Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

‘Israel’ Cemas Mesir Kerahkan Kendaraan Militer di Semenanjung Sinai”

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Februari 2025 05:58 5:58 am
Ahmad
Dipublikasikan 12 Februari 2025 22:46
Bagikan
Kendaraan lapis baja Mesir di Semenanjung Sinai
Bagikan

Hidayatullah.com— Beberapa hari terakhir banyak warga Mesir sibuk memantau media sosial terkait beredarnya video pengerahan kendaraan militer Mesir di Sinai Utara, dekat perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza, menimbulkan banyak pertanyaan.

Pengerahan kendaraan militer yang bertepatan dengan eskalasi atas pernyataan Presiden Donald Trump tentang pemindahan penduduk Jalur Gaza, menyebabkan beberapa pengamat di ‘Israel’ khawatir dan cemas.

Pakar militer dan strategis Mesir, Mayor Staf Umum Mohamed Refaat Gad, menjelaskan bahwa Mesir memperkuat pasukan dan langkah-langkah keamanannya di perbatasan, sejalan dengan persyaratan keamanan nasional dan ukuran ancaman yang ada.

Dia juga menunjukkan bahwa bala bantuan keamanan Mesir telah dilakukan secara berkala sejak awal Genosida ‘Israel’ di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

“Mesir mengambil tingkat keamanan tertinggi di perbatasannya dan mengintensifkan pengintaian dan pemantauan situasi keamanan yang cermat dan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Selain itu, ia menekankan bahwa gerakan militer di Sinai dianggap sebagai hak berdaulat dan sah negara Mesir dalam kerangka menjaga stabilitas internal dan keamanannya di Sinai atau menjaga ketertiban umum.

Tetapi dia mengatakan langkah-langkah itu bisa mengganggu dari perspektif ‘Israel’ jika mereka melampaui aturan yang ditetapkan oleh perjanjian damai atau jika mereka menimbulkan keraguan tentang niat militer Mesir.

Mantan jenderal militer Mesir dan pemikir strategis Samir Farag mengaitkan pengerahan kendaraan militer ini dengan sikapPresiden Al-Sisi dalam posisi tegasnya menolak pengungsian warga Palestina, yang digagas Donald Trump.

Ia menekankan peran kuat Kementerian Luar Negeri dalam mengkomunikasikan posisi tegas Mesir tentang masalah Palestina.

Dikutip Russian Times (RT) edisi Bahasa Arab, Farag menunjukkan bahwa ada tuntutan public untuk agar Presiden al-Sisi tidak menghadiri undangan Trump ke Amerika Serikat, guna mempresentasikan dan menunjukkan pada dunia terkait posisi Mesir yang tidak berubah terhadap perjuangan Palestina.

“Tentara ‘Israel’ tidak siap untuk berperang melawan tentara kami, tidak dapat masuk ke dalam perang dua tahun lalu, kami adalah salah satu negara paling kuat di dunia, tentara kami siap, setiap minggu dalam aktivitas, dan angkatan bersenjata sepenuhnya siap,” ujarnya hari Rabu (12/2/2025).

Sementara itu, Mantan Wakil Duta Besar ‘Israel’ untuk Mesir Ruth Wasserman Landa memperingatkan tentang runtuhnya hubungan dengan Mesir.

“Saya tidak berpikir ada alasan untuk membatalkan perjanjian damai secara drastis, meskipun saya pikir perkembangan terakhir benar-benar dramatis dan tidak dapat diremehkan sama sekali,” kata Landa saat diwawancarai jurnalis ‘Israel’, Gadi Ness di Radio 104.5 FM.

“Namun saya sarankan untuk mencoba melihatnya secara rasional, karena kita tahu bahwa alasan perang terdiri dari dua komponen utama: yang pertama adalah kemampuan, dan komponen kedua adalah kemauan untuk berperang. Sangat disayangkan bahwa Mesir memiliki kemampuan hebat dan tingkat kesiapan tempur yang tinggi yang membutuhkan penjelasan,” ujar dia.

