Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2026 20:04 8:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Agustus 2026 20:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, mendorong Asosiasi Pengusaha Hidayatullah (APHIDA) memperkuat kolaborasi, membangun jaringan bisnis berbasis kebutuhan, serta melahirkan lebih banyak entrepreneur dari kalangan kader muda Hidayatullah. Pesan itu ia sampaikan dalam sambutan pada Musyawarah Nasional Asosiasi Pengusaha Hidayatullah 2026.

Daftar isi
  • APHIDA Diharapkan Lebih Enerjik dan Masif
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Menurut Naspi, gerakan dakwah akan semakin masif apabila didukung oleh sumber daya manusia yang kuat sekaligus dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi.

“Dakwah ini akan masif kalau didukung secara kualitatif. Artinya, kita butuh banyak orang,” ujar Naspi dalam sambutannya, di Gedung Pusat DPP Hidayatullah Cipinang Cempedak 1/14 Polonia, Jakarta Timur, Senin (31/8/2026).

Ia mengatakan, Hidayatullah memiliki komitmen untuk membuka ruang kolaborasi dan interaksi seluas-luasnya dengan berbagai organisasi kemasyarakatan. Sikap tersebut, kata dia, merupakan bagian dari amanat Rais Aam Hidayatullah, KH. Abdurrahman Muhammad.

Naspi mencontohkan, apabila Hidayatullah hadir di suatu daerah yang sebelumnya telah memiliki organisasi masyarakat Islam yang lebih dahulu eksis, maka Hidayatullah tidak perlu menempatkan diri sebagai pihak yang harus berada di depan.

Baca Juga

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

“Kalau Hidayatullah ada di satu tempat dan di tempat itu sudah ada ormas-ormas yang lebih senior dari Hidayatullah, yang lebih dulu eksis dibandingkan Hidayatullah, maka Hidayatullah memposisikan diri sebagai makmum saja. Mengaminkan saja,” katanya.

Ia menilai semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Kemerdekaan Indonesia, menurut Naspi, tidak lahir dari perjuangan satu kelompok saja, melainkan dari kerja sama berbagai elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Indonesia ini bisa merdeka karena ada ruang kolaborasi, ada tautan antara para pejuang, yang itu tidak mengenal agama dan tidak mengenal kelompok,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan dakwah dan gerakan Hidayatullah tidak akan berkembang secara optimal apabila berjalan sendiri. Menurutnya, diperlukan kerja bersama yang harmonis agar gerakan dakwah dapat menjadi kekuatan yang lebih besar.

“Hidayatullah meyakini bahwa gerakan dan dakwah yang menjadi mainstream kita hanya bisa eksis kalau kita membuka ruang kolaborasi secara harmonis,” tutur Naspi.

Dalam kesempatan tersebut, Naspi juga menegaskan bahwa Hidayatullah merupakan lembaga umat, bukan organisasi yang dibangun untuk kepentingan keluarga tertentu.

Ia menyebut salah satu keunikan Hidayatullah adalah keterbukaan dalam proses kaderisasi dan kepemimpinan. Menurutnya, keberadaan para kader yang bukan berasal dari keluarga pendiri justru menjadi bagian dari perjalanan organisasi. “Saya ini penumpang. Saya sadar diri, saya itu naik kapal di tengah jalan,” kata Naspi.

Ia menyampaikan, kepemimpinan dan perjalanan organisasi tidak semestinya hanya dilihat dari siapa yang tampak di permukaan. Banyak pihak yang memiliki kontribusi besar meskipun tidak selalu mendapatkan sorotan. “Memang ada yang ditakdirkan muncul, ada yang ditakdirkan tidak muncul,” ujarnya.

Naspi menegaskan bahwa Hidayatullah sejak awal telah diletakkan sebagai pesantren dan lembaga milik umat. Karena itu, keberlanjutan organisasi harus ditopang oleh kaderisasi yang terbuka dan berkesinambungan.

“Ini memang bukan pesantren keluarga. Hidayatullah bukan lembaga keluarga. Hidayatullah adalah lembaga umat, pesantren umat,” tegasnya.

Dalam konteks penguatan ekonomi organisasi, Naspi berharap APHIDA dapat menjadi salah satu kekuatan pendukung gerakan dakwah Hidayatullah melalui pembangunan jaringan bisnis yang lebih terstruktur.

