Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Menag Soroti Tantangan Dakwah di Era Post-Truth dan Kebutuhan Seni Metodologi Khusus

Bambang S
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2025 20:13 8:13 pm
Bambang S
Dipublikasikan 21 Oktober 2025 20:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Organisasi Massa Islam Hidayatullah secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Daftar isi
  • Filosofi Ummah dan Harapan Menjadi Irsyadul Ibad
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Dalam sambutannya Menag Nasaruddin Umar menyoroti kompleksitas tantangan yang dihadapi ulama dan ormas Islam di tengah perubahan global, khususnya di era post-truth.

Menag mengapresiasi dinamika Munas Hidayatullah yang dinilainya mencerminkan semangat Khaira Ummah (umat terbaik), seraya mengakui pesatnya pertumbuhan organisasi tersebut yang mampu mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia dalam waktu yang relatif singkat.

Inti dari arahan Menag berfokus pada kesulitan menegakkan kebenaran di masa kini. Beliau mengakui bahwa bagi para ulama, kutipan ayat, hadis, dan undang-undang secara tradisional disambut dengan sikap Sami’na wa Atha’na (kami dengar dan kami patuhi).

“Namun, dalam era post-truth seperti sekarang ini, kebenaran yang bersumber dari ayat, hadis, dan undang-undang ternyata bisa direlatifkan oleh politik,” tegas Menag.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Menurutnya, tiga kekuatan ini—ayat, hadis, dan undang-undang—yang seharusnya menjadi referensi valid, justru dapat dilenturkan oleh realitas politik.

Hal ini seringkali menimbulkan kebingungan di masyarakat, di mana sesuatu yang secara intelektual dan normatif valid, justru tidak tampil atau tidak dipegang oleh publik.

“Ini satu bukti bahwa kebenaran dalam era post-truth seperti sekarang ini susah ditegakkan. Maka itu, di dalam berdakwah diperlukan bukan hanya menyampaikan kebenaran itu sendiri, tapi diperlukan metodologi yang lebih khusus lagi, diperlukan seni di dalam berdakwah,” jelas Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

Menag Nasaruddin Umar menekankan pentingnya membedakan antara Al-Khair dan Al-Ma’ruf dalam konteks metodologi dakwah.

Al-Khair (Kebajikan): Mengharuskan pendekatan induktif (dari bawah ke atas), atau disebut Da’wah (seruan). Karena Al-Khair seakar kata dengan Ikhtiar (pilihan/alternatif), maka ormas Islam tidak boleh memaksakan pendapat dalam masyarakat yang plural.

Al-Ma’ruf (Prinsip Kebajikan): Mengharuskan pendekatan deduktif (dari atas ke bawah), atau disebut Amr (perintah). Dalam masalah prinsip, organisasi harus bersikap tegas, sesuai dengan semangat.

{أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُ}}

(keras terhadap kaum kufar, berkasih sayang sesama mereka).

Menag menegaskan bahwa ormas Islam perlu memahami secara mikro keragaman masyarakat Indonesia, tidak bisa menggunakan satu pendekatan tunggal, melainkan memerlukan berbagai macam pendekatan untuk menyukseskan dakwah.

Filosofi Ummah dan Harapan Menjadi Irsyadul Ibad

Dalam bagian lain pidatonya, Menag menguraikan secara mendalam filosofi konsep Ummah sebagai komunitas ideal. Menurutnya, Ummah berasal dari akar kata Ibrani Amim yang berarti cinta kasih sejati. Konsep ini melahirkan kosa kata kunci dalam tatanan masyarakat Islam:

  • Ummi (Ibu): Pencinta sejati.
  • Ama-ama: Keterdepanan atau visionary.
  • Imam: Pemimpin yang berwibawa.
  • Makmum: Rakyat atau follower yang santun.
  • Imamah: Aturan yang mengatur hubungan pemimpin dan rakyat.

Komunitas yang diikat oleh seluruh elemen tersebut, ditambah dengan kasih sayang mendalam, itulah Ummah.

Menutup arahannya, Menag berharap Hidayatullah, yang berarti petunjuk dari Allah (Hidayatullah), dapat merealisasikan visinya dengan menjadi Irsyadul Ibad (pembawa petunjuk bagi hamba Allah).

“Jadilah Irsyadul Ibad, jadilah Hidayatullah, dan jadilah pemimpin umat,” pungkasnya.

Peresmian Munas ke-6 Hidayatullah ditandai dengan pemukulan gong oleh Menag, diikuti dengan penyerahan plakat penghargaan dari Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. H. Nashirul Haq, M.A.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahMenagMunas HidayatullahMunas VI HidayatullahNasaruddin Umar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mentan Dorong Hidayatullah Jadi Motor Hilirisasi Pangan
Tulisan selanjutnya Kepemimpinan Sebagai Amanah Ilahiyah dan Ruhaniyah Kepemimpinan Sebagai Amanah Ilahiyah dan Ruhaniyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?