“Dari sudut pandang yang sama sekali tidak tersirat, skenario acuan yang menjadi sasaran latihan Mesir adalah ‘Israel’. Dalam hal kemampuan, mereka menempatkan pasukan di Semenanjung Sinai dan memiliki bala bantuan tingkat tinggi, yang menurut saya sangat mengkhawatirkan,” tambahnya.

Ia melanjutkan penumpukan dan penguatan militer Mesir di Smenanjung Sinai dinilai sangat nyata, yang bukan masalah sederhana dan memerlukan penjelasan.

Ia menambahkan, sejak 7 Oktober 2023, Mesir telah berada di level tertinggi dan mengekspresikan dirinya dengan kuat, yang berarti tidak menyisakan ruang untuk keraguan tentang ketakutannya terhadap kerusuhan dan “pemindahan warga Palestina ke tanahnya, yang dianggapnya sebagai dalih untuk perang.”

Kementerian Luar Negeri Mesir telah memperingatkan untuk pertama kalinya dalam sebuah pernyataan resmi mengenai bahaya visi Amerika untuk menghilangkan perjuangan Palestina dan mengusir warga Palestina dari Jalur Gaza yang akan mengancam perdamaian di kawasan tersebut.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir menekankan bahwa “setiap visi untuk menyelesaikan masalah Palestina harus mempertimbangkan upaya menghindari membahayakan pencapaian perdamaian di kawasan tersebut, sejalan dengan upaya untuk membendung dan menangani penyebab dan akar konflik.”

Pejabat militer dan politik ‘Israel’ lain membunyikan “peringatan keras” atas apa yang mereka gambarkan sebagai ‘pengerahan’ militer Mesir di Semenanjung Sinai, menyerukan kehati-hatian dan peringatan terhadap potensi konfrontasi ‘Israel’ dengan Mesir di masa mendatang.

Menurut The New Arab, Mesir juga khawatir tentang tentara ‘Israel’ yang menurut seruan oleh sayap kanan ‘Israel’ untuk memindahkan penduduk Gaza yang berjumlah lebih dari 2,3 juta jiwa ke Sinai, sebuah prospek yang, menurut Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi pada Oktober 2023, akan mengancam hubungan Mesir-’Israel’.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan memotong bantuan AS ke Mesir dan Yordania jika mereka menolak menerima warga Palestina. Berbicara di Gedung Putih, Trump juga memperingatkan bahwa dia akan membatalkan gencatan senjata di Gaza kecuali Hamas membebaskan semua sandera ‘Israel’ pada hari Sabtu ini.

Donald Trump juga mengatakan pada hari Ahad bahwa dia berkomitmen untuk “membeli dan memiliki Gaza”, tetapi dapat mengizinkan bagian dari tanah itu dibangun kembali oleh negara-negara lain di Timur Tengah.

Donald Trump juga sempat mengancam akan memotong bantuan ke Mesir dan Yordania jika mereka tidak menerima pengungsi Palestina berdasarkan rencananya untuk menggusur penduduk Jalur Gaza.

Pinjaman IMF ke Mesir

Penasihat di Sekolah Tinggi Komandan dan Staf Mesir mengatakan bahwa kemungkinan Donald Trump akan memainkan kartu IMF dan pinjaman yang diberikan kepada Mesir untuk menekan dan membatasi Kairo.

Donald Trump akan memainkan “kartu ekonomi” dengan kuat, tetapi soliditas dan kohesi rakyat Mesir dan menunjukkan logam sejati kepada Mesir akan menggagalkan skema ini.

Bagaimanapun, Rencana Trump telah menuai kecaman global, dengan para pemimpin regional dan dunia mengatakan langkah seperti itu akan mengancam stabilitas regional.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlineisraelmiliter mesirperbatasan Rafah Jalur GazaSemenanjung Sinai
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kecanduan Judi, Sebabkan Banyak Kasus Anak jadi Kalap pada Orang Tua
Tulisan selanjutnya Prabowo-Erdogan Sepakat Produksi Bersama Alutsista  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

17 Oktober 2026 09:35
Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

16 Oktober 2026 15:36
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?