Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Agustus 2026 21:37 9:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Agustus 2026 05:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Perdana Menteri Anutin Charnvirakul bertekad untuk memperketat aturan kepemilikan senjata api menyusul aksi penembakan yang dilakukan oleh seorang pelajar berusia 14 tahun di di sekolah ternama Debsirin School di Nonthaburi, Thailand, hari Jumat (7/8/2026) yang menewaskan delapan orang dan melukai 23 lainnya.

Media lokal dan internasional melaporkan bahwa senjata milik kakek pelaku yang dipakai dalam aksi maut terdaftar secara legal dan memiliki izin.

Berbicara usai insiden tersebut, PM Anutin Charnvirakul berencana untuk memberlakukan undang-undang yang membatasi aturan membawa senjata api di tempat umum, yang hanya akan memberikan izin kepada aparat pemerintah yang sedang bertugas, lansir BBC Sabtu (8/8/2026).

Thailand merupakan salah satu negara di Asia Tenggara dengan tingkat kepemilikan senjata oleh warga sipil tertinggi. Sekitar 10,3 juta senjata api berada di tangan warga sipil, sekitar empat juta di antaranya diyakini dimiliki secara ilegal.

Negara itu memiliki aturan kepemilikan senjata yang cukup ketat, dengan ancaman hukuman penjara sampai 10 tahun untuk kepemilikan ilegal, tetapi undang-undang tersebut tidak ditegakkan sebagaimana mestinya.

Baca Juga

Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

Semasa menjabat menteri dalam negeri, Anutin memberlakukan beberapa aturan terkait senjata api, termasuk larangan jangka pendek atas izin kepemilikan senjata baru dan pembatasan impor.

Berbicara pada hari Jumat, Perdana Menteri Thailand itu mengatakan tragedi itu “seharusnya tidak terjadi”.

“Saya tidak hanya kasihan terhadap para korban tetapi saya juga menyesali hal ini terjadi. Bagaimana bisa ini terjadi di negara kita,” imbuh Anutin.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan
Tulisan selanjutnya MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

Berita
27 September 2026 05:06
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
Hari Solidaritas Hijab, Muslimat Hidayatullah Jaksel Ajak Muslimah Bangga Berhijab
Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain

Terbaru

  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
  • Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran
  • Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

27 September 2026 09:31
Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

27 September 2026 09:26
Berita

Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

27 September 2026 08:42
Garda Revolusi Pembajakan Pesawat
Berita

Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran

27 September 2026 07:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?