Hidayatullah.com – Siti Hasmah Mohamad Ali, istri dari mantan perdana menteri Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad, telah meninggal dunia pada usia 100 tahun. Kabar ini dikonfirmasi oleh kantor PM Malaysia dan Dr Mahathir sendiri melalui unggahan Facebook.
Ia mengembuskan napas terakhir di Institut Jantung Negara di Kuala Lumpur, menurut kantor berita nasional Bernama mengutip putra pasangan tersebut, Mokhzani Mahathir.
Sebagai sosok yang populer dan dihormati secara pribadi, Siti Hasmah dikenal luas karena kepribadiannya yang bersahaja, hangat, dan humoris—sifat-sifat yang sering kali kontras dengan gaya politik suaminya yang blak-blakan.
Selama puluhan tahun mendampingi tokoh politik terkemuka, ia secara aktif memperjuangkan program kesehatan masyarakat, inisiatif keluarga berencana, dan berbagai kegiatan sosial di seluruh negeri.
Mahathir, yang kini berusia 101 tahun, kerap menyebut istrinya sebagai tulang punggung utama bagi karier politik dan kesuksesannya. Ia juga mengungkapkan kekaguman mendalam atas tekad kuat sang istri untuk meraih gelar universitas pada masa ketika pendidikan tinggi merupakan hal yang sangat langka bagi perempuan etnis Melayu.
Mengetahui kabar duka tersebut, Perdana Menteri Malaysia saat ini, Anwar Ibrahim yang sedang berada di sebuah acara, meminta para hadirin untuk memanjatkan doa bagi mendiang.
“Izinkan saya menyampaikan kabar duka pagi ini. Kita telah menerima kabar mengenai wafatnya Tun Dr Siti Hasmah. Semoga Allah merahmati arwah beliau,” kata Anwar, lansir The Star.
Dalam pernyataan terpisah kemudian, Anwar menyampaikan bahwa Siti Hasmah akan dimakamkan melalui upacara pemakaman kenegaraan.
Jenazah Siti Hasmah akan dikebumikan di Pusara Negarawan, sebuah pemakaman nasional di Presint 20, Putrajaya, pada pukul 16.30.
Wan Azizah Wan Ismail, istri PM Anwar, mengungkapkan bahwa Siti Hasmah adalah sosok yang tenang, teguh dan kebaikannya meninggalkan kesan mendalam yang tak terlupakan.
“Secara pribadi, Tun (Siti Hasmah) bukan sekadar sosok yang dihormati; beliau mengajarkan saya bagaimana bersikap dengan penuh martabat dan keanggunan. Kebijaksanaan beliau, dipadukan dengan kehangatan dan pembawaan yang menyenangkan, menjadikannya sosok yang begitu mudah disayangi,” ujarnya kepada The Straits Times.
Meskipun memiliki hubungan pribadi yang erat, hubungan Siti Hasmah dan Wan Azizah sempat renggang. Hal itu terjadi saat suami mereka berselisih usai pemberhentian Anwar Ibrahim dari jabatan wakil perdana menteri pada September 1998.
Kedua muslimah tersebut kembali bersatu dalam pelukan penuh haru dan air mata pada bulan November 2016, setelah Mahathir dan Anwar berdamai serta membentuk aliansi politik menjelang Pemilihan Umum 2018.
Profil Siti Hasmah
Siti Hasmah lahir di Klang, Selangor, pada 12 Juli 1926.
Beliau meraih gelar kedokteran dari King Edward VII College of Medicine—institusi pendahulu Yong Loo Lin School of Medicine di National University of Singapore.
Setelah lulus pada tahun 1955, beliau menjadi salah satu dokter perempuan Melayu pertama di Malaya.
Beliau menikah dengan teman seangkatannya di universitas, Tun Dr Mahathir Mohamad, pada tahun 1956. Pasangan ini baru saja merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-70 pada tanggal 5 Agustus.
Pasangan inspiratif
Pernikahan mereka telah menginspirasi banyak orang, termasuk mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq Syed Abdul Rahman serta tunangannya, penyanyi sekaligus aktris Bella Astillah, yang meminta nasihat pernikahan kepada mereka pada 26 September menjelang menikah.
Sembari mengungkapkan rasa dukanya, Syed Saddiq berharap momen-momen terakhirnya bersama Siti Hasmah bisa berlangsung selamanya; ia menggambarkan sosok Siti Hasmah sebagai pribadi yang jenaka, hangat, dan penuh kebijaksanaan.
“Hari ini, Tun (Siti Hasmah) sudah tiada. Saya masih sulit mencerna kabar ini. Terima kasih telah memberikan kenangan yang begitu indah bagi saya dan Bella.
“Kami tidak akan bisa mewujudkan keinginan agar Tun hadir di pernikahan kami. Namun, saya berjanji kepada Tun, nasihat Anda akan kami bawa dalam pernikahan dan kehidupan rumah tangga kami, serta—Insya-Allah—sepanjang sisa hidup kami,” tulis Syed Saddiq di Facebook.*




