Hidayatullah.com – Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Ahad menyatakan telah menangkap sebuah drone bawah air milik Amerika Serikat di Selat Hormuz. Sejak serangan AS-Israel terhadap negaranya pada Februari 2026, Iran telah menutup selat strategis ini.
“Melalui operasi terkoordinasi dan kompleks yang melibatkan pengawasan intelijen serta peperangan elektronik, personel angkatan laut IRGC berhasil menangkap kendaraan bawah air nirawak (UUV) canggih milik militer AS yang disebut sebagai teroris,” bunyi pernyataan angkatan laut IRGC.
Mereka menyebut bahwa drone tersebut “beroperasi di Selat Hormuz untuk tujuan spionase” dan mengidentifikasi modelnya sebagai kendaraan bawah air otonom Remus 600, yang kini “berada di tangan para spesialis pasukan tersebut untuk pemulihan data”.
Awal bulan ini, Garda Revolusi juga menyatakan telah menangkap drone bawah air AS lainnya di selat tersebut—jalur yang sangat vital bagi perdagangan minyak dan gas sebelum perang Timur Tengah meletus pada akhir Februari dan melumpuhkan aktivitas pelayaran.
Iran terus mempertahankan blokade terhadap Selat Hormuz sejak konflik pecah, sementara Amerika Serikat menerapkan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.*




