Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mahasiswa Geram Universitas Malaya Mengundang Akademisi Amerika Pro-Zionis ‘Israel’

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 April 2024 18:39 6:39 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 April 2024 17:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– University of Malaya Student Union (KMUM), hari Kamis (25/4/2024), menuntut pihak manajemen untuk bertanggung jawab karena telah mengundang akademisi Amerika Serikat Profesor Bruce Gilley yang dikenal sebagai seorang pendukung Zionis Israel dan pro-kolonialisme.

“Kebebasan akademik tidak salah, tetapi perkuliahan tidak seharusnya dipakai sebagai tempat untuk menyebarkan propaganda Zionis. Kelalaian yang disengaja pihak UM dengan mengundang seorang akademisi yang memiliki catatan kontroversial tidak dapat dipakai sebagai dalih lagi,” kata KUKM dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Malay Mail.

Kelompok mahasiswa Universitas Malaya marah karena pihak kampus mengundang tidak hanya seorang profesor yang berpandangan pro-Zionis tetapi juga mendukung kolonialisme.

Mereka semakin geram setelah profesor ilmu politik dari Portland State University itu dalam kuliahnya di kampus Universitas Malaya menuding para pemimpin Malaysia mendorong “Holocaust kedua” atas kaum Yahudi.

KMUM kemudian menuntut supaya diajak berunding tentang program apapun yang akan digelar di kampus guna supaya hal serupa tidak terulang.

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Sejak protes tersebut, acara yang rencananya menghadirkan Gilley dibatalkan.

Dalam pernyataannya KMUM juga menegaskan kembali komitmen mereka terhadap perjuangan rakyat Palestina dan segala upaya membela kepentingan Palestina baik di dalam Malaysia maupun internasional.

Secara terpisah, organisasi Mahasiswa Progresif Universiti Malaya mengkritik pihak

Fakultas Seni dan Ilmu Sosial karena telah mengundang Gilley fan memberikannya panggung untuk menyebarkan Zionisme di Malaysia. Organisasi itu mempertanyakan motif dari pihak fakultas.

Kelompok mahasiswa lainnya, Neo-Siswa Universiti Malaya, juga mengancam akan menggelar aksi protes apabila pihak UM tidak menjelaskan tentang keputusannya mengundang Gilley. Mereka memberikan waktu 24 jam kepada pihak kampus untuk memberikan penjelasan.

Profesor Bruce Gilley diundang oleh Department of International and Strategic Studies untuk tiga acara, mulai dari seminar hubungan internasional pada hari Senin.

Hari Selasa (23/4/2024), Gilley menjadi pembicara utama dan menyampaikan kuliah bertajuk “Will Malaysia Become an Active Middle Power”. 

Hari Rabu, mengomentari tentang kuliahnya itu di platform X, dia menyebut Malaysia, negeri yang para pemimpin politiknya mendukung Holocaust kedua terhadap orang-orang Yahudi, tidak akan pernah menjadi pemain serius dalam kancah internasional dan pastinya tidak akan pernah menjadi teman atau mitra bagi Amerika Serikat.

Dia mencontohkan para pemimpin Malaysia yang dimaksud dengan merujuk pernyataan yang pernah dibuat oleh mantan perdana menteri Tun Dr Mahathir Mohamad dan Menteri Pertanian Datuk Seri Mohamad Sabu.

Namun kemudian, Gilley menghapus tulisannya di X itu dengan alasan demi keselamatan staf UM yang mengundangnya.

Gilley dikenal sebagai pendukung negara Israel, dia bahkan memasang gambar bendera Israel pada akunnya di X.

Dia juga dikenal dengan ucapan-ucapannya yang memuja dan memuji kolonialisme oleh bangsa Barat, mengatakan bahwa kolonialisme itu sepatutnya diakui dan dianggap “legitimate” dan bahkan perlu dibangkitkan kembali.

Pada tahun 2017, dalam artikelnya “The Case for Colonialism” yang dipublikasikan di jurnal Third World Quarterly mengundang protes dan kecaman, yang menghasilkan dua petisi yang ditandatangani oleh ribuan akademisi yang menuntut supaya jajaran redaksi yang bertanggung jawab meloloskan artikel itu dipecat. Buntut dari masalah ini, 15 dari 34 anggota dewan redaksi jurnal itu mengundurkan diri sebagai bentuk protes.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gelombang Panas Tak Kunjung Berakhir, Ribuan Warga Bangladesh Gelar Shalat Istisqa
Tulisan selanjutnya Pengungsi Suriah sukses berbisnis Keju Kisah Pengungsi Suriah yang Sukses Berjualan Keju di Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Berita
13 Oktober 2026 00:13
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?