Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kepemimpinan Sebagai Amanah Ilahiyah dan Ruhaniyah

Bambang S
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2025 09:47 9:47 am
Bambang S
Dipublikasikan 22 Oktober 2025 09:47
Bagikan
Kepemimpinan Sebagai Amanah Ilahiyah dan Ruhaniyah
Bagikan

Hidayatullah.com – Pemimpin Umum Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad menegaskan kepemimpinan dalam Islam adalah amanah yang bersifat ilahiyah dan ruhaniyah, bukan sekadar urusan organisasi atau kekuasaan duniawi.

Daftar isi
  • Ikhtiar dan Sabar
  • Hikmah Ber-Gua Hira
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

“Sesungguhnya kepemimpinan itu adalah amanah ilahiyah dan rohaniyah, warisan kenabian dan kerasulan,” ujar KH Abdurrahman dalam taujihnya setelah shalat Subuh di arena Musyawarah Nasional ke-6 Hidayatullah di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa (21/10/2025). “Pemimpin adalah penanggung jawab bagi kemanusiaan dan alam semesta,” lanjutnya.

Dalam bagian awal taujihnya, Kiai Abdurrahman mengingatkan pentingnya memahami keindahan ayat-ayat Allah, baik yang bersifat kauniyah (fenomena alam) maupun qauliyah (wahyu). Ia mencontohkan, Nabi Muhammad ketika malam tiba memperdalam dzikir dan penghayatan terhadap kebesaran Allah.

“Sesungguhnya puncak dari spiritual adalah cinta,” ungkapnya. Menurut KH Abdurrahman zikir yang menunjukkan penghambaan sejati kepada Allah adalah mengujinya dengan ‘Alhamdulillah’. “Begitu pula puncak moral adalah cinta. Cinta yang melahirkan kesatuan hati dan keteguhan dalam jihad menuju Allah,” sambung beliau.

Kiai Abdurrahman mengingatkan agar seluruh kader dan pemimpin Hidayatullah harus berlomba-lomba mencapai puncak spiritual dan moral, serta meneladani para nabi dalam kepemimpinan yang berlandaskan cinta, kesabaran, dan pengabdian kepada Allah. “Semoga kita menjadi orang-orang yang istiqamah dalam perlombaan menuju puncak spiritual dan puncak moral,” pesan beliau.

Baca Juga

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Ikhtiar dan Sabar

Kiai Abdurrahman menekankan bahwa perjalanan spiritual dan moral harus ditempuh dengan mujahadah dan kesabaran. Ia mengutip firman Allah, “Wabtaghu ilaihi al-wasilah, wajahidu fi sabilihi la’allakum tuflihun”. “Carilah jalan untuk mendekat kepada-Nya, dan berjihadlah agar kamu beruntung.”pesannya kepada seluruh kader Hidayatullah.

Lebih lanjut, Kiai Abdurrahman memberi contoh, bagaimana perjalanan para nabi sebagai teladan kepemimpinan. Ia menyebut, Allah melantik para nabi untuk menjadi pemimpin dan pencerah bagi umat manusia.

“Allah Subhanahu wa Ta’ala membimbing roh para nabi dengan firman-firman-Nya,” kata beliau seraya mengutip ayat ‘Wa kadzālika awḥainā ilaika rūḥan min amrinā’ “Demikianlah Kami wahyukan kepadamu roh dari perintah Kami.”ujar beliau

Beliau menegaskan, para nabi bukan hanya pembawa wahyu, tetapi juga pemimpin perubahan sosial. Mereka hadir di tengah masyarakat yang kehilangan arah ketuhanan dan kemanusiaan, membawa cahaya untuk menuntun kembali ke jalan yang lurus.

“Ketika manusia sudah tidak mengenal Tuhannya, maka disitulah puncak kegelapan. Diperlukan hadirnya sosok pemimpin dan pencerah,” ujar Kiai Abdurrahman.

Hikmah Ber-Gua Hira

Mengambil pelajaran dari pengalaman spiritual Nabi Muhammad, di Gua Hira, KH Abdurrahman menjelaskan makna mendalam dari perintah pertama Allah, “Iqra’” (bacalah)

Menurutnya, perintah ini bukan sekadar perintah intelektual, tetapi perintah peradaban: membaca fenomena alam, kemanusiaan, dan sejarah untuk melakukan perubahan. “Nabi tidak menjawab, ‘Saya tidak tahu membaca,’ tapi ‘Saya tidak bisa membaca.’ Ini menunjukkan bahwa yang harus dibaca bukan hanya teks, tapi realitas,” ujarnya.

“Ilmu yang dibangun dari wahyu bukanlah ilmu untuk ilmu, tapi ilmu untuk perubahan,” lanjut beliau. Kiai Abdurrahman menegaskan, segala perubahan dan kepemimpinan sejati harus dimulai dengan ‘Bismillah’ karena hanya dengan nama Allah, seorang pemimpin mampu melihat dan menuntaskan persoalan umat secara benar.

“Jangan menjadikan diri sebagai Tuhan,” pesannya. “Karena akal dan kekuasaan semata tidak akan mampu menyelesaikan persoalan ketuhanan dan kemanusiaan,” imbuh Kiai Abdurrahman.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BPU HidayatullahMunas HidayatullahMunas VI HidayatullahRais Aam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag Soroti Tantangan Dakwah di Era Post-Truth dan Kebutuhan Seni Metodologi Khusus
Tulisan selanjutnya Lonjakan Tajam Emigrasi Israel: Banyak yang Pergi, Sedikit yang Kembali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Berita
31 Agustus 2026 20:04
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

2 September 2026 20:16
Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

2 September 2026 20:14
Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?