Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Negaranya Jadi Penjara Terbuka Warga Tunisia Protes Presiden Saied

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Juli 2025 21:12 9:12 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Juli 2025 03:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Ratusan aktivis Tunisia hari Jumat (25/7/2025) berunjuk rasa di ibu kota guna memprotes Presiden Kais Saied, mengutuk pemerintahan otoriternya yang menjadikan negara mereka layaknya penjara terbuka.

Pengunjuk rasa dengan mengusung slogan “Republik ini sebuah penjara besar” berjalan menyusuri Habib Bourguiba Avenue. Mereka menuntut pembebasan tokoh-tokoh oposisi, para jurnalis dan aktivis, lapor Reuters.

Aksi protes itu menandai empat tahun penumpukan kekuasaan yang dilakukan Saied. Pada 2021, dia membubarkan parlemen dan mulai berkuasa dengan mengeluarkan dekrit, sebuah langkah yang dianggap oleh oposisi sebagai kudeta.

Pada 2022, Saied membubarkan lembaga independen Dewan Peradilan Agung dan memecat puluhan hakim, langkah yang disebut oposisi sebagai upaya Saied untuk mewujudkan pemerintahan satu orang.

Saied berdalih dia tidak mencampuri urusan kehakiman, tetapi tidak seorang pun yang kebal terhadap akuntabilitas, apa pun nama atau jabatannya.

Baca Juga

Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

Pada tahun 2023, Saied menyebut para politisi sebagai “pengkhianat dan teroris” dan bahwa hakim yang membebaskan mereka adalah antek-anteknya.

Para pengunjuk rasa mengatakan bahwa Tunisia di bawah pemerintahan Saied terjerumus ke dalam otoritarianisme, dengan banyaknya penangkapan bermotif politik dengan tujuan membungkam suara-suara yang berseberangan dengannya.

“Tujuan pertama kami adalah memerangi tirani untuk memulihkan demokrasi dan menuntut pembebasan para tahanan politik,” kata Monia Ibrahim, istri dari politisi oposisi Abdelhamid Jelassi yang dijebloskan ke dalam penjara, kepada Reuters.

Di antara tokoh politik yang dijebloskan ke penjara adalah Rached Ghannouchi, pemimpin partai Islam Ennahda, dan Abir Moussi, pemimpin Partai Kebebasan Konstitusional.

Selain mereka ada banyak politisi lain, para jurnalis, pengacara yang dimasukkan ke dalam penjara dengan tuduhan terorisme dan konspirasi.

Orang-orang yang ditarget oleh Saied tidak sedikit yang melarikan diri ke luar negeri, mengajukan permohonan suaka di negara-negara Barat.

“Penjara-penjara dipenuhi oleh lawan politik Saied, aktivis dan jurnalis,” kata Saib Souab, putra dari Ahmed Souab, pengacara yang dibui karena vokal mengkritik Saied.

“Tunisia berubah menjadi sebuah penjara terbuka. … Bahkan mereka yang tidak dimasukkan ke dalam penjara hidup dalam kebebasan yang terkekang, ketakutan akan ancaman penangkapan dengan tuduhan pengkhianatan,” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kais Saiedtunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahkamah Agung Prancis Anulir Surat Perintah Penangkapan Bashar Assad
Tulisan selanjutnya NASA Mengurangi 20 Persen Pekerja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS

Berita
22 September 2026 12:57
Haiti Ekstradisi 18 Tersangka Pembunuhan Presiden Jovenel Moise ke Amerika Serikat
Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
Hari Solidaritas Hijab, Muslimat Hidayatullah Jaksel Ajak Muslimah Bangga Berhijab
Perkuat Ukhuwah, UII Dalwa dan Majelis Ugama Islam Pattani Gelar Dialog Keislaman Melayu-Nusantara

Terbaru

  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
  • Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran
  • Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah
  • Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
  • Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

27 September 2026 08:42
Garda Revolusi Pembajakan Pesawat
Berita

Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran

27 September 2026 07:18
Berita

Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

27 September 2026 05:06
Berita

Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia

26 September 2026 17:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?