Hidayatullah.com – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim hari Rabu mengumumkan larangan total bagi pegawai negeri sipil untuk menggunakan aplikasi navigasi Waze.
Pemimpin Malaysia yang vokal mengecam Zionis dan sekutunya itu menegaskan bahwa larangan tersebut untuk “melindungi informasi pemerintah serta data pribadi pengguna dari ancaman penyalahgunaan oleh rezim Israel.”
“Informasi sensitif pemerintah dan data pribadi warga negara harus dilindungi agar tidak dieksploitasi oleh rezim Israel dengan cara yang dapat memengaruhi keamanan dan kedaulatan nasional,” kata Anwar Ibrahim, dilansir Yeni Safak pada Kamis (22/10/2026).
Aplikasi Waze dimiliki Waze Mobile Ltd, sebuah perusahaan yang mengelola data pengguna di bawah yurisdiksi hukum Israel. Waze adalah aplikasi navigasi GPS berbasis komunitas yang menyediakan peta serta informasi lalu lintas secara real-time untuk pengguna mobil, sepeda motor, dan taksi.
Anwar Ibrahim menambahkan bahwa status perusahaan tersebut yang terdaftar di bawah hukum ‘Israel’ menciptakan kerentanan yang tidak dapat diterima terhadap informasi negara dan privasi pribadi.
Ia mengimbau seluruh masyarakat Malaysia untuk segera berhenti menggunakan Waze dan beralih ke layanan navigasi dalam negeri, seperti TuJu.
Menurutnya, demi kepentingan keamanan nasional, lembaga pemerintah akan menerapkan larangan ini dengan ketat.
Malaysia tetap memegang teguh pendirian untuk tidak melakukan normalisasi hubungan dengan ‘Israel’, dan sebelumnya telah membatasi interaksi dengan perusahaan-perusahaan yang dianggap mendukung entitas Zionis tersebut.
Larangan penggunaan Waze ini merupakan langkah terbaru yang ditujukan untuk memastikan infrastruktur digital tetap bebas dari risiko intelijen asing.*




