Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Trump Ancam Gempur Iran Lebih Dahsyat, Teheran: Peti Mati Sudah Jadi

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Agustus 2026 13:18 1:18 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 Agustus 2026 13:17
Bagikan
Panglima Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan yang lebih besar terhadap Teheran. Di saat yang sama, media-media Amerika melaporkan Washington tengah menyiapkan operasi militer baru yang berpotensi menyasar infrastruktur energi Iran.

Saat memimpin rapat kabinet di Camp David, Maryland, Trump menegaskan Amerika Serikat akan terus meningkatkan tekanan terhadap Iran.

“Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras, dan pada akhirnya mereka akan berkata, ‘Kami sudah tidak sanggup lagi,'” ujar Trump.

Mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya, The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan Trump telah memerintahkan persiapan operasi militer baru sebagai upaya memaksa Teheran menyerah.

Operasi tersebut disebut-sebut dapat dimulai paling cepat pada akhir pekan ini.

Baca Juga

Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid

Laporan senada disampaikan CBS News. Media itu menyebut Amerika Serikat dan Israel sedang mengoordinasikan serangan terhadap sejumlah target strategis di Iran, termasuk kilang minyak, pembangkit listrik, dan fasilitas sektor energi.

Namun, menurut CBS News, Trump hingga kini belum memberikan persetujuan akhir meski pembahasan operasi terus berlangsung.

Laporan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu Trump dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Gedung Putih.

Merespons ancaman Washington, Panglima Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita IRNA, Abdollahi mengatakan Amerika dan sekutunya kini telah memahami risiko jika kembali menyerang Iran.

“Amerika dan para tentara bayarannya kini telah menyadari jauh di lubuk hati mereka bahwa peti mati merupakan bagian dari perlengkapan militer mereka di kawasan ini,” kata Abdollahi.

Ia kemudian mengingatkan kembali pernyataan mendiang Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei. “Era menyerang lalu melarikan diri tanpa konsekuensi telah berakhir,” ujarnya.

Menurut IRNA, Abdollahi kembali memperingatkan Washington, Israel, dan sekutu-sekutunya agar tidak melakukan salah perhitungan yang dapat memicu konflik lebih luas di kawasan.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menuding Amerika Serikat sengaja menyerang berbagai fasilitas sipil.

Dalam unggahan di platform X yang dikutip Tehran Times, Baqaei mengatakan Washington menghancurkan Menara Pengawas Maritim Chabahar pada 16 Juni, yang merupakan fasilitas sipil untuk keselamatan pelayaran.

Ia juga menuduh Amerika menyerang sebuah sekolah di Minab, sasaran sipil di Lamerd, serta fasilitas listrik dan pompa desalinasi di Desa Bunji, Kota Jask, sehingga lebih dari 10.000 warga kehilangan akses air bersih.

“Dengan hancurnya setiap jembatan, menara, dan fasilitas sipil, yang runtuh bukan hanya baja dan beton, tetapi juga martabat moral Amerika, kredibilitas tatanan hukum internasional, serta klaim peradaban Barat,” ujar Baqaei.

Kecaman serupa disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Dalam pernyataannya yang dikutip Mehr News, ia menilai serangan terbaru Amerika Serikat ke kawasan permukiman di Iran selatan merupakan kelanjutan dari aksi yang menyasar warga sipil.

“Amerika Serikat menodai tangannya dengan kejahatan baru setiap hari. Serangan teroris terhadap rumah-rumah warga sipil di Pulau Qeshm merupakan kelanjutan dari kejahatan mereka di Minab dan Lamerd,” kata Ghalibaf.

Ia juga memperingatkan bahwa Washington tidak akan luput dari balasan.

“Orang-orang Amerika telah terbiasa menutupi pukulan yang mereka derita di medan perang dengan menumpahkan darah warga yang tidak bersalah. Mereka akan membayar harganya,” tegasnya.

Menurut Mehr News, serangan rudal Amerika Serikat menghantam sejumlah wilayah di Pulau Qeshm, Bushehr, Fars, dan Khuzestan. Serangan paling mematikan terjadi di kawasan Chah Tangu, Pulau Qeshm, yang menewaskan satu keluarga, yakni seorang ayah, ibu, dan anak mereka yang berusia dua tahun.

Dua anak lainnya yang berusia tujuh dan sembilan tahun dilaporkan mengalami luka-luka.Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah berlangsung sejak 28 Februari dan kini memasuki bulan keenam. Hingga kini belum terlihat tanda-tanda deeskalasi. Sebaliknya, ancaman serangan baru dari Washington dan peringatan balasan dari Teheran semakin meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatDonald TrumpiranMayor Jenderal Ali AbdollahiPanglima Markas Pusat Khatam al-Anbiya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yogyakarta Jadi Tempat Pertemuan Alumni Jesuit Dunia
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Tegaskan Kripto Tetap Haram Jadi Mata Uang, Ini Dasar Hukumnya Menurut Syariat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid

Berita
1 Oktober 2026 15:47
Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi

Terbaru

  • Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
  • Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
  • MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
  • LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
  • Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
  • Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot
  • Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot

1 Oktober 2026 14:54
Perdana Menteri Qatar Al-Thani
Berita

Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi

1 Oktober 2026 12:29
Berita

Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China

1 Oktober 2026 06:53
Berita

Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

30 September 2026 20:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?