Hidayatullah.com – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mengecam serangan terhadap bandara internasional King Khalid di Riyadh, ibukota Arab Saudi.
“Dewan Dakwah menyesalkan terjadinya serangan pasukan Syiah Houthi yang menyasar bandara internasional King Khalid Riyadh, ibukota Kerajaan Saudi Arabia,” kecam DDII dalam pernyataan yang diterima Hidayatullah.com pada Senin (12/10/2026).
Apalagi, menurut DDII, serangan tersebut menyasar fasilitas umum dan penting serta menyebabkan korban dari masyarakat sipil.
“Serangan tersebut tidak dapat dibenarkan karena menyerang negara berdaulat, apalagi menyasar fasilitas umum dan vital yang menyebabkan masyarakat sipil menjadi korban,” tambah DDII.
Menyerang negara lain, imbuh pernyataan tersebut, adalah pelanggaran atas kedaulatan negara, pelanggaran terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
Dalam pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum DDII Fathurrahman Mahfudz tersebut, Dewan Dakwah juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk berupaya mencegah serangan semacam itu terulang kembali.
Perlu diketahui, ketegangan antara Arab Saudi dan milisi Syiah Houthi di Yaman memuncak pada beberapa hari terakhir. Milisi yang didukung Iran tersebut melancarkan rentetan serangan ke bandara serta berbagai fasilitas sipil dan energi milik Saudi.
Pada Ahad sore waktu setempat, menurut otoritas Saudi, sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 bandara tersebut.
Serangan itu menewaskan seorang warga Pakistan dan melukai 11 orang lainnya. Koalisi pimpinan Saudi juga menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah di dekat bandara itu.
Sehari sebelumnya, pada hari Sabtu, serangan Houthi menghantam terminal penumpang di bandara tersebut, menewaskan 13 orang dan melukai 309 lainnya, menurut otoritas Saudi.
Koalisi pimpinan Saudi menuduh kelompok Houthi sebagai pelaku serangan hari Sabtu itu dan menyebut serangan tersebut sebagai “kejahatan perang nyata.”