Ia meminta APHIDA membantu DPP Hidayatullah mengembangkan jaringan bisnis berbasis supply and demand dengan menghubungkan potensi ekonomi yang dimiliki setiap daerah.

“Bagaimana DPP membangun jaringan bisnis berbasis supply and demand. Forum bisnis daerah. Kita harapkan APHIDA bisa me-make up organisasi, men-support organisasi di program ini,” katanya.

Naspi mengatakan, jaringan tersebut akan diarahkan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi di berbagai wilayah Hidayatullah sehingga tidak berjalan secara terpisah-pisah.

“Tadi pagi saya sudah sampaikan secara khusus kepada Ketua DPW Nusa Tenggara Barat. DPP berniat mengembangkan jaringan bisnis DPP berbasis supply and demand,” ujarnya.

Sebagai tahap awal, ia menyebut tiga wilayah, yakni Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan, akan menjadi bagian dari uji coba pengembangan jaringan tersebut. “Uji coba kita adalah NTB, Kaltim, Sulsel. Langkah awal sapi dan beras,” ungkap Naspi.

Menurutnya, pola tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi jaringan bisnis yang nyata dan memberikan manfaat ekonomi bagi kader maupun organisasi.

Selain membangun jaringan bisnis antardaerah, Naspi meminta APHIDA memberikan perhatian khusus terhadap kader muda Hidayatullah.

Ia secara khusus menyebut Pemuda Hidayatullah (Pemhida), Muslimat Hidayatullah (Mushida), dan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) sebagai tiga kelompok yang perlu mendapatkan pembinaan kewirausahaan.

“Tolong APHIDA membina pemuda Hidayatullah, dan juga Muslimat Hidayatullah dan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah,” katanya.

Naspi berharap APHIDA tidak sekadar menjadi wadah pengusaha, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya generasi entrepreneur baru di lingkungan Hidayatullah.

“Bagaimana lahir entrepreneur dari Pemhida, dari Mushida, dan dari GMA. Bagaimana caranya, saya yakin kawan-kawan di APHIDA akan paham mekanisme dan sistem yang akan dibangun,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan pengusaha dan entrepreneur baru penting untuk memperkuat basis ekonomi organisasi sekaligus mendukung keberlanjutan gerakan dakwah.

“Harapan kita pergerakan Hidayatullah ke depan, support utamanya secara main power-nya itu dari tiga organisasi pendukung secara khusus,” tutur Naspi.

APHIDA Diharapkan Lebih Enerjik dan Masif

Naspi juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus APHIDA periode sebelumnya atas kontribusi yang telah diberikan bagi organisasi. Ia berharap kepengurusan baru yang lahir dari Munas APHIDA 2026 dapat melanjutkan capaian tersebut sekaligus membawa pembaruan.

“Terima kasih kepada pengurus APHIDA periode 2020-2025. Mudah-mudahan menjadi sadaqah jariyah,” katanya.

Ia berharap kepengurusan APHIDA yang baru dapat bekerja lebih energik, masif, dan rapi tanpa meninggalkan berbagai kebaikan yang telah ditorehkan pengurus sebelumnya.

“Mudah-mudahan Munas kali ini melahirkan pengurus APHIDA yang baru, yang lebih energik, lebih masif, lebih rapi, tanpa meninggalkan kebaikan-kebaikan yang telah ditorehkan dan telah dilakukan oleh pengurus sebelumnya,” ujar Naspi.

Dengan demikian, kata dia, kesinambungan antara kepengurusan lama dan baru dapat menjadi kekuatan bagi APHIDA sekaligus mendukung gerakan Hidayatullah secara lebih luas.

“Sehingga kemudian menjadi kebaikan yang berkelanjutan dan menjadi sadaqah jariyah bagi pengurus periode 2020-2025,” pungkasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AphidaAsosiasi Pengusaha HidayatullahKH Naspi ArsyadMunasOrmas Hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Tulisan selanjutnya Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Tutup Konsulat Inggris dan Usir 20 Stafnya

Berita
9 Oktober 2026 18:23
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Terbaru

  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
  • Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
  • PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
  • Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
  • Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

13 Oktober 2026 16:03
Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

13 Oktober 2026 13:01
Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

13 Oktober 2026 05:30
Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

13 Oktober 2026 00:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?