Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jangan Jadikan Bukber Ajang Pamer dan Persaingan  

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 Maret 2024 10:01 10:01 am
Ahmad
Dipublikasikan 22 Maret 2024 10:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tradisi buka bersama (bukber) menjadi momen kebersamaan dan ajang mempererat silaturahmi, namun tak jarang juga menjadi ajang memamerkan diri.

Demikian menurut Awan Setia Dharmawan, S.Sos., M.Si,  dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).  

“Orang bukber itu membawa kepentingan yang berbeda. Ada yang murni ingin menjalin silaturahmi atau justru show off dengan menampilkan apa yang dipunya. Ini merupakan salah satu bentuk ekspresi diri selama masih dalam batas yang wajar,” ujar Awan.

Menurut Awan ada beberapa alasan mengapa orang melakukan pamer saat bukber. Salah satunya adalah sebagai upaya balas dendam dari pengalaman masa lalu.

“Mungkin dulu sempat dibully dan sekarang ingin membuktikannya. Tapi, ini secara tidak langsung atau eksplisit,” ujar awan.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Selain itu, momen berkumpul dalam bukber seringkali dijadikan platform untuk menegaskan siapa diri seseorang di hadapan orang lain. Ini sejalan dengan konsep personal branding yang bertujuan untuk mengendalikan atau mempengaruhi bagaimana citra diri seseorang dilihat oleh orang lain.

“Dalam perspektif sosiologis, fenomena pamer dalam bukber dapat dipahami sebagai bagian dari teori hyper consumption, di mana masyarakat cenderung mengonsumsi barang lebih dari kebutuhan untuk mengekspresikan identitas dan status sosialnya,” ungkapnya.

Fenomena ini semakin dipicu dengan kebutuhan untuk berfoto dan mengunggahnya di media sosial. Ini memunculkan tekanan untuk tampil menarik dalam setiap kesempatan.

Bahkan, jika itu berarti harus mengeluarkan uang untuk membeli barang-barang baru atau mempersiapkan bukber dengan segala kemewahan.

Ironisnya, hal tersebut dapat memunculkan rasa iri di kalangan individu tertentu karena merasa terpinggirkan atau tidak mampu mengikuti gaya hidup yang lainnya.

Namun, yang lebih penting adalah bagaimana individu dapat mengelola emosinya di tengah tekanan sosial tersebut.

“Bahkan, kadang ada pertanyaan yang lebih personal, seperti ‘Kapan lulus? Penghasilanmu berapa? Kerja di mana?’.  Pertanyaan itu efeknya bisa mengerikan, seperti halnya menutup komunikasi kembali atau justru bunuh diri,” tegasnya.

Karenanya  Awan berharap, jangan sampai momen yang seharusnya penuh kebersamaan dan keberkahan, berubah menjadi ajang pamer dan persaingan.

“Kurangi perilaku pamer, karena tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama. Show off lah pada circle-mu yang imbang,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Buka Bersamabukberpamersilaturahmi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya senjata israel Yaman Menjamin Tidak akan Serang Kapal China dan Rusia di Laut Merah
Tulisan selanjutnya PBNU Beri Ucapan Selamat Kemenangan Prabowo, Ajak Masyarakat Fokus Persatuan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Berita
13 Oktober 2026 16:03
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?