Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mantan Pejabat AS: Tentara Zionis Cabuli Anak-Anak Palestina di Penjara ‘Israel’

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Desember 2023 10:28 10:28 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Desember 2023 10:30
Bagikan
Josh Paul | Christiane Amanpour (CNN)
Bagikan

Hidayatullah.com—Direktur Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) yang mengundurkan diri, Josh Paul mengungkap kejahatan tentara Israel yang telah mencabuli tahanan pria di penjara Moscovia, Yerusalem.

Josh Paul mengungkapkan insiden meresahkan yang melibatkan dugaan pemerkosaan terhadap seorang anak laki-laki Palestina berusia 13 tahun di sebuah penjara ‘Israel’.

Josh Paul resigned from the State Dept over sending arms to Israel. “I have heard from actually so many hundreds of colleagues at this point who support what I did,” he says. “They are finding what is happening both a moral disaster and a policy disaster for the United States.” pic.twitter.com/1M07cxeAwG

— Christiane Amanpour (@amanpour) December 4, 2023

Penyelidikan Departemen Luar Negeri terhadap kasus ini mengakibatkan pejabat Israel menutup badan amal yang terlibat dalam mengungkap kasus ini. Ia menyampaikan hal ini dalam sebuah wawancara dengan Christiane Amanpour di CNN hari Senin (4/12/2023) ketika sebuah pernyataan dilontarkan tentang sifat kemanusiaan di Gaza yang sekarang berada pada tingkat yang tidak dapat diterima.

“Anda menyebutkan kekerasan seksual, saya (adalah) bagian dari proses pemeriksaan hak asasi manusia, menyaring persenjataan yang diberikan kepada Israel,” katanya.

Amanpour mengungkit peristiwa 7 Oktober, yang ia gambarkan sebagai peristiwa “biadab” seraya mengutip “kisah pemerkosaan” yang dilakukan tentara zionis.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

“Sebuah organisasi kesejahteraan bernama International Defense of Palestine Children (DCIP) menarik perhatian kami, mengenai serangan seksual atau sebenarnya (kasus) pemerkosaan terhadap anak laki-laki berusia 13 tahun yang terjadi di penjara Israel di Moscovia di Yerusalem, “ ujarnya.

“Kami menyelidiki klaim ini, kami menganggapnya kredibel dan kami meminta pertanggungjawaban pemerintah Israel,” tambah dia.

Paul juga menceritakan aksi tentara Zionis ketika mereka menggerebek sebuah organisasi yang menyimpan informasi tentang anak-anak Palestina yang berada dalam tahanan penjajah.

“Anda tahu apa yang terjadi keesokan harinya? IDF memasuki kantor petugas DCIP, menyita komputer mereka, dan menuduh mereka sebagai entitas pejuang pembebasan Palestina,” katanya kepada Amanpour.

Paul mengatakan kekejaman tidak boleh menimpa siapa pun, baik itu kekejaman pelecehan seksual atau pelanggaran HAM ekstrem lainnya. Paul mengutuk kekejaman yang sedang berlangsung di Gaza dan Tepi Barat dan menyerukan pertanggungjawaban pihak penjajah.

Dia juga mempertanyakan dampak kebijakan luar negeri AS terhadap persepsi global dan apakah AS bisa menggunakan ‘pengaruh’ untuk mengakhiri serangan teroris ‘Israel’ di Gaza.

Paul menyebut peristiwa pada hari itu sebagai “seribu kekejaman” namun kembali pada seruan Amanpour bahwa pejuang Palestina telah memperkosa orang Israel pada hari itu.

Diketahui, penjajah ‘Israel’ dan sekutunya telah mendorong kampanye media baru, menghidupkan kembali klaim yang belum diverifikasi bahwa pejuang Hamas melakukan “pemerkosaan massal” terhadap warga ‘Israel’ selama operasi militernya pada 7 Oktober.

Meskipun liputan menampilkan orang-orang seperti Jode Biden dan Hillary Clinton, namun sampai hari ini penjajah ‘Israel’ tidak bisa memberikan informasi spesifik mengenai korban kekerasan seksual yang dimaksud, atau menunjukkan video, bukti forensik untuk menguatkan bahwa ada pemerkosaan skala besar yang mereka tuduhkan.

Josh Paul mengundurkan diri dari Departemen Luar Negeri AS pada bulan Oktober karena keputusan Biden yang terus mengirimkan senjata dan amunisi mendukung penjajah ‘Israel’ dalam serangan ke Gaza.

Menurut data statistik DCIP menunjukkan, hingga hari ini, 156 anak ditahan karena alasan “keamanan”, 23 anak ditahan karena alasan hukum dengan pemutakhiran terakhir pada September lalu.

Sedangkan jumlah kematian anak pada tahun 2023 akibat peluru tajam yang dilaporkan DCIP sebanyak 92 korban dengan update terakhir pada bulan ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Departemen Luar Negeri ASHeadlineJosh Paulkejahatan pencabulan IsraelPenjara IsraelTahanan Palestinatahanan pria palestinatentara Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kaesang Pangarep Persilahkan Ade Armande Keluar PSI jika Tidak Taat Aturan
Tulisan selanjutnya Desain Unik Bikin Celaka Amerika Larang Terbang Osprey

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?