Hidayatullah.com– Uganda menangguhkan semua kerja sama militer dan pertahanan dengan Turki karena Ankara masih terus menolak untuk mengekstradisi seorang blogger Uganda yang juga pengkritik vokal Presiden Yoweri Museveni.
Fred Lumbuye, yang mengasingkan diri di Turki, menghadapi 15 dakwaan pidana di Uganda, termasuk menyulut aksi kekerasan, menyebarkan informasi palsu dan menyalahgunakan komputer.
Pimpinan militer Uganda Muhoozi Kainerugaba, putra Museveni’ yang digadang-gadang akan menjadi penerus kekuasaan ayahnya, berulang kali bertikai dengan pihak berwenang Turki terkait upaya pemulangan disiden Uganda tersebut.
“Pasukan Pertahanan Rakyat Uganda (UPDF) dengan segera menangguhkan semua kerja sama pertahanan dan militer dengan Republik Turki,” kata juru bicara militer Chris Magezi dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (20/9/2026) seperti dilansir RFI.
“Kebijakan ini akan tetap berlaku sampai masalah-masalah berkaitan dengan kerja sama militer dan pertahanan yang saling menguntungkan antara kedua negara diselesaikan,” imbuh Magezi.
Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah ratusan warga Uganda yang terafiliasi dengan Patriotic League of Uganda (PLU) — sebuah kelompok sipil dan penekan politik yang berkaitan dengan Kainerugaba – berunjuk rasa di luar Kedutaan Besar Turki di ibu kota Kampala, menuntut ekstradisi Lumbuye.
“Kami berkumpul di sini hari ini bukan sebagai musuh rakyat Turki tetapi sebagai patriot Uganda yang sangat kecewa,” kata Fadil Twalla, sekjen PLU. “(Lumbuye) berbasis di Turki dan dari sana terus melancarkan serangan atas pemimpin nasional kami.”
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Kainerugaba menulis, “Saya berterima kasih kepada massa patriotik PLU yang hebat atas demonstrasi mereka di Kedutaan Besar Turki kemarin. Mereka membuktikan bahwa mereka memiliki semangat singa. Turki akan mematuhi semua tuntutan kami. Jika tidak, kehidupan mereka di Uganda tidak akan tenang.”
Pada Juli 2022, pengadilan di Turki menolak permintaan resmi Uganda supaya Lumbuye diekstradisi.
Status Lumbuye di Turki tidak jelas. Namun, unggahannya dan kanalnya di YouTube tentang politik Uganda dilihat oleh ribuan orang, sehingga dia memiliki kelebihan media sebagai alat mengkritik penguasa yang tidak dimiliki oleh para pengkritik yang tinggal di dalam negeri.
Pada bulan Mei Museveni memenangkan pemilu sehingga dia kembali menjabat sebagai presiden untuk periode ketujuh.Para analis mengatakan bahwa putra Museveni sudah menjadi kekuatan dominan di negara itu di tengah maraknya pemberangusan terhadap para pengkritik.
Hubungan pertahanan Uganda -TurkiUganda dan Turki telah menjalin hubungan pertahanan yang erat selama hampir satu dekade.Pada Juni 2016 mereka menandatangani perjanjian kerja sama industri pertahanan, yang kemudian diperluas dengan perjanjian pelatihan militer lainnya pada tahun 2022.
Bidang kerja sama tersebut meliputi pelatihan militer, persenjataan dan peralatan pengawasan, transfer teknologi, serta kerja sama dalam pemberantasan terorisme dan keamanan.
Pihak militer tidak memberikan penjelasan terperinci mengenai masalah yang belum terselesaikan di balik penangguhan tersebut. Namun , keputusan itu dibuat menyusul adanya ancaman pembatalan kontrak jalur kereta api SGR senilai $3 miliar dengan perusahaan Turki Yapi Merkezi, serta ancaman untuk mengusir warga Turki dari Uganda.
Media Turki melaporkan pada bulan Juni bahwa pembatalan kontrak oleh Kainerugaba itu “mengintensifkan serangkaian tindakan dan sikap bermusuhan yang ditujukan kepada Turki”.*




