Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Biarawati di Zagreb Diduga Lukai Diri Sendiri dan Rekayasa Serangan Berbau Islamofobia

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Desember 2025 07:45 7:45 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 Desember 2025 07:43
Bagikan
Biarawati Marija Tatjana Zrno (35)/Foto: https://teleskop.hr
Bagikan

Hidayatullah.com—Polisi Kroasia menyimpulkan bahwa klaim seorang biarawati Katolik di Zagreb yang mengaku ditikam pria tak dikenal sambil berteriak “Allahu akbar” merupakan laporan palsu. Penyidik menuduh biarawati tersebut justru membeli pisau sendiri, melukai diri, lalu melaporkan seolah diserang, sehingga kini terancam tuntutan pidana atas dugaan laporan kejahatan palsu, lapor Chatolic News Agency.

Polisi menyatakan bahwa tuduhan sebelumnya terhadap penyerang eksternal — termasuk klaim bahwa pelaku adalah migran Muslim — “sepenuhnya tidak berdasar,” tulis CNA.

“Kami telah menentukan bahwa wanita itu secara sadar membuat pengaduan palsu meskipun ia mengetahui bahwa hal itu adalah kejahatan,” demikian bunyi pernyataan PUZ.

Peristiwa dilaporkan terjadi pada 28 November 2025 di kawasan Malešnica, Zagreb, ketika seorang biarawati berusia 35 tahun bernama Marija Tatjana Zrno dibawa ke rumah sakit dengan luka benda tajam di bagian perut.

Dalam laporan awal kepada polisi, ia mengaku ditikam oleh pria tak dikenal yang kemudian melarikan diri, dan sempat dikaitkan dengan narasi bahwa pelaku berteriak “Allahu akbar” serta diduga sebagai migran Muslim, sehingga memicu kekhawatiran publik.

Baca Juga

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Setelah penyelidikan selama sekitar empat hari, Kepolisian Zagreb menyatakan bahwa luka yang dialami biarawati itu merupakan luka yang ia timbulkan sendiri menggunakan pisau yang dibelinya di sebuah toko di Zagreb.

Polisi menilai ia sengaja menyesatkan aparat dengan membuat laporan palsu tentang serangan bermotif agama, dan berencana mengajukan pengaduan pidana atas dugaan pelaporan tindak pidana palsu yang diatur dalam hukum Kroasia.

Disinformasi dan Polarisasi

Sebelum klarifikasi polisi diumumkan, sejumlah unggahan di media sosial dan sebagian media menyebarkan klaim bahwa biarawati itu ditikam hingga tewas oleh “migran” sambil meneriakkan “Allahu akbar”.

Laporan pemeriksa fakta kemudian menegaskan bahwa biarawati tersebut masih hidup dan bahwa narasi serangan oleh migran Muslim adalah hoaks yang memicu sentimen anti-muslim dan polarisasi di ruang publik.

Setelah keluar dari rumah sakit, biarawati itu berstatus sebagai terlapor dalam kasus dugaan laporan palsu dan sedang diproses oleh kejaksaan setempat berdasarkan temuan polisi.

Sejumlah media dan pemerhati disinformasi menyerukan agar publik dan tokoh masyarakat tidak tergesa menyimpulkan motif agama dalam suatu kasus sebelum hasil penyelidikan resmi dirilis, demi mencegah kebencian dan diskriminasi terhadap kelompok tertentu.

 Kasus ini awalnya memicu gelombang spekulasi dan kemarahan di media sosial serta media alternatif — banyak menyebarkan narasi bahwa komunitas Muslim atau migran sebagai pelaku, memunculkan ketegangan sosial dan sentimen anti-Muslim.

Setelah fakta resmi terungkap, banyak pihak mengecam penyebaran klaim tanpa verifikasi. Media analisis menyebut ini sebagai contoh “bagaimana disinformasi bisa menyulut polarisasi sosial cepat, terutama ketika isu agama dan identitas terlibat.”

Dengan hasil penyidikan tersebut, PUZ akan mengajukan pengaduan pidana terhadap Zrno ke kantor kejaksaan setempat. Jika terbukti bersalah atas “pelaporan kriminal palsu,” ia dapat menghadapi hukuman hingga tiga tahun penjara.

Hingga kini, institusi gereja lokal dan pejabat pemerintahan belum memberikan pernyataan resmi publik atas hasil investigasi tersebut — meskipun beberapa media melaporkan bahwa sekolah tempat Zrno mengajar telah diperintahkan untuk menyediakan tim intervensi psikologis guna mendampingi siswa dan staf.

Kasus ini menjadi peringatan penting tentang pentingnya verifikasi fakta sebelum menyebarkan informasi — terutama ketika berita berkaitan dengan agama, identitas, dan kekerasan. Publik perlu mengedepankan kehati-hatian dan menunggu konfirmasi resmi dari otoritas sebelum mempercayai atau menyebarkannya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BiarawatiislamofobiakatolikKroasiaZahreb
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konsep Pendidikan Holistik Barat Dipertanyakan, Model Pondok Pesantren Paling Utuh
Tulisan selanjutnya Masjid di Elektrostal Digerebek Saat Shalat: 575 Jamaah Diperiksa, 37 Dibawa ke Kantor Militer

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

13 Oktober 2026 16:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?