ dan anti-pemerintah.

Perusahaan Penyiaran ‘Israel’ (‘Israel’ Broadcasting Corporation) mengungkapkan kekhawatiran mengenai peningkatan angka bunuh diri, sehingga mendorong Forum Direktur Rumah Sakit Jiwa untuk mengadvokasi deklarasi keadaan darurat karena meningkatnya angka bunuh diri dan penyakit mental di kalangan warga ‘Israel’.

Menggambarkan situasi ini sebagai bencana besar, Forum Direktur Rumah Sakit Jiwa menekankan perlunya segera mengumumkan keadaan darurat.*

Baca juga: Inilah Hukuman terhadap Kelainan Mental LGBT di Berbagai Negara

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineinggrisisraelIsrael Kena Mentalkesehatan mentalKonflik Palestina-IsraelLisensi MedisPerang Palestina-Israelpsikiaterpsikologis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tokoh Oposisi Terkemuka Korea Selatan Lee Jae-myung Ditikam di Leher
Tulisan selanjutnya Polisi Turki dan Tentara Menangkap Jaringan Mata-mata Mossad Israel Turki Tangkap 33 Orang Terduga Mata-Mata Mossad Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Berita
17 Oktober 2026 10:37
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?