Hidayatullah.com – Penjajah ‘Israel’ terus melancarkan pembantaiannya di Jalur Gaza, meski adanya kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS sejak 10 Oktober.
Terbaru serangan Zionis membunuh tiga warga Palestina pada Rabu, sedangkan seorang anak Palestina syahid akibat luka-lukanya yang diderita serangan ‘Israel’ sebelumnya.
Dua warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka, termasuk satu orang dalam kondisi kritis, ketika sebuah pesawat drone ‘Israel’ menyasar sebuah sepeda listrik di dekat Jalan al-Sinaa di sebelah barat Kota Gaza, ungkap seorang sumber medis kepada Anadolu.
Para saksi mata mengatakan serangan tersebut menghantam sepeda listrik itu di dekat persimpangan al-Sinaa, membunuh pengendaranya serta seorang pejalan kaki yang kebetulan berada di lokasi.
Menurut koresponden Anadolu, area yang disasar merupakan kawasan padat penduduk yang dikelilingi oleh tenda-tenda tempat bernaung warga Palestina yang mengungsi.
Beberapa waktu sebelumnya, di hari yang sama ‘Israel’ membunuh seorang warga Palestina dan melukai seorang lainnya dalam serangan drone di Khan Younis.
Di Gaza City, seorang anak berusia 10 tahun bernama Abdul Rahman Khalil Awad meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya dua hari sebelumnya dalam serangan ‘Israel’ di lingkungan Sheikh Radwan, di bagian utara kota tersebut, tambah sumber yang sama.
Tembakan dan serangan artileri sporadis juga dilaporkan terjadi di Gaza City dan kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara.
Serangan militer penjajah ‘Israel’ di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah membunuh lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai 175.000 lainnya. Hampir seluruh infrastruktur sipil hancur.
Pembantaian ‘Israel’ tidak berhenti meski gencatan senjata pada 10 Oktober 2025. Data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak itu penjajah telah membunuh 1.534 warga Palestina dan melukai 5.486 lainnya.*




