Hidayatullah.com – Asosiasi Ulama Palestina beserta sejumlah organisasi Arab dan Islam menyerukan “Hari Kemarahan” pada Jumat, 2 Oktober 2026. Aksi mobilisasi umat Islam ini sebagai bentuk dukungan terhadap Masjidil Aqsha yang terus diserbu oleh para pemukim ilegal ‘Israel’ yang terang-terangan melakukan ritual Yahudi di sana.
Seruan tersebut disampaikan menyusul pertemuan darurat yang dihadiri oleh sekitar 370 ulama, tokoh masyarakat, cendekiawan, serta perwakilan lembaga dan partai politik dari dunia Arab dan Islam.
Mereka membahas perkembangan situasi yang berlangsung cepat di Al-Aqsa dan menyerukan mobilisasi yang lebih luas—baik di kalangan masyarakat umum, tokoh agama, maupun media—untuk mendukung masjid tersebut dan Palestina.
Seruan mobilisasi massal pada hari Jumat
Asosiasi Ulama Palestina mendesak para ulama, dai, khatib salat Jumat, serta partai politik, organisasi, lembaga, kaum muda, dan masyarakat luas untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan pada hari Jumat tersebut.
Asosiasi ini menyerukan kembali digiatkannya kegiatan shalat subuh atau “Fajar Akbar” di Masjidil Aqsha. Mereka juga mendesak para imam untuk menjadikan Masjidil Aqsha sebagai topik utama dalam khutbah Jumat, khususnya terkait aksi penyerbuan oleh pemukim yang terus berlanjut serta upaya mengubah status quo di situs suci tersebut.
Seruan tersebut juga mencakup penyelenggaraan unjuk rasa, aksi duduk, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan dan aksi media, sembari memastikan bahwa isu Masjidil Aqsha tetap menjadi perhatian utama umat Islam di seluruh dunia.
Seruan Meramaikan Masjidil Aqsha
Lembaga Internasional Al-Quds menyerukan kepada warga Palestina di Yerusalem, Tepi Barat yang diduduki, dan wilayah Palestina yang diduduki sejak 1948 untuk meningkatkan kehadiran mereka di Masjid Al-Aqsa.
Lembaga tersebut juga mendesak masyarakat, organisasi, dan institusi di seluruh dunia Arab dan Islam untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk shalat Subuh akbar, khutbah Jumat, unjuk rasa, aksi duduk, dan demonstrasi.
Pemukim ilegal terang-terangan lakukan ritual Yahudi di Masjidil Aqsha
Seruan ini muncul saat ratusan pemukim ilegal ‘Israel’ memasuki kompleks Masjidil Aqsha pada hari Rabu—hari kelima perayaan hari raya Yahudi Sukkot—di bawah perlindungan aparat Zionis.
Sejumlah pemukim melakukan ritual “Empat Jenis Tanaman” dan membawa apa yang mereka sebut sebagai “persembahan tanaman”.
Tokoh-tokoh Palestina melaporkan bahwa 1.317 pemukim memasuki kompleks masjid tersebut pada hari itu. Mantan anggota Knesset ‘Israel’, Moshe Feiglin, juga terekam melakukan ritual Empat Jenis Tanaman di bagian timur Al-Aqsa.
Dalam beberapa hari terakhir, simbol dan ritual keagamaan telah dibawa masuk ke dalam kompleks masjid, termasuk ritual Empat Jenis Tanaman, “persembahan tanaman”, dan “Berkat Imam”, serta doa dan lantunan keagamaan.
Perkembangan ini memicu peringatan dari pihak Palestina bahwa praktik-praktik semacam itu semakin dinormalisasi di dalam Al-Aqsa, yang berpotensi mengubah status quo keagamaan dan sejarah yang mengatur situs suci tersebut.*




