Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Lonjakan Islamofobia di Inggris: Wanita Muslim Jadi Target Utama Kekerasan Fisik

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Maret 2026 15:19 3:19 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Maret 2026 11:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Gelombang kebencian anti-Muslim di Inggris dilaporkan mencapai titik yang mengkhawatirkan pada awal tahun 2026. Serangkaian insiden kekerasan fisik, termasuk penggunaan kendaraan sebagai senjata untuk menyerang warga Muslim, kini menjadi fokus utama otoritas keamanan dan lembaga kemanusiaan di London.

Lembaga pemantau independen Tell MAMA (Measuring Anti-Muslim Attacks) mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, terjadi pergeseran pola serangan yang signifikan. Data menunjukkan bahwa lebih dari 65% korban adalah perempuan Muslim.

“Kami melihat adanya keberanian yang mengerikan dari para pelaku,” ujar Iman Atta, Direktur Tell MAMA, dalam keterangannya. “Ini bukan lagi sekadar makian di media sosial; ini adalah serangan fisik di dunia nyata yang bertujuan untuk melukai atau membunuh, dengan wanita berhijab sebagai target termudah karena identitas mereka yang terlihat jelas.”

Kegagalan Perlindungan

Kondisi ini dipertegas oleh Laporan Komite Parlemen Inggris yang dirilis pada Januari 2026. Parlemen menyoroti adanya “kerentanan ganda” yang dihadapi perempuan Muslim. Laporan tersebut secara kritis menyebutkan bahwa otoritas penegak hukum sering kali gagal mengidentifikasi motif kebencian (hate crime) di awal penyelidikan, dan cenderung mengategorikan serangan kendaraan terhadap wanita Muslim hanya sebagai kecelakaan lalu lintas biasa.

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Para pakar sosiologi dan lembaga pemantau media mencatat bahwa kebencian ini tidak tumbuh di ruang hampa. Centre for Media Monitoring (CfMM) melaporkan bahwa narasi media arus utama dan algoritma media sosial memainkan peran kunci.

“Ada normalisasi dehumanisasi terhadap Muslim,” kata Dr. Faisal Hanif, seorang peneliti senior.

“Ketika media dan politisi terus-menerus membingkai identitas Muslim sebagai ancaman terhadap ‘nilai-nilai Barat’, hal itu memberikan lampu hijau bagi individu yang tidak stabil secara mental atau kelompok sayap kanan untuk melakukan aksi kekerasan. Mereka merasa sedang ‘membela negara’ saat menabrakkan mobil mereka ke arah seorang ibu yang sedang menyeberang.”

Pakar dari Hope Not Hate juga menambahkan bahwa penyebaran teori konspirasi “The Great Replacement” di platform digital telah memicu radikalisasi cepat di kalangan pemuda, yang memandang wanita Muslim sebagai simbol dari perubahan demografi yang mereka takuti.

Kasus-kasus yang dilaporkan oleh media internasional seperti The Guardian memberikan gambaran nyata dari data-data di atas. Salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah insiden di Waltham Forest, London Timur. Seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian menuturkan kepada media:

“Mobil itu tidak ngerem. Pengemudinya melihat hijabnya, lalu dia menginjak gas. Itu jelas disengaja. Setelah menabrak, dia tidak berhenti, dia hanya melesat pergi seolah-olah yang ditabraknya bukan manusia.”

The Guardian melaporkan bahwa banyak korban yang selamat kini mengalami trauma mendalam. Mereka merasa tidak aman lagi bahkan untuk sekadar mengantar anak ke sekolah atau pergi ke toko kelontong sendirian.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinemuslim inggrisperempuan MuslimTell MAMA. Anti-Muslim.islamofobia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah Jenaka Bulan Puasa 8 : Saat Hitungan Sebulan Ramadhan Jadi 120 Hari
Tulisan selanjutnya Warga Gaza Diminta Melindungi Dirinya Sendiri dari Badai Pasir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Berita
17 Oktober 2026 10:37
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?