Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mahasiswa Al Azhar Ini Terima Tantangan YouTuber Guru Gembul

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 September 2024 15:59 3:59 pm
Ahmad
Dipublikasikan 18 September 2024 15:04
Bagikan
Muhammad Nuruddin, penulis buku
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang mahasiswa Al-Azhar al Syarif menerima tantangan seorang YouTuber yang popular dipanggil Guru Gembul (GG) adu debat masalah ketuhanan.

Muhammad Nuruddin, yang juga seorang penulis buku-buku keislaman ini menulis di akun Facebook-nya terkait tawaran tantangan YouTuber yang sering mengkritik dunia pendidikan tersebut.

“Waktu ditantang Guru Gembul posisi saya sedang jogging di kejauhan 5 kilo dari rumah. Sampai rumah langsung saya respon. Tak lama setelah itu ia pun merespon balik. “Oke jadwalkan”, kata Pak Guru. Pihak yang saya harap bisa memediasi, tim Keira Publishing, sudah menyetujui dan akan menyewakan tempat. Info terbaru mereka sedang menunggu jadwal kosong di UIN Jakarta,” ujar penulis “Runtuhnya Teori Polemik Kitab Suci” ini.

“Kalau jadi, mungkin kita akan diskusi di sana. Kalau tidak, mungkin di tempat lain. Silakan hubungi tim terkait jika ada kampus atau lembaga lain yang ingin menyediakan tempat,” tambah penulis buku-buki mantiq ini.

Ia berharap apa yang dilakukan ini bisa ditiru siapapun. Apalagi jika ada seseorang yang menggugat dan mempertanyakan hal serius dalam masalah agama.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

“Tidak terkecuali para pembatal Nasab Ba’alawi, yang kesahihannya telah disepakati oleh para ahli. Kalau sudah bicara kesana-kemari, diundang ke berbagai tempat, menyatakan siap debat 3 hari 3 malam, tapi ketika diundang tidak datang, maka itu jadi pertanyaan besar. Sekaligus mengecewakan banyak orang,” ujarnya.

Sebelum ini, YouTuber GG telah menulis kalimat tantangan di akun Instagram-nya yang ditujukan kepada para akademisi dan ditembuskan kepada Muhammad Nuruddin dan Hanif Al-Attas, menantu Habieb Rizieq Shihab.

“Assalamu’alaikum, bagi baraya siapapun saya tantang, tunjukan kepada saya metodologi Ilmiahnya Allah, mau siapapun termasuk akademisi silahkan coba cari bagaimana cara mengilmiahkan Allah @mnuruddin1994 @HabibHanif Al Athos, “tulisnya di akun @GuruGembul hari Sabtu (15/9/2024) di IG.

Dalam unggahannya itu Guru Gembul menantang siapa saja yang bisa membuktikan Allah Subhanahu Wata’ala secara ilmiah.

“Ketika saya mengatakan bahwa Allah Subhanahu wata’ala dengan berbagai atributnya itu tidak bisa diilmiahkan. Sejauh yang saya ketahui justru sebaliknya, kaum muslimin arus utama; baik yang namanya sunni maupun yang namanya Syiah, mau yang namanya Mu’taziyah, mau yang namanya Sufi, mau yang namanya Wahabi, atau kelompok Sunnah atau apa segala rupa itu, bersepakat bahwa Allah memang tidak bisa untuk diilmiahkan,” ujar dia dalam unggahannya saat menantang pada akademisi.

“Apalagi begini baraya, kalau misalkan mau ya kita belajar sedikit sama-samalah, kalau baraya tidak bisa menerima definisi ilmiah yang saya ajukan, padahal sebenarnya gampang sih, bisa nanya ke ilmuwan mapapun bebaslah, gratis.”

“Setidaknya maka saya ingin sampaikan bahwa ilmiah itu melibatkan satu pembuktian indrawi, kemudian penelitian dan observasi, kemudian pengujian yang bisa diterapkan berulang-ulang, kemudian pernyataan dan klaim dari otoritas akademik, kemudian hipotesis yang didasarkan pada pertanyaan, dan penggunaan rasio. Nah, itu silahkan dibolak-balik”,” dalam video unggahannya.

