Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemerintah: Butuh Puluhan Triliun Rupiah untuk Penyaluran Vaksin Covid-19

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Mei 2020 10:16 10:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Mei 2020 10:16
Bagikan
Menristek Bambang Brodjonegoro
Bagikan

Hidayatullah.com- Menurut pemerintah perlu puluhan triliun rupiah untuk penyaluran vaksin virus corona jenis baru (Covid-19) kalau setengah dari jumlah penduduk Indonesia divaksin, dalam suatu skenario.

Menurut Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, didapatkan skenario kalau orang yang divaksin adalah separuh dari jumlah penduduk Indonesia, yaitu sekitar 130 jutaan orang, maka butuh 260 jutaan ampul vaksin. Sebab, satu kali vaksin butuh dua ampul.

“Waktu itu keluar angka sampai puluhan triliun (rupiah) untuk pengadaan dan distribusi vaksin,” ujar Menristek Bambang saat berdiskusi dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang ditayangkan secara langsung di Jakarta, Jumat (08/05/2020) kutip Antaranews.com semalam.

Baca: Pemerintah Diimbau Tak Bekerja Sama dengan Bill Gates Teliti Obat Covid-19

Menurut Menristek Bambang, pandemi Covid-19 hanya akan berakhir dan tak menjadi ancaman jika vaksin telah ditemukan.

Menurutnya Konsorsium Covid-19 yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi saat ini berupaya untuk mengembangkan vaksin Covid-19 di Indonesia. Kemungkinan paling cepat vaksin itu bisa dibuat dalam waktu satu tahun.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Disebutkan, dalam rangka memenuhi kebutuhan pengadaan vaksin Covid-19 bagi masyarakat, paling tidak ada keterlibatan pemerintah dengan memberikan subsidi. “Misalkan kelompok yang sanggup itu barangkali membayar, nah kelompok yang tidak mampu itu yang disubsidi,” sebutnya.

Menurut Menristek Bambang, keterlibatan pemerintah itu bisa dengan menanggung 50-100 persen dari harga vaksin. Kalau tak ada subsidi ia khawatir sebagian warga Indonesia tak sanggup membeli vaksin.

“Menurut saya mungkin harus ada, paling tidak keterlibatan pemerintah untuk bisa menyebarkan vaksin tersebut,” sebutnya.

Disebutkan kalau vaksinnya harus sepenuhnya dibeli sendiri, dikhawatirkan orang-orang tertentu saja yang punya uang yang bisa membeli vaksin.

“Yang berarti orang yang bisa selamat itu berarti itu dipilih-pilih, hanya yang sanggup. Menurut saya nanti harus ada skema dimana pemerintah ikut terlibat,” sebutnya.

Sementara sebelumnya diberitakan, Bill Gates melalui Gates Foundation menawarkan fasilitas pendanaan kepada lembaga penelitian Indonesia untuk meneliti vaksin Covid-19. Sejumlah lembaga penelitian menyambut kesempatan ini.

Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Puspita Lisdiyanti menyebut kerja sama yang ditawarkan Gates Foundation dapat mempercepat penemuan vaksin Covid-19. Namun mantan Menteri Kesehatan era Presiden SBY, Siti Fadilah Supari, mengimbau Pemerintah tidak melakukan kerja sama dengan Gates Foundation mengingat beberapa konsekuensi yang dapat merugikan Indonesia.

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto yang juga Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Industri dan Pembangunan, mengimbau Pemerintah lebih aktif mendorong lembaga penelitian dalam negeri untuk menemukan vaksin Covid-19.

Menurut Mulyanto kemampuan lembaga penelitian Indonesia juga sudah diakui dunia internasional.

Menurut Mulyanto, saat ini Pemerintah memang perlu membangun kerja sama internasional untuk menanggulangi Covid-19. Namun upaya itu harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan beberapa aspek terkait.

“Sekarang ini Covid-19 bukan hanya sekedar isu kesehatan tapi sudah berkembang menjadi isu keamanan. Untuk itu Pemerintah perlu berhati-hati mengkaji berbagai konsekuensi dari kerja sama yang akan dilakukan.

Jangan sampai Indonesia terjebak dalam permainan spekulan internasional yang akan merugikan rakyat,” tegas Mulyanto dalam rilisnya di Serpong kepada hidayatullah.com (30/04/2020).*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bambang PS BrodjonegoroBRINcovid-19Menristekobat Covid-19vaksinvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya WHO: Coronavirus Bisa Membunuh 190.000 Orang Afrika Dalam Setahun
Tulisan selanjutnya Allah Berbuat Menurut Kehendak-Nya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Berita
13 Oktober 2026 00:13
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?