Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Soal Buya Hamka: Indonesia Ketinggalan, Tapi Belum Terlambat

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Mei 2023 12:02 12:02 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 Mei 2023 12:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Buya Hamka wafat tahun 1981, namun baru diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2011. Selama kurun waktu tiga dekade itu, umat Muslim Indonesia praktis ‘kehilangan jejak’ beliau. Demikianlah keprihatinan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Pusat, Akmal Sjafril, dalam wawancara yang dilakukan melalui aplikasi Whatsapp pada Senin (08/05).

Selama tiga puluh tahun setelah wafatnya Buya Hamka, hanya Tafsir Al-Azhar dan beberapa buku beliau lainnya saja yang masih banyak beredar. “Selebihnya tidak banyak di pasaran, bahkan tidak sedikit yang sudah lama berhenti dicetak. Baru beberapa tahun belakangan ini buku-buku karya Buya Hamka mulai dicetak ulang secara masif lagi di Tanah Air,” ungkap lelaki yang menulis tesis dan disertasinya tentang Buya Hamka ini.

Hal yang sama, menurut Akmal, justru tidak terjadi di negeri jiran seperti Singapura dan Malaysia. “Waktu saya mengerjakan tesis pada tahun 2009, saya harus berburu karya Hamka di toko-toko buku bekas. Tapi ketika saya mengunjungi Singapura pada tahun 2012, baru saya menyadari bahwa buku-buku Buya tidak pernah berhenti dicetak ulang dan terus beredar di Malaysia dan Singapura,” ujar Akmal lagi.

Dalam forum-forum akademis, pemikiran Buya Hamka masih terus digali di Malaysia. “Saya pernah menyampaikan makalah saya tentang peranan Buya Hamka dalam mencegah konfrontasi Indonesia dengan Malaysia di Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Sambutannya sangat bagus, banyak yang tertarik. Pada dasarnya orang Malaysia selalu penasaran jika ada karya yang membicarakan Buya Hamka, sebab nama Buya Hamka sangat mentereng di sana. Seminar tentang pemikiran Buya Hamka tidak pernah absen diadakan setiap tahunnya di Malaysia,” tandas aktivis #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) ini.

Besarnya perhatian warga jiran terhadap Buya Hamka terlihat sangat kontras dengan kondisi di Tanah Air. “Banyak yang kaget ketika mengetahui betapa besar kontribusi pemikiran beliau, karena banyak yang hanya mengenal beliau dari novel-novelnya. Bagi sebagian orang, imej Hamka sebagai novelis bahkan lebih kuat ketimbang sebagai ulama. Sebagiannya hanya bisa melihat permukaan terluar dari novel-novel Hamka, sehingga hanya muncul kesimpulan bahwa Buya adalah penulis roman yang pandai menguras air mata. Padahal di masa lampau sudah cukup banyak yang menganalisis karya-karya fiksi beliau secara mendalam, melihat kandungan nilai-nilai keislaman di dalamnya, kritik-kritik sosialnya dan seterusnya,” ujar Akmal.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

“Indonesia sudah ketinggalan beberapa langkah dalam melestarikan warisan pemikiran Buya Hamka. Walaupun begitu, tidak ada kata terlambat, selama belum Kiamat,” pungkas penulis buku Islam Liberal: Ideologi Delusional ini.

Selain menggelar Nobar & Bedah Film Buya Hamka di Jakarta dan Bandung, SPI banyak menggali pemikiran Buya Hamka dalam berbagai kegiatannya. Ketika pada akhir 2022 muncul isu bahwa Hamka mengharamkan Pancasila, SPI merespon beberapa hari kemudian dengan menggelar Studium Generale bertajuk “Sikap Buya Hamka Terhadap Pancasila”. (SPI Media Center)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akmal SjafrilBuya HamkaIndonesia Tanpa JILITJJaringan Islam LiberalSekolah Pemikiran Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Lancarkan Serangan ke Gaza, Bunuh Anggota Jihad Islam Beserta Keluarganya
Tulisan selanjutnya wajah baru taliban bendera afghanistan PBB Minta Taliban Afghanistan Hentikan Praktik Eksekusi Mati, Cambuk dan Rajam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?