Hidayatullah.com— Otoritas di sebuah kota wisata Thailand melakukan razia prostitusi menjelang kedatangan sebuah kapal induk US Navy yang mengangkut 5.000 pelaut dan marinir Amerika Serikat yang sudah lebih dari 200 hari tidak menjejakkan kakinya di darat, yang sangat potensial menjadi pelanggan bagi para penjaja seks di Thailand.
Kapal induk USS Abraham Lincoln akan berlabuh pada hari Rabu (2/9/2026) di Pattaya. Kedatangan ribuan awak kapal itu diharapkan akan mendongkrak perekonomian setempat.
Menjelang kedatangan mereka, polisi Thailand menggelar patroli tambahan di sekitar pantai-pantai utama Pattaya dan kawasan pusat hiburan malam pada akhir pekan kemarin, dengan 40 sampai 50 orang ditangkap atas tuduhan prostitusi.
Pelacuran di Thailand adalah ilegal menurut undang-undang, tetapi bisnis haram itu merebak dan nyata tersedia di ibu kota Bangkok dan kota-kota lain terutama yang banyak wisatawannya seperti Pattaya.
“Kami melakukan yang terbaik, tetapi ini sulit,” kata Kepala Kepolisian Pattaya, Anek Srathongyoo, hari Senin (31/8/202). Dia menjelaskan bahwa pekerja seks berpotensi menjajakan diri di tempat umum tanpa sepengetahuan petugas.
Kapal induk Lincoln bertolak meninggalkan pelabuhan rumahnya di San Diego, Amerika Serikat, pada bulan November 2025 dan kemudian ditugaskan untuk berlayar ke kawasan Timur Tengah guna mendukung peperangan AS-Israel melawan Iran.
Namun, masa tugas yang lebih dari 3 bulan itu menimbulkan resiko gangguan mental ribuan prajurit. Dua personel militer Amerika di atas kapal induk Lincoln bulan ini dikabarkan berusaha bunuh diri dengan melompat ke laut.
Setelah berlabuh di Laem Chabang yang berdekatan dengan Pattaya, dengan dikawal oleh dua kapal Angkatan Laut, ribuan orang yang berada di kapal-kapal itu akan diizinkan untuk beristirahat dan memulihkan diri setelah lebih dari 200 hari di laut.
Di Pattaya, sebuah desa nelayan yang sebagian telah berubah menjadi pusat pariwisata berkat kedatangan tentara AS yang mencari perlindungan semasa Perang Vietnam, sebagian orang berharap akan mendapatkan tambahan penghasilan.
Menurut Wali Kota Pattaya, Poramase Ngampiches, setiap personel militer AS bisa menghabiskan 1.000 hingga 3.000 baht per hari (30 hingga 91 dolar AS), tergantung pada berapa lama mereka berada di darat dan apakah mereka menginap di sana.
Waktu cuti di darat biasanya diatur secara bertahap dan bergantian, artinya tidak semua personel akan turun dari kapal pada waktu yang bersamaan.
“Hal ini seharusnya dapat membantu menggairahkan perekonomian Pattaya dalam jangka pendek,” kata Poramase, seperti dilansir Independent.
Namun uang mereka juga bisa mengalir ke bagian yang kurang pantas dari industri hiburan di kota pesisir Thailand itu, yang jumlahnya begitu besar sehingga satu dekade lalu US Federal Bureau of Investigation (FBI) pernah menggambarkan Pattaya sebagai “salah satu pusat wisata seks terkemuka di dunia”.
“Risiko terhadap kesehatan dan keselamatan, karena masuknya sejumlah besar pelanggan dapat meningkatkan kemungkinan eksploitasi seksual dan merebaknya penyakit menular seksual,” kata Pipatpong Fakfare, seorang profesor madya di Sekolah Humaniora dan Manajemen Pariwisata Universitas Bangkok.
Dia juga menyoroti laporan tentang stres dan percobaan bunuh diri di kalangan personel militer AS yang bertugas di atas kapal induk sehingga menambah kekhawatiran lainnya.
Dampak ekonomi secara keseluruhan terhadap Pattaya, yang memiliki lebih dari 300.000 kamar penginapan, sebagian akan bergantung pada di mana tentara AS itu memilih untuk menghabiskan waktu mereka, karena sebagian mungkin akan bepergian ke ibu kota Bangkok, kata Thanet Supornsahasrungsi, presiden Association of Chonburi Tourism Federation.
“Ketika kami mendengar berita bahwa kapal perang Angkatan Laut AS akan berlabuh di Pattaya, itu menjadi sumber harapan bagi kami,” kata praktisi hiburan malam Lisa Hamilton, yang juga presiden Pattaya Nightlife Business Association.
“Saya sudah menetap di Pattaya selama lebih dari 20 tahun, dan saya belum pernah melihat tahun yang sepi seperti tahun ini,” kata pengusaha wanita itu.*




