Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Desain Unik Bikin Celaka Amerika Larang Terbang Osprey

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Desember 2023 10:37 10:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Desember 2023 10:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Setelah sempat menolak anjuran Jepang agar tidak menerbangkan pesawat Osprey menyusul kecelakaan di perairan Jepang belum lama ini, Amerika Serikat akhirnya memutuskan untuk tidak menerbangkan semua armada Osprey yang dipakai militernya. Desain unik pesawat itu disinyalir sebagai penyebab serangkaian kecelakaan maut yang dialaminya.

Hari Rabu malam (6/12/2023), militer Amerika Serikat mengumumkan larangan terbang bagi semua helikopter Osprey V-22 miliknya, satu pekan setelah 8 anggota Air Force Special Operations Command tewas ketika pesawat itu jatuh di lepas pantai Jepang, lapor Associated Press.

US Air Force, US Navy dan US Marine Corps mengambil langkah tidak biasa dengan melarang terbang ratusan Osprey setelah dilakukan penyelidikan awal atas kecelakaan pekan lalu, yang disebabkan oleh gangguan teknis pada pesawat dan bukan kesalahan kru.

Kecelakaan itu menimbulkan pertanyaan atas keselamatan terbang Osprey, yang terlibat dalam serangkaian kecelakaan maut meskipun belum lama dipakai. 

Jepang bertindak cepat dengan melarang terbang 14 Osprey miliknya segera setelah kecelakaan tersebut.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Letjen Tony Bauernfeind, kepala Air Force Special Operations Command, memerintahkan penghentian penggunaan Osprey guna dilakukan mitigasi risiko dan penyelidikan lanjutan.

Dalam nota pemberitahuan terpisah, Naval Air Systems Command – yang bertanggung jawab atas berbagai pesawat yang dipergunakan oleh US Marine Corps dan US Navy – mengatakan pihaknya tidak lagi menerbangkan semua Osprey. 

US Air Force mengatakan tidak tahu sampai kapan larangan terbang itu akan diberlakukan.

Osprey merupakan pesawat hibrida buatan Amerika Serikat. Pesawat itu dapat melakukan lepas landas dan mendarat seperti helikopter, tetapi sanggup memutar propellernya untuk terbang maju dan melayang lebih cepat seperti pesawat terbang lain.

Desainnya yang unik menjadi faktor penyebab beberapa kecelakaan yang terjadi ketika pesawat itu diterbangkan. Meskipun penyelidikan lebih lanjut baru dimulai, tetapi sudah ada catatan masalah terkait gangguan teknis pesawat itu kurun lebih dari satu dekade. Muncul pula pertanyaan apakah suku cadang yang dipakai pesawat itu dibuat sesuai dengan standar keselamatan.

Pada bulan Agustus, US Marine Corps menemukan bahwa kecelakaan fatal Osprey tahun 2022 disebabkan oleh kegagalan sistem kopling. Namun, akar masalahnya sampai sekarang belum ditemukan.

US Air Force Special Operations Command memiliki 51 Ospreys, US Marine Corps menerbangkan sebanyak 400 dan US Navy mengoperasikan 27 pesawat jenis itu.

Dalam jajaran armada terbang militer Amerika Serikat, Osprey masih tergolong “angkatan baru”. Osprey pertama dioperasikan pada 2007 setelah dilakukan tes selama beberapa dekade. Lebih dari 50 tentara tewas dalam uji terbang Osprey atau saat melakukan penerbangan latihan dengan pesawat tersebut, termasuk 20 kematian dalam empat kecelakaan kurun 20 bulan terakhir.

Dalam kecelakaan Osprey di Australia pada bulan Agustus, tiga anggota US Marine Corps tewas. Insiden itu juga masih dalam proses penyelidikan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatJepangmiliterOsprey
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Pejabat AS: Tentara Zionis Cabuli Anak-Anak Palestina di Penjara ‘Israel’
Tulisan selanjutnya FBI Bekuk Ekstremis Kristen Dalang Serangan Teror yang Tewaskan 6 Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Berita
2 September 2026 21:40
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

2 September 2026 20:16
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?