Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Qatar Memutuskan Kontrak dengan Perusahaan yang Mendukung Penjajah ‘Israel’

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 November 2023 15:02 3:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 November 2023 15:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Serangan jet dan pembantaian Zionis dibantu Amerika dan Eropa di Gaza yang telah memasuki hari ke-27 memicu seruan global untuk melakukan aksi boikot.  Seruan lokal mendesak Qatar memboikot toko kue populer asal Prancis.

Toko Maître Choux kehilangan kontrak dengan Qatar setelah seruan boikot atas sikap pemiliknya yang pro-’Israel’ di tengah pembantaian keji di Jalur Gaza, Palestina. Manajemen Doha Oasis mengumumkan penutupan permanen dan pemutusan kontrak dengan sang pemilik karena dukungan kuatnya terhadap penjajah ‘Israel’, ketika rezim Zionis tersebut terus melancarkan salah satu bencana terburuk dalam sejarah dan pembantaian terhadap warga Palestina.

Pendirinya, Prancis Jeremie Vaislic mendapat kecaman setelah secara terbuka menulis pesan-pesan provokatif pro-Israel dan rasis di akun Instagram-nya serta menampilkan sentimen xenofobia.

Vaislic membagikan video Pasukan Penjajah Israel (IOF) menculik dan mengikat warga sipil Palestina di belakang mobil, sambil memutar musik keras dan tertawa. “Militer IDF memutar musik untuk teroris di bagasi,” tulisnya sambil menambahkan tiga emoji tertawa dikutip Doha News.

Sejak dimulainya perang, pasukan pendudukan Israel (IOF dan IDF) telah menyebabkan sedikitnya 9.061 warga gugur, termasuk 3.7660 anak-anak dan 2.326 perempuan.

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Tak hanya roti Prancis yang berdampak. Masyarakat Qatar juga melancarkan kampanye boikot terhadap cabang Pura Vida Miami di Doha setelah CEO Pura Vida Miami mempublikasikan pendiriannya yang pro-’Israel’ dan menyebut warga Palestina sebagai “teroris”.

Pura Vida, sebuah kafe populer yang terletak di Pulau Al Maha, menghadapi gelombang seruan boikot dalam beberapa hari terakhir setelah CEO-nya membuat pernyataan pro-’Israel’ setelah Zionis melancarkan pemboman mematikan dan dilarang oleh internasional di Gaza.

Omer Horev membagikan gambar bendera ‘Israel’ dengan slogan: “Sekarang dan selamanya, kami berdiri bersama rakyat ‘Israel’!”

Kafe yang berbasis di Miami ini membuka cabang di Pulau Al Maha di kota Lusail akhir tahun lalu, yang berfungsi sebagai hotspot bagi pengunjung asing dan lokal.

Hubungan kafe tersebut dengan ‘Israel’ baru mencuat pekan ini setelah ada unggahan Horev beredar di media sosial. Dalam unggahanya,  Horev menggambarkan orang-orang Palestina sebagai “teroris” sebelum postingan lain menyebut Hamas sebagai “binatang”.

Di bawah gulungan tersebut, Horev berkomentar: “Ini adalah hari yang kelam. Berdoalah untuk ‘Israel’.”

Publik Qatar dengan cepat merespons di media sosial dengan seruan untuk memboikot perusahaannya, Pura Vida. Beberapa orang menyebut pembukaan cabang tersebut di Doha sebagai “pengkhianatan terhadap perjuangan negara Islam.” 

“Beraninya! Dia terus memprovokasi orang-orang Arab sambil terus mengambil untung dari uang mereka,” kata seorang pengguna media sosial lokal yang marah di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Pengguna media sosial lainnya meminta pihak berwenang Qatar untuk menutup permanen cabang kafe di Qatar.

“Malunya kami kalau Kementerian Perdagangan tidak menutupnya. Hal ini sejalan dengan hukum menghina dan memprovokasi masyarakat. Restoran ini harus ditutup dan dihapus dari Qatar,” kata seorang pengguna Qatar yang prihatin.

Marks & Spencer (M&S) yang telah lama menjadi sasaran boikot,  kini kembali menudai badai seruan penutupan cabangnya di Timur Tengah. Marks & Spencer masuk daftar boikot setelah merilis iklan Natal yang dianggap oleh banyak orang mengandung pesan-pesan anti-Palestina, ketika jutaan warga Gaza menghadapi genosida ‘Israel’ dengan bantuan Amerika Serikat dan sekutunya.

M&S yang mengunggah video dengan tagar bejudul “#LoveThismasNotThatmas” memperburuk keadaan warga Qatar yang melihatnya sebagai referensi terselubung melawan kelompok perlawanan Palestina.

Tak lama setelah publik ramai, Marks & Spencer menghapus postingan kontroversial tersebut dari akun Instagram resmi mereka.  Bagi mereka yang mengetahui sejarah Marks & Spencer, kontroversi ini mungkin tidak mengejutkan. Sebab perusahaan ini berasal dari hubungannya dengan Zionisme dan ‘Israel’.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:boikotboikot IsraelgazaHeadlineisraelkueMaître ChouxpalestinaQatarSerangan IsraelZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus Cacar Monyet di Jakarta Sudah Positif HIV
Tulisan selanjutnya Turki Siap Menerima Pasien dari Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Berita
14 Oktober 2026 16:55
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?