Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Masjid di Elektrostal Digerebek Saat Shalat: 575 Jamaah Diperiksa, 37 Dibawa ke Kantor Militer

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Desember 2025 07:54 7:54 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 Desember 2025 07:51
Bagikan
Otryad Mobilny Osobogo Naznacheniya (Pasukan Polisi Khusus Rusia/OMON)
Bagikan

Hidayatullah.com— Otryad Mobilny Osobogo Naznacheniya (Pasukan Polisi Khusus Rusia/OMON) dan pejabat Kementerian Dalam Negeri Rusia (MVD) menggerebek sebuah masjid di kota Elektrostal, Oblast Moskow, saat ibadah tengah berlangsung, menurut laporan NewsMosreg pada Kamis. Operasi itu berujung pada pemeriksaan identitas 575 jamaah, termasuk 209 migran pekerja.

🇷🇺 Russian security forces (OMON) and officials from the Ministry of Internal Affairs raided a mosque during prayer in Elektrostal city in Moscow Oblast and began checking the identity of all the Muslim worshippers.

A total of 575 people were checked, among them — 209 labour… pic.twitter.com/C7D9s3kBux

— DOAM (@doamuslims) November 28, 2025

Dalam laporan NewsMosreg, pihak berwenang menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari “penegakan aturan migrasi dan kewajiban pendaftaran militer.” Petugas juga menyebut alasan administratif terkait penggunaan lahan dan izin operasional masjid.

“Kami melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum. Semua tindakan dilakukan sesuai prosedur,” kata juru bicara MVD setempat, seperti dikutip NewDosH. Ia menambahkan bahwa “sebagian jamaah tidak memiliki dokumen yang lengkap.”

Dari pemeriksaan tersebut, 16 orang dinyatakan sebagai pendatang “ilegal”, sementara 37 jamaah dibawa secara paksa ke kantor pendaftaran militer (voenkomat). Menurut NewDosH, proses pemindahan ini dilakukan langsung setelah pemeriksaan dokumen di lokasi.

Seorang jamaah yang meminta namanya disamarkan, diwawancara oleh NewDosH, mengaku kaget dengan cara aparat masuk ke ruang ibadah.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

“Kami sedang shalat, tiba-tiba mereka masuk dan menyuruh semua orang berdiri. Tidak ada penjelasan yang jelas,” ujarnya. Ia menyebut sebagian jamaah “ketakutan karena tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya.”

Media regional NewsMosreg juga melaporkan bahwa masjid tersebut kini ditutup sementara atas alasan pelanggaran administratif. Otoritas setempat menuding adanya “aktivitas keagamaan yang tidak sesuai prosedur” serta “penggunaan lahan yang tidak sesuai tujuan.”

Kritik bermunculan dari aktivis hak asasi dan perwakilan komunitas Muslim di wilayah Moskow.

Seorang anggota Dewan Mufti, dikutip oleh The Moscow Times, menyebut operasi tersebut “tidak proporsional dan berpotensi melanggar kebebasan beragama.”

Ia menyatakan bahwa masjid seharusnya diperlakukan sebagai “ruang ibadah, bukan lokasi operasi militer.”

Penggerebekan seperti ini bukan yang pertama di area Moskow dalam dua tahun terakhir. Sejumlah masjid dan pusat komunitas Muslim telah mengalami pemeriksaan massal, yang sebagian berujung pada penahanan sementara maupun pemanggilan ke kantor militer.

Pemerintah pusat tetap mempertahankan bahwa langkah-langkah ini diperlukan untuk mengendalikan migrasi ilegal dan memastikan kepatuhan hukum, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan mobilisasi militer.

Namun kelompok masyarakat sipil menilai metode penggerebekan mendadak dapat memperburuk ketegangan antara aparat negara dan komunitas minoritas.

Peristiwa Elektrostal kini memicu diskusi lebih luas mengenai batas kewenangan aparat, perlindungan hak beragama, serta perlakuan terhadap migran Muslim di Rusia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ibadahmuslim rusiaMVDOMONPasukan Polisi Khusus Rusiashalat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Biarawati di Zagreb Diduga Lukai Diri Sendiri dan Rekayasa Serangan Berbau Islamofobia
Tulisan selanjutnya Adab Basis Pendidikan Holistik, Pakar Tekankan Pentingnya Pembenahan Worldview 

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?