Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Suriah Umumkan Kesepakatan dengan Pasukan SDF yang Didominasi YPG Masuk dalam Negara

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Maret 2025 05:36 5:36 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 Maret 2025 05:28
Bagikan
Presiden Suriah sementara al-Sharaa dan Ferhat Abdi Şahin dengan nama samaran "Mazloum Kobani
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah baru Suriah yang dipimpin oleh Presiden sementara Ahmed al-Sharaa telah mencapai kesepakatan dengan cabang PKK di Suriah,  Satuan Pertahanan Rakyat (YPG), Pasukan Demokratik Suriah (SDF),  mencakup gencatan senjata dan penggabungan pasukan dengan tentara Suriah.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Presiden sementara al-Sharaa dan Ferhat Abdi Şahin dengan nama samaran “Mazloum Kobani,” pemimpin SDF paling dicari, demikian diumumkan oleh kepresidenan Suriah pada hari Senin (10/3/2025).

Suriye Devlet Başkanı Ahmed el-Şara, Mazlum Abdi ile Suriye topraklarının birliğini garanti altına alan ve bölünme projelerinin önüne geçen anlaşmaya imzaladığı an. pic.twitter.com/hDrjLIIL7C

— Ferhat Açıkgöz (@Ferhat10630) March 10, 2025

Perjanjian tersebut menekankan persatuan Suriah, dan menetapkan bahwa “semua lembaga sipil dan militer di Suriah timur laut” akan digabungkan “ke dalam administrasi negara Suriah, termasuk penyeberangan perbatasan, bandara, dan ladang minyak dan gas”.

SDF, sayap bersenjata YPG yang didukung AS, saat ini menguasai sepertiga wilayah Suriah, termasuk sebagian besar ladang minyak dan gas negara tersebut. YPG menggunakan nama SDF untuk memberi kesan legitimasi pada dirinya sendiri.

Kelompok tersebut, yang merupakan sempalan kelompok Partai Buruh Kurdistan (PKK) telah menolak untuk bergabung dengan Kementerian Pertahanan Suriah yang baru setelah jatuhnya rezim Assad di Suriah.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

PKK yang berideologi Marxisme-Leninisme, dinyatakan kelompok teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa, telah melakukan pemberontakan terhadap negara Turki sejak 1984.

Kesepakatan yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini akan membawa semua penyeberangan perbatasan dengan Irak dan Turki di timur laut, bandara, dan ladang minyak di bawah kendali pemerintah pusat.

Dengan kesepakatan ini, Kurdi Suriah akan mendapatkan hak-hak mereka, termasuk mengajar dan menggunakan bahasa mereka, yang sebelumnya dilarang selama beberapa dekade di bawah Assad.

Kesepakatan tersebut membayangkan integrasi lembaga-lembaga Republik Arab Suriah dan menegaskan kesatuan teritorial sambil menolak segala bentuk pemisahan, kata presiden di akun X.

Kesepakatan tersebut menyoroti bahwa “partisipasi dan representasi warga Suriah dalam proses politik dan lembaga negara berdasarkan prestasi, terlepas dari latar belakang agama dan etnis mereka, dijamin.”

Kesepakatan tersebut juga menggarisbawahi bahwa “komunitas Kurdi merupakan komponen integral dari negara Suriah, dan negara Suriah akan menjamin hak kewarganegaraan dan semua hak konstitusional.”

Hak-Hak Kurdi

Poin-poin penting lainnya dalam teks kesepakatan tersebut meliputi:

  • Memastikan gencatan senjata di seluruh wilayah Suriah,
  • Integrasi semua lembaga sipil dan militer di Suriah timur laut, termasuk perlintasan perbatasan, bandara, dan ladang minyak dan gas, ke dalam pemerintahan negara Suriah,
  • Dukungan untuk perjuangan negara Suriah melawan sisa-sisa rezim Bashar al Assad dan semua elemen yang mengancam keamanan dan persatuan negara,
  • Menolak terhadap seruan untuk memecah belah, ujaran kebencian, dan upaya untuk menimbulkan perselisihan di antara semua komponen masyarakat Suriah,
  • Pembentukan komite eksekutif untuk memastikan perjanjian tersebut dilaksanakan pada akhir tahun ini.”

Dikutip Al Jazeera, bahwa kesepakatan tersebut merupakan salah satu perkembangan paling penting sejak jatuhnya Presiden Bashar al-Assad yang telah lama berkuasa di tangan pasukan oposisi Suriah yang dipimpin oleh al-Sharaa pada bulan Desember.

Diketahui, sejak 2015, PKK/YPG telah menduduki beberapa provinsi Suriah, termasuk Deir el-Zour yang mayoritas penduduknya Arab, wilayah kaya sumber daya yang berbatasan dengan Irak, dibelah oleh Sungai Efrat dan merupakan rumah bagi puluhan komunitas suku.

Kelompok tersebut telah memaksa banyak penduduk setempat untuk bermigrasi, mendatangkan anggotanya untuk mengubah struktur demografi regional, melakukan penangkapan sewenang-wenang, menculik anak-anak suku setempat untuk perekrutan paksa, dan membunuh para pemimpin suku untuk menindas kelompok-kelompok lokal.

Kelompok  itu juga telah menyita sumur minyak di wilayah tersebut – yang terbesar di Suriah – dan menyelundupkan minyak ke rezim Suriah, meskipun ada sanksi AS, untuk menghasilkan pendapatan bagi kegiatannya.

Pasukan AS di Suriah telah melatih ribuan milisi YPG/PKK di pangkalan militer mereka di wilayah tersebut dengan dalih memerangi terorisme.

AS juga telah menyediakan sejumlah besar senjata dan peralatan tempur bagi  YPG/PKK.

Türkiye, yang memiliki pasukan di dalam wilayah Suriah, dan kelompok oposisi yang didukung Turki di wilayah barat laut Suriah secara rutin bentrok dengan PKK/YPG, yang berupaya membangun koridor perlawanan di sepanjang perbatasan negara tersebut.

Sebelumnya, pada tanggal 27 Februari pemimpin PKK yang dipenjara, Abdullah Ocalan, sercara resmi telah mengumumkan gencatan senjata dengan Turki menyerukan kelompoknya meletakkan senjata dan membubarkan diri, dan mengakhiri perjuangan bersenjata selama lebih dari empat dekade,  telah menambah tekanan tersendiri bagi pasukan SDF.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kesepakatanPasukan Demokratik Suriahpersatuan SuriahPresiden SuriahSDFstruktur negaraYPG
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Azhar Rayakan Milad ke-1085, Tebarkan Cahaya Ilmu dan Benteng Dakwah Islam
Tulisan selanjutnya Ramadhan di Gaza: “Apa yang Kita Makan Hari Ini, Ayah?”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?