Hidayatullah.com – Arab Saudi mengumumkan memperpanjang penutupan operasional di bandara internasional King Khalid ibu kota, Riyadh, setelah serangkaian serangan Houthi menyasar fasilitas tersebut.
Dalam pengumumannya pada Senin, Otoritas Umum Penerbangan Sipil menyatakan bahwa penangguhan operasional di Bandara Internasional King Khalid diperpanjang guna merampungkan prosedur yang diperlukan untuk memverifikasi keselamatan fasilitas bandara serta kesiapan operasionalnya.
Arab Saudi memperpanjang penutupan bandara hingga pukul 21.00 GMT pada 17 Oktober, demikian disampaikan Flightradar24 melalui platform X, seraya menambahkan bahwa penutupan tersebut berdampak pada hampir 700 penerbangan setiap harinya.
Secara terpisah, Gulf Air mengumumkan pembatalan penerbangan mereka dari dan menuju Riyadh hingga 17 Oktober.
Perlu diketahui, ketegangan antara Arab Saudi dan milisi Syiah Houthi di Yaman memuncak pada beberapa hari terakhir. Milisi yang didukung Iran tersebut melancarkan rentetan serangan ke bandara serta berbagai fasilitas sipil dan energi milik Saudi.
Pada Ahad sore waktu setempat, menurut otoritas Saudi, sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 bandara tersebut.
Serangan itu menewaskan seorang warga Pakistan dan melukai 11 orang lainnya. Koalisi pimpinan Saudi juga menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah di dekat bandara itu.
Sehari sebelumnya, pada hari Sabtu, serangan Houthi menghantam terminal penumpang di bandara tersebut, menewaskan 13 orang dan melukai 309 lainnya, menurut otoritas Saudi.
Koalisi pimpinan Saudi menuduh kelompok Houthi sebagai pelaku serangan hari Sabtu itu dan menyebut serangan tersebut sebagai “kejahatan perang nyata.”




