Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Taliban: Dua Warga Afghanistan yang Ditahan 14 Tahun di Guantanamo Sudah Dibebaskan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Februari 2024 19:14 7:14 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Februari 2024 19:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Dua orang Afghanistan yang dijebloskan ke dalam tahanan di Guantanamo oleh Amerika Serikat sedikitnya selama 14 tahun, dan kemudian dipindahkan ke Oman sebagai tahanan rumah, sekarang telah dibebaskan.

Abdul Zahir Saber dan Abdul Karim telah dibebaskan sebagai hasil dari upaya yang dilakukan oleh Emirat Islam Afghanistan, kata jubir Kementerian Dalam Negeri Abdul Mateen Qani.

Sejumlah pejabat senior Taliban berfoto bersama dengan Saber dan Karim dan gambarnya diunggah ke media sosial dengan disertai ucapan selamat. Penyambutan kepulangan mereka secara resmi digelar di Kabul hari Senin (12/2/2024), lansir Associated Press.

Keduanya ditahan di Guantanamo tanpa proses peradilan sampai 2017, ketika mereka dipindahkan ke Kerajaan Oman dan ditempatkan sebagai tahanan rumah selama 7 tahun dan dilarang bepergian.

Amerika Serikat membuka pusat detensi di Guantanamo Bay, Kuba, di masa pemerintahan Presiden George W. Bush pada Januari 2002, menyusul serangan yang meruntuhkan kompleks gedung WTC di New York pada 11 September 2001 dan invasi pasukan AS ke Afghanistan dengan alasan memburu pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden yang disebutnya sebagai teroris.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Kala itu Afghanistan diperintah oleh Taliban. Amerika Serikat dibantu pasukan sekutunya dan NATO menggempur Afghanistan dan menggulingkan pemerintahan Taliban yang dituduhnya melindungi Bin Laden, lalu menempatkan pemerintah boneka di Kabul.

Setelah terungkap bahwa kebanyakan orang yang dijebloskan ke Guantanamo berasal dari berbagai negara tanpa bukti yang jelas dan tanpa melalui proses peradilan dan mereka mengalami penyiksaan dan diperlakukan tidak manusiawi, pemerintah Amerika Serikat tidak dapat mengurung mereka lebih lama dan terpaksa mencari negara lain yang bersedia menampung orang-orang tersebut.

Saber, yang aslinya berasal dari Provinsi Logar, ditangkap oleh pasukan Amerika pada 10 Mei 2002, kara Qani. Pada bulan oktober tahun itu, setelah empat bulan dikurung dinpenjara Bagram di pinggiran Kabul, Saber dipindahkan ke Guantanamo.

“Sebagai hasil dari upaya Emirat Islam Afghanistan, setelah sekian lama mendekam di penjara dan pembatasan-pembatasan yang diperlakukan atasnya dicabut, dia akan kembali ke kampung halamannya,” kata Qani.

Karim, seorang warga distrik Tani di Provinsi Khost, di bagian timur Afghanistan, ditangkap di Pakistan pada 14 Agustus 2002. Setelah dikurung di dalam penjara di sana selama beberapa bulan, dia diserahkan oleh aparat Pakistan ke pasukan Amerika.

Karim dipindahkan ke Guantanamo pada awal 2003 sebelum akhirnya dipindahkan ke Oman pada 2017.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfganistanGuantanamoTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tak Sudi Terima Uang Zionis, Bandar Ganja Maroko Boikot ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Potensi Wakaf Sangat Besar, Mencapai Rp180 Triliun Per Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?