Menurut GG, dengan menggunakan hukum logika, maka seseorang akan bisa mendefinisikan dan mengkategorikan sesuatu. Sementara baginya, dengan metode ilmiah, akan susah memasukkan Allah Subhanahu wata’ala.

“Kan begitu baru kita membangun definisi. Nah, kita tidak bisa mengelompokkan Allah Subhanahu Wataala pada satu kelompok tertentu, karena tidak ada yang serupa dengannya. Dan karena tidak bisa dikelompokkan, maka tidak bisa didefinisikan,” ujarnya.

“Allah Subhanahu Wata’ala itu adalah entitas yang kita pahami sebagai yang Maha ideal, dan Maha mutlak, dengan segala hal yang tidak terjangkau alias transenden. Nah, karena itu maka tidak mungkin sesuatu yang ideal dan transenden itu bisa kita capai dengan metodologi ilmiah,” ujar pria yang menurut Wikipedia memiliki pendapatan per bulan mencapai $1.7K – $27.2K (sekitar Rp26.134.100 sampai Rp372.026.600) dari perolehan konten YouTube-nya.

Menjawab tantantangan GG, Muhammad Nuruddin mengaku dengan senang hati akan meladeni. Menurutnya, tradisi debat ilmiah merupakan keteladanan intelektual ulama.

“Saking besarnya perhatian mereka tentang hal ini, sampai-sampai mereka membuat satu disiplin ilmu secara khusus untuk mengatur tatacara berdebat. Yaitu ilmu jadal, atau adab al-bahts wa al-munazharah (versi indonya sudah saya tuangkan dalam buku Ilmu Debat). Ilmu itu tidak dirangkai berdasarkan iman. Tapi kaidah-kaidah rasional yang bersifat universal. Kalau mau debat secara ilmiah, maka kita perlu menggunakan kaidah ilmu.

Meski demikian, ia mengingatkan YouTuber yang juga alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang sering menuntut pembuktian keilmiahan agama dan ketuhanan.

“Saya berharap Guru Gembul tidak hanya menuntut orang untuk menyajikan bukti ilmiah atas keberadaan Allah. Tapi dia juga harus menyampaikan apa bukti ilmiah bahwa akidah ketuhanan itu tidak ilmiah. Sekaligus membuktikan keilmiahan dari konsep ilmiah yang ia rumuskan sendiri,” ujarnya.

“Ingat bahwa metode ilmiah harus disesuaikan dengan objek yang dibahasnya. Kalau objek itu bersifat inderawi, maka dia harus dibahas dari sudut empirik. Tapi kalau tidak, maka harus menggunakan metode lain. Dan metode ini juga harus terbukti sahih secara ilmiah.”

Menurutnya, salah kekeliruan YouTuber Guru Gembul adalah dalam merumuskan makna “ilmiah”. Apalagi GG, yang belakangan ikut-ikutan membahas kedudukan nasab ini berpandangan, makna “ilmiah” selalu identik dengan inderawi.

“Karena itu dia sampai berani menyampaikan tantangan terbuka untuk siapa saja yang bisa “mengilmiahkan” keberadaan Allah. Ya kalau ilmiah itu hanya diartikan bersifat inderawi, sementara semua manusia tahu bahwa Tuhan itu tidak bersifat inderawi, maka tantangan kaya begitu sebetulnya nggak punya makna. Karena anak SMA juga tahu bahwa Tuhan itu nggak bisa dilihat,” ujar penulis buku “Membuktikan Al-Qur’an Sebagai Kalam Ilahi” ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:debat ilmiahguru gembulHeadlineketuhanan ilmiahmahasiswa al-AzharYoutuber
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya RUU Amandemen Wakaf 2024 akan Merampas Tanah Umat Islam India
Tulisan selanjutnya Presiden Jokowi Sebut Indonesia Pasar Besar Ekonomi Syariah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?