Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Di Ambang Keruntuhan Ekonomi, 46 Ribu Bisnis ‘Israel’ Tutup

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 12 Juli 2024 01:06 1:06 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 12 Juli 2024 06:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Empat puluh enam ribu bisnis Israel terpaksa ditutup sebagai akibat dari perang yang sedang berlangsung dan dampaknya yang menghancurkan perekonomian, lapor surat kabar Ibrani Maariv pada Rabu (10/07).

Maariv bahkan menyebut menyebut ‘Israel ‘sebagai “negara yang runtuh.”

“Ini adalah angka yang sangat tinggi yang mencakup banyak sektor. Sekitar 77 persen dari bisnis yang telah ditutup sejak awal perang, yang terdiri dari sekitar 35.000 bisnis, adalah bisnis kecil dengan maksimal lima karyawan, dan merupakan bisnis yang paling rentan dalam perekonomian,” kata Yoel Amir, CEO dari perusahaan layanan informasi dan manajemen risiko kredit Israel, CofaceBdi, kepada Maariv.

Laporan tersebut menambahkan bahwa “industri yang paling rentan adalah industri konstruksi, dan akibatnya juga seluruh ekosistem yang beroperasi di sekitarnya: keramik, AC, aluminium, bahan bangunan, dan banyak lagi – Semua ini rusak secara signifikan,” menurut peringkat risiko CofaceBdi.

Sektor perdagangan juga terkena dampak yang parah. Ini termasuk sektor jasa dan industri termasuk fashion, furnitur, peralatan rumah tangga, hiburan, transportasi, dan pariwisata.

Baca Juga

Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid

Israel berada dalam situasi di mana “hampir tidak ada pariwisata asing,” kata laporan itu, seraya menambahkan bahwa “kerusakan pada bisnis terjadi di seluruh negeri, dan hampir tidak ada sektor yang selamat.”

Termasuk juga sektor pertanian, sebagian besar berbasis di selatan dan utara – keduanya dianggap sebagai zona tempur aktif karena ancaman dari perlawanan Palestina dan Hizbullah Lebanon – dukungannya terhadap Israel secara signifikan berkontribusi terhadap kejatuhan ekonomi.

CEO CofaceBdi memperkirakan bahwa 60.000 bisnis ‘Israel’ diperkirakan akan ditutup pada akhir tahun 2024.

Serangan Hizbullah telah sangat mempengaruhi bisnis dan pendidikan lokal di wilayah utara. Puluhan ribu pemukim terpaksa mengungsi. “Tujuan kami untuk menguras ekonomi musuh … telah tercapai,” kata pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah pada 10 Juli lalu.

Operasi maritim tentara Yaman juga berkontribusi terhadap kejatuhan ekonomi. Pendapatan di pelabuhan-pelabuhan utama, seperti pelabuhan selatan Eilat, telah turun secara signifikan.

Pada bulan-bulan terakhir tahun 2023, PDB Israel anjlok hampir 20 persen.

Ancaman eskalasi dengan Hizbullah juga menimbulkan kekhawatiran di ‘Israel’ bahwa perang skala penuh dengan perlawanan Lebanon akan menjerumuskan ekonomi lebih dalam ke dalam keruntuhan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekonomiHeadlineHizbullahisraelOperasi Taufan Al-Aqsha
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menghibur Anak-anak Yatim
Tulisan selanjutnya Puncak Menara Katedral Rouen Terbakar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Berita
27 September 2026 08:42
Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia
Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China

Terbaru

  • Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
  • Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
  • MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
  • LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
  • Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
  • Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot
  • Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot

1 Oktober 2026 14:54
Berita

Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq

30 September 2026 21:34
Berita

Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

30 September 2026 20:05
Berita

Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah

30 September 2026 19:02
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?