Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Boleh jadi, manusia yang paling besar pengaruhnya bukanlah yang paling sering terlihat, melainkan yang paling banyak menguatkan orang lain untuk terus berjalan.

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Juli 2026 16:05 4:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Juli 2026 12:51
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Ada orang-orang yang dikenang karena ceramah atau pidatonya. Ada pula yang namanya hidup melalui karya-karya besarnya. Namun ada juga mereka yang memilih berjalan di belakang layar. Tidak mencari sorotan, tidak mengejar tepuk tangan, tetapi diam-diam menjadi penopang bagi banyak orang. Mereka tidak memenuhi ruang dengan kata-kata, melainkan mengisi kehidupan dengan keteladanan. Ketika mereka pergi, barulah kita menyadari betapa besar peran yang selama ini mereka jalankan dalam kesunyian.

Dan Zeyd Muhamaad Baktir—dikenal dengan Zeyd Baktir—memilih menjadi salah seorang di antaranya.

Menjelang azan Subuh, Senin, 20 Juli 2026, sekitar pukul 03.15, Allah Subhanahu wa Ta’ala memanggilnya pulang. Kepergiannya menyisakan duka yang dalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi sahabat-sahabat dan generasi aktivis dakwah yang pernah merasakan ketulusan serta kemurahan hatinya.

Bagi mereka yang tumbuh dalam dunia dakwah kampus di Surabaya pada dekade 1980-an hingga awal tahun 2000-an, nama Zeyd Baktir hampir mustahil dilupakan. Ia bukan penceramah yang memenuhi mimbar-mimbar. Ia juga bukan tokoh yang gemar tampil di hadapan publik. Jalan dakwah yang dipilihnya justru sunyi: memudahkan orang lain berdakwah.

Baca Juga

Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Melalui buku-buku Islam dan berbagai literatur kajian yang ia sediakan—lewat Toko Media Idaman—Zeyd menjadi sahabat bagi para mahasiswa dan aktivis. Siapa pun yang hendak mengadakan pameran buku, tabligh akbar, pelatihan, atau kegiatan dakwah dipersilahkannya mengambil buku terlebih dahulu. Soal pembayaran bukan perkara yang membuatnya khawatir. Mahasiswa yang belum memiliki uang diperbolehkan membayar setelah kiriman dari orang tua tiba.

Kepercayaan adalah modal terbesar yang ia berikan. Ia tidak sekadar menjual buku; ia sedang membuka jalan agar ilmu lebih mudah bertemu dengan pembacanya. Baginya, keuntungan bukan hanya dihitung dari lembaran rupiah, melainkan dari bertambahnya orang yang membaca, memahami, lalu menyebarkan ilmu.

Tak sedikit para dai dan aktivis yang pernah merasakan uluran tangannya. Saat mereka mengalami kesulitan, Zeyd hadir tanpa banyak kata. Ia bukan tipe yang gemar memberi nasihat panjang. Ia lebih memilih membantu, lalu kembali ke tempatnya semula seolah apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang biasa.

Begitulah dirinya. Rendah hati, hangat, bijaksana, dan menyenangkan. Ia lebih banyak mendengar daripada berbicara. Bahkan dalam banyak pertemuan, ia nyaris tidak terdengar mengemukakan pendapat. Namun jangan salah menilai diamnya. Di balik ketenangannya tersimpan keberanian moral yang tidak mudah digoyahkan.

Ketika sebuah keputusan harus diambil, ia sering tampak melakukannya dengan cepat. Sekilas orang mungkin mengira ia tergesa-gesa. Padahal, keputusan itu lahir dari keyakinan yang telah matang dalam batinnya. Sekali ia meyakini sesuatu sebagai kebenaran, di situlah ia berdiri. Ia tidak pandai bermain di wilayah abu-abu demi menyenangkan semua pihak. Kesetiaannya selalu kepada apa yang diyakininya benar.

Allah juga menganugerahkan kepadanya keluarga yang teduh. Bersama istrinya, Prof. Afaf Baktir—pakar Biokimia, Universitas Airlangga, ia menjalani kehidupan yang dipenuhi kasih sayang dan saling menguatkan. Ketika penyakit Parkinson datang dan perlahan membatasi gerak serta aktivitasnya, ujian itu dijalaninya dengan penuh kesabaran. Di sisinya, bertahun sang istri merawatnya dengan keikhlasan yang mengharukan. Di sanalah cinta menemukan bentuknya yang paling sejati: setia merawat tanpa mengenal lelah.

Kini Zeyd Baktir telah kembali kepada Rabb yang dicintainya. Namun orang-orang seperti dirinya sesungguhnya tidak pernah benar-benar pergi. Buku-buku yang pernah ia sebarkan akan terus dibaca. Dakwah yang pernah ia bantu akan terus bergerak. Para dai yang pernah ia mudahkan langkahnya akan terus menyampaikan ilmu. Selama ilmu itu tetap hidup dan diamalkan, selama itu pula, in Syaa Allah, pahala amal jariyah akan terus mengalir kepadanya.

Obituari ini sesungguhnya bukan sekadar catatan duka atas wafatnya seorang sahabat. Ia juga merupakan upaya menyelamatkan ingatan tentang satu mata rantai penting dalam sejarah dakwah kampus di Surabaya. Sejarah biasanya mengingat nama-nama mereka yang berdiri di atas mimbar. Tetapi sejarah yang adil juga perlu mengingat orang-orang yang menyiapkan mimbar itu, menghadirkan buku-buku yang dibaca, menumbuhkan kepercayaan, dan menguatkan langkah para aktivis sejak mereka masih belajar berjalan.

Sebagian orang dikenang karena besarnya panggung yang pernah ia miliki. Zeyd Baktir akan dikenang karena begitu banyak orang yang mampu berdiri di atas panggung dakwah, sebab pada masa mudanya pernah ada seorang lelaki sederhana yang diam-diam memudahkan langkah mereka.

Selamat jalan, Sahabat. Engkau telah mengajarkan bahwa dakwah tidak selalu lahir dari sebuah mimbar. Kadang ia tumbuh dari selembar buku, dari kepercayaan yang diberikan kepada sesama, dari tangan yang ringan menolong, dan dari hati yang teguh memihak kebenaran.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima seluruh amal baktimu, mengampuni segala khilafmu, melapangkan kuburmu, dan menempatkanmu di antara hamba-hamba-Nya yang beriman. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.**

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineobituariToko Buku Media IdamanZeyd Baktir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Tulisan selanjutnya Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

19 Oktober 2026 21:48
Berita

Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

19 Oktober 2026 16:57
drone peledak Houthi
Berita

Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain

19 Oktober 2026 12:54
Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

17 Oktober 2026 10:07
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?