Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2026 19:36 7:36 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Agustus 2026 19:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Otoritas di sebuah kota wisata Thailand melakukan razia prostitusi menjelang kedatangan sebuah kapal induk US Navy yang mengangkut 5.000 pelaut dan marinir Amerika Serikat yang sudah lebih dari 200 hari tidak menjejakkan kakinya di darat, yang sangat potensial menjadi pelanggan bagi para penjaja seks di Thailand.

Kapal induk USS Abraham Lincoln akan berlabuh pada hari Rabu (2/9/2026) di Pattaya. Kedatangan ribuan awak kapal itu diharapkan akan mendongkrak perekonomian setempat.

Menjelang kedatangan mereka, polisi Thailand menggelar patroli tambahan di sekitar pantai-pantai utama Pattaya dan kawasan pusat hiburan malam pada akhir pekan kemarin, dengan 40 sampai 50 orang ditangkap atas tuduhan prostitusi.

Pelacuran di Thailand adalah ilegal menurut undang-undang, tetapi bisnis haram itu merebak dan nyata tersedia di ibu kota Bangkok dan kota-kota lain terutama yang banyak wisatawannya seperti Pattaya.

“Kami melakukan yang terbaik, tetapi ini sulit,” kata Kepala Kepolisian Pattaya, Anek Srathongyoo, hari Senin (31/8/202). Dia menjelaskan bahwa pekerja seks berpotensi menjajakan diri di tempat umum tanpa sepengetahuan petugas.

Baca Juga

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Kapal induk Lincoln bertolak meninggalkan pelabuhan rumahnya di San Diego, Amerika Serikat, pada bulan November 2025 dan kemudian ditugaskan untuk berlayar ke kawasan Timur Tengah guna mendukung peperangan AS-Israel melawan Iran.

Namun, masa tugas yang lebih dari 3 bulan itu menimbulkan resiko gangguan mental ribuan prajurit. Dua personel militer Amerika di atas kapal induk Lincoln bulan ini dikabarkan berusaha bunuh diri dengan melompat ke laut.

Setelah berlabuh di Laem Chabang yang berdekatan dengan Pattaya, dengan dikawal oleh dua kapal Angkatan Laut, ribuan orang yang berada di kapal-kapal itu akan diizinkan untuk beristirahat dan memulihkan diri setelah lebih dari 200 hari di laut.

Di Pattaya, sebuah desa nelayan yang sebagian telah berubah menjadi pusat pariwisata berkat kedatangan tentara AS yang mencari perlindungan semasa Perang Vietnam, sebagian orang berharap akan mendapatkan tambahan penghasilan.

Menurut Wali Kota Pattaya, Poramase Ngampiches, setiap personel militer AS bisa menghabiskan 1.000 hingga 3.000 baht per hari (30 hingga 91 dolar AS), tergantung pada berapa lama mereka berada di darat dan apakah mereka menginap di sana.

Waktu cuti di darat biasanya diatur secara bertahap dan bergantian, artinya tidak semua personel akan turun dari kapal pada waktu yang bersamaan.

“Hal ini seharusnya dapat membantu menggairahkan perekonomian Pattaya dalam jangka pendek,” kata Poramase, seperti dilansir Independent.

Namun uang mereka juga bisa mengalir ke bagian yang kurang pantas dari industri hiburan di kota pesisir Thailand itu, yang jumlahnya begitu besar sehingga satu dekade lalu US Federal Bureau of Investigation (FBI) pernah menggambarkan Pattaya sebagai “salah satu pusat wisata seks terkemuka di dunia”.

“Risiko terhadap kesehatan dan keselamatan, karena masuknya sejumlah besar pelanggan dapat meningkatkan kemungkinan eksploitasi seksual dan merebaknya penyakit menular seksual,” kata Pipatpong Fakfare, seorang profesor madya di Sekolah Humaniora dan Manajemen Pariwisata Universitas Bangkok.

Dia juga menyoroti laporan tentang stres dan percobaan bunuh diri di kalangan personel militer AS yang bertugas di atas kapal induk sehingga menambah kekhawatiran lainnya.

Dampak ekonomi secara keseluruhan terhadap Pattaya, yang memiliki lebih dari 300.000 kamar penginapan, sebagian akan bergantung pada di mana tentara AS itu memilih untuk menghabiskan waktu mereka, karena sebagian mungkin akan bepergian ke ibu kota Bangkok, kata Thanet Supornsahasrungsi, presiden Association of Chonburi Tourism Federation.

“Ketika kami mendengar berita bahwa kapal perang Angkatan Laut AS akan berlabuh di Pattaya, itu menjadi sumber harapan bagi kami,” kata praktisi hiburan malam Lisa Hamilton, yang juga presiden Pattaya Nightlife Business Association.

“Saya sudah menetap di Pattaya selama lebih dari 20 tahun, dan saya belum pernah melihat tahun yang sepi seperti tahun ini,” kata pengusaha wanita itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah, Terpilih untuk Periode 2027–2031

Berita
26 Agustus 2026 10:59
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Sultan Perak Dorong Persaudaraan Muslim Redam Persaingan Politik
Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Terbaru

  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
  • Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
  • Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
  • Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
  • AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
  • Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
  • Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
  • Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
  • Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

30 Agustus 2026 17:04
Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

30 Agustus 2026 10:13
Berita

Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

29 Agustus 2026 19:05
Berita

Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

29 Agustus 2026 14:04
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?