Hidayatullah.com-– Hujan lebat pada hari Kamis pagi (15/10/2026) gagal menepis kekhawatiran warga Singapura akan bahaya kabut asap karhutla, pasalnya sebagian warga melaporkan air hujan yang mereka tampung dalam ember-ember di luar rumah berwarna abu-abu kehitaman.
AsiaOne melaporkan bahwa seorang penduduk Ang Mo Kio bermarga Zhong mengumpulkan dalam ember air hujan yang berwarna abu-abu kehitaman.
Laman Instagram Singapore Parents juga menunjukkan rekaman video air hujan dalam sejumlah ember yang berwarna keruh abu-abu kehitaman.
Menurut laporan CNA, hujan bisa menarik keluar dari udara partikel-partikel polutan saat butiran air jatuh ke bumi. Namun, disebabkan kabut mengandung asap halus dan partikel polusi, curah hujan mungkin tidak dapat menghilangkan semuanya dengan cepat, sehingga airnya menjadi keruh.
Kualitas udara Singapura memasuki kategori sangat tidak sehat pada hari Rabu, dengan Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam mencapai 203 di bagian barat pulau tersebut, lapor AsiaOne.
Meskipun kualitas udara sedikit membaik pada Kamis pagi, kualitas udara kembali memburuk, dengan angka mencapai 205 mikrogram per meter kubik di wilayah tengah pada pukul 5 sore.
Sport Singapore menutup sementara fasilitas ActiveSG di luar ruangan dan yang tidak ber-AC sebagai tindakan pencegahan.*




