Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Departemen Pendidikan Amerika Serikat Mengurangi Setengah Jumlah Pegawai

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Maret 2025 16:27 4:27 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Maret 2025 16:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Departemen Pendidikan Amerika Serikat akan mengurangi setengah dari pekerjanya, seiring dengan kebijakan perampingan pemerintahan federal Presiden Donald Trump.

Pemberhentian pegawai secara massal itu akan berdampak pada hampir 2.100 orang yang akan ditempatkan dalam status cuti mulai 21 Maret.

Trump sejak lama berusaha menghapus departemen itu, yang didukung oleh kalangan konservatif, tetapi tindakan itu tidak mudah karena harus mendapatkan persetujuan Kongres AS.

Departemen Pendidikan AS memiliki anggaran tahunan sekitar $238 miliar dan mempekerjakan lebih dari 4.000 orang.

Didirikan pada 1979, Departemen Pendidikan AS mengawasi sekolah-sekolah negeri, mengelola pinjaman atau kredit pendidikan dan membuat program-program yang membantu para pelajar dari kalangan ekonomi lemah.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Orang sering salah mengira Departemen Pendidikan AS mengelola sekolah-sekolah yang ada di negeri Paman Sam dan menetapkan kurikulum, padahal tugas dan wewenang itu ada pada pemerintah negara bagian dan distrik.

Sekolah dasar dan menengah di AS mendapatkan alokasi anggaran sangat sedikit dari pemerintah federal, hanya sekitar 13 persen. Sebagian besar pendanaan mereka bersumber dari negara bagian dan kelompok lokal.

Peran paling penting yang dimainkan oleh Departemen Pendidikan AS adalah mengelola dan mengawasi kredit atau pinjaman pelajar yang dipergunakan jutaan warga Amerika Serikat untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.

“Sebagai bagian dari misi terakhir Departemen Pendidikan, yaitu hari ini pihak departemen menginisiasi pengurangan jumlah pegawai yang berdampak pada hampir 50 persen tenaga kerja departemen ini,” kata Menteri Pendidikan Linda McMahon dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Selasa (11/3/2025) seperti dilansir BBC.

Pemberhentian pegawai akan diberlakukan di semua divisi yang ada.

Departemen itu memiliki 4.133 pegawai ketika Donald Trump dilantik sebagai presiden Amerika Serikat untuk periode kedua pada 20 Januari. Jumlah pegawai itu merupakan yang terkecil di antara 15 departemen atau badan pemerintah setingkat kabinet yang dimiliki pemerintah AS.

Setelah pemangkasan sebanyak 2.183 pegawai akan tersisa, itu sudah termasuk pegawai yang menjelang pensiun atau bersedia pensiun dini.

Menurut pengumuman yang diedarkan, mereka yang diberhentikan masih akan menerima gaji sampai 9 Juni, berikut uang pesangon atau pensiun yang besarannya akan ditentukan dengan masa kerja mereka di departemen itu.

Selama puluhan tahun kalangan Republik melontarkan ide pembubaran Departemen Pendidikan. Ketika bekas aktor Ronald Reagan maju dalam pemilihan presiden tahun 1980, dia mendesak pembubaran departemen itu.

Mengapa hingga saat ini inisiatif itu tidak kunjung terwujud, karena pembubarannya harus mendapatkan persetujuan Kongres AS, yang artinya dengan komposisi di parlemen harus juga didukung oleh politisi Demokrat.

Kalangan konservatif (Republik) menilai desentralisasi pendidikan akan memberikan kewenangan yang lebih besar kepada pemerintah masing-masing negara bagian untuk mengelolanya.Trump sendiri menuding Departemen Pendidikan mendoktrin generasi muda supaya menerima ideologi rasial, seksual dan politik yang dinilainya tidak patut.American Federation of Teachers, serikat kerja pendidikan terbesar di AS, mengecam pemangkasan pegawai tersebut.“Pengurangan dalam jumlah besar pegawai Departemen Pendidikan merupakan serangan terhadap kesempatan yang memungkinkan lembaga itu untuk membantu para pelajar, mencampakkan program pendidikan federal ke dalam kekacauan di seluruh penjuru negeri ini,” kata Randi Weingarten, pimpinan serikat pekerja itu dalam sebuah pernyataan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatDepartemen PendidikanDonald Trump
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya universitas prancis Universitas Prancis Buka Pintu Bagi Ilmuwan Amerika Serikat yang Dana Risetnya Dipotong Trump
Tulisan selanjutnya Power Bank Penyebab Kebakaran Pesawat Air Busan di Bandara Gimhae

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?