Hidayatullah.com – Perusahaan periklanan asal ‘Israel’, Discover-Tech, diyakini membantu pemasangan spyware pada puluhan perangkat milik staf Al Jazeera dan perusahaan lainnya.
Kecurigaan adanya aktivitas spyware berawal dari penyelidikan internal Al Jazeera. Hal itu kemudian dikonfirmasi oleh investigasi oleh Citizen Lab yang menemukan bahwa spyware buatan Candiru telah disusupkan ke dalam perangkat-perangkat staf perusahaan media tersebut.
Candiru adalah sebuah perusahaan spyware asal ‘Israel’ yang masuk dalam daftar hitam pemerintah Amerika Serikat pada tahun 2021 karena aktivitas siber berbahaya.
Penyusupan ini menggunakan metode yang dikenal sebagai “zero-click” (tanpa klik) melalui iklan yang ditargetkan (targeted advertising).
Cara kerja spyware Candiru
Perangkat lunak ini bekerja dengan menginfeksi perangkat melalui iklan. Begitu iklan yang terinfeksi muncul di suatu perangkat, perangkat tersebut pun ikut terinfeksi.
Spyware ini kemudian memata-matai serta mengirimkan seluruh data dan informasi yang ada di perangkat tersebut kepada pihak yang mencurinya.
Perangkat lunak berbahaya ini dirancang untuk mengumpulkan berbagai data sensitif, termasuk berkas, dokumen, serta data peramban seperti cookie, penanda (bookmark), dan kredensial yang tersimpan. Spyware ini juga mampu merekam ketukan tombol (keystrokes), mengambil tangkapan layar, merekam input dari mikrofon dan kamera web, serta mengekstrak surel dan pesan dari berbagai platform komunikasi populer.
Untuk menghindari deteksi oleh mekanisme keamanan, spyware ini sering menggunakan saluran komunikasi terenkripsi dan memecah data curian menjadi bagian-bagian lebih kecil yang dikirimkan secara bertahap.
Alat khusus yang digunakan dalam serangan ini diperkirakan bernilai jutaan dolar.
Citizen Lab, sebuah unit penelitian di University of Toronto, menyimpulkan dalam laporannya bahwa Discover-Tech membeli iklan yang telah disisipi perangkat lunak mata-mata (spyware). Iklan tersebut kemudian mengarahkan perangkat pengguna menuju perangkat lunak berbahaya (malware) milik Candiru.
Berawal dari pola tidak wajar
Tim teknologi internal Al Jazeera pertama kali menemukan pola yang tidak wajar pada perangkat yang digunakan oleh sejumlah jurnalis pada tahun 2024. Pola tersebut terus berlanjut hingga tahun 2025. Al Jazeera kemudian menghubungi Citizen Lab untuk melakukan investigasi lebih mendalam terkait kecurigaan mereka bahwa aktivitas tersebut disebabkan oleh perangkat lunak mata-mata.
“Analisis terhadap log jaringan yang diberikan oleh Al Jazeera kepada Citizen Lab—yang dikumpulkan selama periode serangan—menunjukkan jejak waktu yang jelas mengenai bagaimana serangan tersebut dijalankan,” ungkap tim yang berbasis di University of Toronto itu dalam laporan yang diterbitkan pada hari Kamis.
Pihak Al Jazeera menyatakan bahwa kerja sama ini “membantu memverifikasi serta mendokumentasikan serangan-serangan tersebut secara terbuka.”
Sementara itu, dalam laporan terpisah, perusahaan keamanan iklan Confiant yang berbasis di New York mengungkapkan bahwa beberapa iklan dari Discover-Tech juga muncul di jaringan-jaringan krusial yang digunakan oleh Pentagon, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di bawah PBB, serta Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Perangkat lunak mata-mata buatan Candiru sebelumnya telah digunakan untuk melakukan pengawasan terhadap setidaknya 100 jurnalis, tokoh pembangkang, dan pihak-pihak lainnya di berbagai negara.*




