Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Militer Amerika Dapat Izin Serang Target Terkait Iran di Suriah dan Iraq

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Februari 2024 15:47 3:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Februari 2024 15:44
Bagikan
Pasukan Amerika Serikat melintasi perbatasan Suriah-Iraq melalui wilayah semi-otonomi Kurdistan Iraq.
Bagikan

Hidayatullah.com– Washington telah memberikan lampu hijau kepada militer Amerika Serikat untuk melancarkan serangan atas target-target terkait Iran di wilayah Suriah dan Iraq.

Rencana itu dibuat setelah serangan drone hari Ahad menewaskan tiga prajurit Amerika di Yordania, dekat dengan perbatasan Suriah, lansir BBC Kamis (1/2/2024).

Washington menuding kelompok bersenjata dukungan Iran sebagai pelakunya.

Kelompok tersebut, Islamic Resistance in Iraq, diyakini merupakan gabungan dari sejumlah milisi yang dipersenjatai, didanai dan dilatih oleh Pasukan Garda Revolusi Iran. Kelompok tersebut sudah mengklaim sebagai pelaku serangan hari Ahad (28/1/2024) itu.

Sementara itu, Iran membantah memiliki peran apapun dalam serangan itu yang juga melukai 41 prajurit AS di sebuah pangkalan militer pasukan Amerika yang dikenal dengan sebutan Tower 22.

Baca Juga

Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB

Dinas intelijen AS meyakini drone yang dipergunakan dalam serangan itu dibuat oleh Iran dan mirip dengan drone yang dikirim pemerintah Teheran ke Rusia untuk dipakai dalam invasi ke Ukraina.

Dalam sebuah konferensi pers hari Kamis, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin membela sikap militer yang tidak segara melakukan serangan balasan. “Kami akan merespon dengan tempat, waktu dan cara yang kami tentukan,” kata Austin.

Serangan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang dan faktor cuaca sepertinya yang menentukan kapan serangan akan dilancarkan guna mendapatkan visibilitas yang jelas dan mengurangi kemungkinan salah sasaran mengenai warga sipil, kata pejabat AS kepada mitra BBC di Amerika CBS News.

Rencana serangan yang disetujui tampaknya hanya target terkait Iran yang berada di wilayah Suriah dan Iraq, tidak ada target yang berada di wilayah Iran. Hal ini bisa dimaklumi, karena Amerika Serikat pastinya ketakutan kalau-kalau Iran akan membalas serangan dengan meluncurkan rudal-rudal balistik jarak jauh. Meskipun mungkin tidak mencapai wilayah AS, tetapi rudal jarak jauh Iran diyakini bisa mencapai Israel, negara bentukan Zionis Yahudi peliharaan dan kesayangan Washington.

Mengutip sumber anonim, hari Kamis Reuters melaporkan bahwa Iran sudah menarik pulang para pejabat seniornya yang berada di Suriah menyusul serangkaian serangan oleh Zionis Israel.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatiran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya tiktok afghanistan Malaysia akan Bicarakan Masalah Akun Anak-Anak dengan Manajemen TikTok
Tulisan selanjutnya Bekas Bos Dinas Intelijen Jerman Diperiksa Terkait Ekstremis Sayap Kanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara

Berita
30 September 2026 18:30
Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
“Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim
Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM

Terbaru

  • KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas

4 Oktober 2026 14:46
Berita

Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal

4 Oktober 2026 14:22
Yahudi Inggris
Berita

Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester

4 Oktober 2026 13:54
Berita

Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis

3 Oktober 2026 20:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?