Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Yahya Cholil Staquf Bercerita Mengapa NU Enggan Mengusung Negara Islam

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 8 Maret 2023 21:39 9:39 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 8 Maret 2023 21:37
Bagikan
radikalisme
Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf
Bagikan

Hidayatullah.com—Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf bercerita bahwa dirinya pernah ditanya seseorang saat dulu menjadi Katib Aam PBNU perihal alasan di balik NU enggan mengusung negara Islam. Padahal, NU merupakan organisasi Islam terbesar di negara mayoritas Muslim terbesar.

Artinya, jika hal itu terwujud, tentu NU menjadi paling untung menurut orang yang bertanya itu, demikian ujarnya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) di Santika Dyandra Convention Center, Medan, Sumatra Utara, Rabu (8/3/2023) dikutip laman nu.or.id.

Ia menegaskan bahwa para pendiri negeri telah bersepakat atas fondasi-fondasi negeri yang diambil dari elemen-elemen mulia berdasarkan latar belakang mereka masing-masing, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Liberalisme, Tradisionalisme, hingga Komunisme.

“Jadilah Pancasila dan UUD 1945,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.

Menurutnya, itulah kesepakatan yang sudah dibuat sejak sebelum Indonesia merdeka. Lebih lanjut, dalam berbagai forum yang pernah diikuti dengan berbagai macam topik dan agenda, ia berpikir  menawarkan, kenapa kita tidak melakukan hal yang sama.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

“Kita hidup heterogen. Kenapa kita tidak berpikir yang sama? Berpikir tentang apa yang mulia untuk masa depan kita bersama? Kenapa kita tidak berpikir tentang ekonomi yang mulia dan bukan sekadar memperbesar akumulasi sumber daya, tetapi format ekonomi yang mulia,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta Rakernas LPTNU agar berpikir ilmu pengetahuan untuk mencapai kemuliaan. “Kita tidak bisa hanya mengerti tentang ilmu pengetahuan untuk meningkatkan persaingan,” katanya.

“Kita punya mandat untuk berjuang agar ilmu pengetahuan kita kembangkan untuk kita sumbangkan bagi upaya mencapai kemuliaan bagi masa depan umat manusia,” pungkasnya.

Ia menegaskan bahwa tidak cukup hanya menjadikan NU sebagai organisasi yang canggih. Sebab, hal tersebut barangkali hanya bisa dinikmati oleh elite saja.

Karenanya, perlu pemikiran untuk membangun peradaban untuk masa depan. Hal demikian bisa lebih dinikmati kemaslahatannya di semua elemen masyarakat yang lebih luas.

“Maka agar jangkauan lebih luas kita berpikiran membangun format peradaban, menyumbangkan sesuatu yang maslahat bagi pembangunan peradaban masa depan,” katanya.

Tak pelak, NU hadir di sana dalam rangka membangun peradaban masa depan yang lebih baik. *

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinenegara IslamNUPBNUYahya Cholil Staquf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peringatkan LGBT dan Rendahnya Kelahiran, Jepang akan Punah jika Masyarakatnya Menolak Memiliki Anak
Tulisan selanjutnya Gerombolan Yahudi Al-Aqsha Pemukim Haram ‘Israel’ Serbu Masjid Al-Aqsha dan Serang kota Hawara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?